{"id":29043,"date":"2026-04-24T21:46:25","date_gmt":"2026-04-24T14:46:25","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/04\/24\/dukungan-terus-mengalir-petisi-tolak-penutupan-jalan-diponegoro-ditandatangani-3-000-orang\/"},"modified":"2026-04-24T21:46:25","modified_gmt":"2026-04-24T14:46:25","slug":"dukungan-terus-mengalir-petisi-tolak-penutupan-jalan-diponegoro-ditandatangani-3-000-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/04\/24\/dukungan-terus-mengalir-petisi-tolak-penutupan-jalan-diponegoro-ditandatangani-3-000-orang\/","title":{"rendered":"Dukungan Terus Mengalir, Petisi Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Ditandatangani 3.000 Orang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013Dukungan publik terus mengalir terhadap petisi penolakan penutupan Jl. Diponegoro imbas proyek revitalisasi kawasan Gedung Sate-Gasibu yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.<\/p>\n<p>Berdasarkan pantauan Koranmandala.com per Jumat (24\/4\/2026) pukul 18.30 WIB, petisi daring di laman change.org berjudul \u2018Dedi, Jangan Rampas Jalan Umum Demi Ambisi Pribadi!\u2019 telah ditandatangani oleh 3.001 orang.<\/p>\n<p>Dalam petisi yang diinisiasi oleh akun bernama Ricky N. Sas pada 20 April 2026 itu, disebutkan poin utama penolakan ditujukan pada rencana penutupan ruas Jl. Diponegoro sepanjang \u00b1130 meter yang memisahkan Gedung Sate dan Gasibu untuk dijadikan area plaza.<\/p>\n<blockquote>\n<p><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/216873\/polisi-selidiki-penemuan-jasad-bayi-laki-laki-di-summarecon-bandung\/\">Polisi Selidiki Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Summarecon Bandung<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Penutupan atau pengalihan ruas jalan tersebut diyakini akan semakin memperparah kemacetan di kawasan Gedung Sate dan sekitarnya.<\/p>\n<p>\u201cYang kita tolak adalah penutupan jalan Diponegoro dan menghilangkan fungsinya dari jalan umum dengan menjadikannya bagian dari plasa yang tidak bisa diakses lalu lintas kendaraan,\u201d tulis petisi tersebut, dikutip Jumat (24\/4\/2026).<\/p>\n<p>Petisi juga menyoroti tidak adanya keterbukaan maupun pelibatan publik dalam perencanaan proyek tersebut. Beragam kajian teknis proyek termasuk kajian dampak lalu lintas, ekonomi, hingga kenyamanan warga Kota Bandung disebut belum terdengar. Hal ini membuat keberadaan proyek dipertanyakan.<\/p>\n<p>Selain itu, petisi juga menyinggung soal potensi hilangnya nilai historis ruas Jl. Diponegoro yang memiliki riwayat panjang sejak zaman kolonial. Publik diwanti-wanti agar tidak \u201ckecolongan lagi\u201d seperti saat terjadi kehilangan Jl. Alun-Alun Barat yang menghubungkan lapangan Alun-Alun Kota Bandung dengan Masjid Agung Bandung pada tahun 2002 silam.<\/p>\n<p>\u201cDedi, silahkan membangun, silahkan revitalisasi, silahkan beromantisme dengan memanfaatkan Sunda. Tapi jangan menutup dan menghilangkan ruas Jalan Diponegoro. Biarkan ruas jalan itu tetap menjadi bagian jalan umum seperti yang biasa kami manfaatkan selama berpuluh tahun,\u201d ungkap petisi tersebut.<\/p>\n<h3>Ruas Jalan Diponegoro Dibuat Melingkar<\/h3>\n<p>Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan rencana rekayasa lalu lintas di Jl. Diponegoro yang terdampak proyek revitalisasi kawasan Gedung Sate-Gasibu ke depan akan dilakukan dengan pengalihan ruas.<\/p>\n<p>Arus kendaraan nantinya tidak lagi melintas langsung di depan Gedung Sate, melainkan diarahkan untuk mengitari kawasan tersebut melalui jalur melingkar.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada penutupan Jalan Diponegoro. Yang ada adalah pengalihan ruas, dari yang membelah antara Gasibu dan Gedung Sate menjadi melingkar,\u201d ujar Dedi, Senin (20\/4\/2026).<\/p>\n<p>Ia menyebut pengalihan baru akan diterapkan setelah infrastruktur penunjang selesai dibangun dan dinilai nyaman. Selama proses revitalisasi berlangsung, Jl. Diponegoro eksisting masih tetap bisa dilintasi seperti biasa.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, proyek revitalisasi ini dirancang untuk mengintegrasikan halaman depan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu menjadi satu ruang publik terbuka. Total luas kawasan yang ditata mencapai 14.642 meter persegi, dengan penataan koridor sepanjang 97 hingga 144,24 meter yang melintasi ruas Jl. Diponegoro.<\/p>\n<p>Proyek ini menelan anggaran mencapai Rp12 miliar bersumber dari realokasi APBD Provinsi Jawa Barat 2026, dengan pengerjaan dimulai pada 8 April 2026 dan ditargetkan rampung pada 6 Agustus 2026.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/216882\/dukungan-terus-mengalir-petisi-tolak-penutupan-jalan-diponegoro-ditandatangani-3-000-orang\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013Dukungan publik terus mengalir terhadap petisi penolakan penutupan Jl. Diponegoro imbas proyek revitalisasi kawasan Gedung Sate-Gasibu yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Berdasarkan pantauan Koranmandala.com per Jumat (24\/4\/2026) pukul 18.30 WIB, petisi daring di laman change.org berjudul \u2018Dedi, Jangan Rampas Jalan Umum Demi Ambisi Pribadi!\u2019 telah ditandatangani oleh 3.001 orang. Dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":29044,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-29043","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"5 months ago","modified":"5 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29043","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29043"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29043\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29044"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29043"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29043"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29043"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}