{"id":28113,"date":"2026-04-20T13:59:57","date_gmt":"2026-04-20T06:59:57","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/04\/20\/minyakkita-jebol-het-di-bandung-tembus-rp22-ribu-per-liter-rantai-distribusi-disorot\/"},"modified":"2026-04-20T13:59:57","modified_gmt":"2026-04-20T06:59:57","slug":"minyakkita-jebol-het-di-bandung-tembus-rp22-ribu-per-liter-rantai-distribusi-disorot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/04\/20\/minyakkita-jebol-het-di-bandung-tembus-rp22-ribu-per-liter-rantai-distribusi-disorot\/","title":{"rendered":"MinyakKita Jebol HET di Bandung: Tembus Rp22 Ribu per Liter, Rantai Distribusi Disorot"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013Harga minyak goreng bersubsidi Minyakita di Kota Bandung kian tak terkendali. Di sejumlah pasar tradisional, harga komoditas yang seharusnya dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter itu justru melonjak hingga Rp22.000 per liter.<\/p>\n<p data-start=\"356\" data-end=\"608\">Pantauan di Pasar Ujungberung, Senin (20\/4\/2026), menunjukkan lonjakan harga telah terjadi dalam sebulan terakhir dan semakin terasa pasca-Lebaran. Kenaikan ini tidak hanya menekan konsumen, tetapi juga membuat pedagang berada dalam posisi serba sulit.<\/p>\n<p data-start=\"610\" data-end=\"733\">Jamal, salah satu pedagang, mengaku terpaksa menaikkan harga jual karena harga dari distributor sudah lebih dulu melambung.<\/p>\n<blockquote>\n<p data-start=\"610\" data-end=\"733\"><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/216688\/stok-minyakkita-di-bandung-aman-harga-sesuai-het-pemkot-pastikan-distribusi-lancar\/\">Stok MinyakKita di Bandung Aman, Harga Sesuai HET, Pemkot Pastikan Distribusi Lancar<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"735\" data-end=\"848\">\u201cSekarang beli dari distributor sudah Rp20 ribu per liter. Jadi mau tidak mau jual Rp22 ribu per liter,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"850\" data-end=\"1023\">Ia menyebut, kondisi ini jauh dari harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp15 ribuan per liter. Bahkan, selisih harga dengan minyak goreng premium kini semakin tipis.<\/p>\n<p data-start=\"1025\" data-end=\"1119\">\u201cSekarang beda sedikit saja. Minyak premium sekitar Rp24 sampai Rp25 ribu per liter,\u201d katanya.<\/p>\n<p data-start=\"1121\" data-end=\"1272\">Tak hanya harga, ketersediaan barang juga ikut terdampak. Jamal mengaku mulai membatasi stok untuk menghindari kerugian akibat harga yang tidak stabil.<\/p>\n<p data-start=\"1274\" data-end=\"1385\">\u201cPaling simpan 4 sampai 5 liter saja. Bahkan beberapa hari kemarin sempat tidak ada stok sama sekali,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p data-start=\"1387\" data-end=\"1529\">Kondisi serupa diungkapkan pedagang lain, Marli. Ia menjual Minyakita di harga Rp21.500 per liter, dengan margin keuntungan yang sangat tipis.<\/p>\n<p data-start=\"1531\" data-end=\"1682\">\u201cSaya beli Rp20.500 per liter atau Rp246 ribu per dus. Ambil untung Rp1.000 saja, tidak tega kalau dinaikkan tinggi, kasihan pedagang kecil,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p data-start=\"1684\" data-end=\"1850\">Para pedagang menduga, lonjakan harga dipicu oleh minimnya pasokan dari distributor. Informasi yang mereka terima menyebut barang tengah langka di tingkat distribusi.<\/p>\n<p data-start=\"1852\" data-end=\"1915\">\u201cKatanya barangnya lagi susah, makanya harga naik,\u201d kata Marli.<\/p>\n<p data-start=\"1917\" data-end=\"2108\">Dampak paling terasa justru menghantam pelaku usaha mikro. Yopi, pedagang gorengan, mengaku biaya produksi melonjak, sementara daya beli masyarakat belum tentu mampu mengikuti kenaikan harga.<\/p>\n<p data-start=\"2110\" data-end=\"2180\">\u201cKalau gorengan dinaikkan harganya, takut ditinggal pembeli,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"2182\" data-end=\"2263\">Ia berharap pemerintah segera menstabilkan harga agar usaha kecil tetap bertahan.<\/p>\n<p data-start=\"2265\" data-end=\"2327\">\u201cHarapannya bisa murah lagi dan stabil seperti dulu,\u201d katanya.<\/p>\n<p data-start=\"2329\" data-end=\"2562\">Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sebelumnya mengakui adanya kelangkaan dan lonjakan harga Minyakita di pasar tradisional. Ia menilai, salah satu penyebabnya adalah pergeseran pola konsumsi masyarakat.<\/p>\n<p data-start=\"2564\" data-end=\"2726\">\u201cMinyak ini sebetulnya untuk pasar tradisional. Tapi sekarang semua orang beli Minyakita, termasuk di supermarket. Tentu jadi kurang,\u201d ujarnya, Kamis (16\/4\/2026).<\/p>\n<p data-start=\"2728\" data-end=\"2990\">Pemerintah, kata dia, akan kembali memfokuskan distribusi Minyakita ke pasar tradisional agar tepat sasaran. Namun, di lapangan, lonjakan harga yang jauh melampaui HET menunjukkan persoalan tidak hanya soal permintaan, tetapi juga lemahnya pengawasan distribusi.<\/p>\n<p data-start=\"2992\" data-end=\"3162\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Situasi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan pusat untuk segera membenahi rantai pasok, sebelum beban masyarakat kian berat di tengah ketidakpastian harga pangan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/216691\/minyakkita-jebol-het-di-bandung-tembus-rp22-ribu-per-liter-rantai-distribusi-disorot\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013Harga minyak goreng bersubsidi Minyakita di Kota Bandung kian tak terkendali. Di sejumlah pasar tradisional, harga komoditas yang seharusnya dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter itu justru melonjak hingga Rp22.000 per liter. Pantauan di Pasar Ujungberung, Senin (20\/4\/2026), menunjukkan lonjakan harga telah terjadi dalam sebulan terakhir dan semakin terasa pasca-Lebaran. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28114,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-28113","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"5 months ago","modified":"5 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28113","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28113"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28113\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28114"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}