{"id":26911,"date":"2026-04-15T17:13:45","date_gmt":"2026-04-15T10:13:45","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/04\/15\/janji-kdm-ke-buruh-disoal-pengamat-singgung-risiko-janji-tinggi-realisasi-minim\/"},"modified":"2026-04-15T17:13:45","modified_gmt":"2026-04-15T10:13:45","slug":"janji-kdm-ke-buruh-disoal-pengamat-singgung-risiko-janji-tinggi-realisasi-minim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/04\/15\/janji-kdm-ke-buruh-disoal-pengamat-singgung-risiko-janji-tinggi-realisasi-minim\/","title":{"rendered":"Janji KDM ke Buruh Disoal, Pengamat Singgung Risiko \u201cJanji Tinggi, Realisasi Minim\u201d"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013Realisasi janji kampanye Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) kepada kelompok buruh mulai menuai sorotan tajam setelah lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya berjalan.<\/p>\n<p data-start=\"264\" data-end=\"521\">Gelombang kritik dari kalangan buruh\u2014yang sebelumnya menjadi salah satu basis dukungan politik saat Pemilihan Gubernur (Pilgub)\u2014kini menguat. Mereka menilai belum ada terobosan konkret, khususnya terkait isu krusial seperti pengupahan dan jaminan kesehatan.<\/p>\n<p data-start=\"523\" data-end=\"727\">Dosen sekaligus Kepala Departemen Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Mudiyati Rahmatunnisa, menilai kritik tersebut sebagai konsekuensi logis dari relasi politik antara pemimpin dan konstituen.<\/p>\n<blockquote>\n<p data-start=\"523\" data-end=\"727\"><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/politik\/216286\/dprd-jabar-bedah-lkpj-2025-soroti-pergeseran-anggaran-program-kdm\/\">DPRD Jabar Bedah LKPJ 2025, Soroti Pergeseran Anggaran Program KDM<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"729\" data-end=\"925\">Namun di balik itu, ia melihat adanya persoalan yang lebih mendasar, yakni <em data-start=\"804\" data-end=\"831\">electoral expectation gap<\/em> atau kesenjangan antara ekspektasi saat kampanye dengan realisasi kebijakan setelah berkuasa.<\/p>\n<p data-start=\"927\" data-end=\"1114\">\u201cYang terjadi sekarang adalah adanya <em data-start=\"964\" data-end=\"991\">electoral expectation gap<\/em>, ketika realisasi dianggap tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan pada masa elektoral,\u201d ujar Mudiyati, Senin (13\/4\/2026).<\/p>\n<p data-start=\"1116\" data-end=\"1327\">Menurutnya, janji kampanye pada dasarnya merupakan kontrak politik yang mengikat secara moral antara kandidat dan pemilih. Ketika janji tersebut tidak kunjung terealisasi, kepercayaan publik berpotensi terkikis.<\/p>\n<p data-start=\"1329\" data-end=\"1570\">\u201cIdealnya janji kampanye diwujudkan. Tapi dalam praktiknya, ketika sudah memerintah, banyak faktor yang harus dipertimbangkan sehingga muncul kompromi dan negosiasi. Di situ sering kali janji tidak bisa direalisasikan secara utuh,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p data-start=\"1572\" data-end=\"1821\">Mudiyati juga menyoroti kecenderungan penggunaan gaya kampanye populis yang kerap menjanjikan program besar tanpa kalkulasi matang. Strategi ini dinilai efektif mendulang suara, namun berisiko memicu kekecewaan publik ketika realisasi tidak sejalan.<\/p>\n<p data-start=\"1823\" data-end=\"1947\">\u201cJanji-janji populis itu sering kali tinggi di awal, tapi sulit dipenuhi. Ini yang kemudian memicu ketidakpuasan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p data-start=\"1949\" data-end=\"2148\">Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kegagalan merealisasikan janji kampanye bukan hanya berdampak pada kinerja pemerintahan, tetapi juga berpotensi menjadi \u201chukuman politik\u201d pada kontestasi berikutnya.<\/p>\n<p data-start=\"2150\" data-end=\"2325\">\u201cKonsekuensinya jelas, publik bisa menarik dukungan. Ketika merasa dibohongi atau dikhianati, mereka tidak akan lagi memilih kandidat yang sama di pemilu berikutnya,\u201d katanya.<\/p>\n<p data-start=\"2327\" data-end=\"2512\">Dalam konteks Jawa Barat, posisi buruh dinilai sangat strategis. Sebagai provinsi dengan basis industri besar, buruh merupakan kekuatan elektoral yang tidak bisa dipandang sebelah mata.<\/p>\n<p data-start=\"2514\" data-end=\"2664\">Jika kekecewaan ini tidak segera direspons dengan kebijakan nyata, Mudiyati memperingatkan adanya potensi pergeseran dukungan politik yang signifikan.<\/p>\n<p data-start=\"2666\" data-end=\"2816\">\u201cBasis buruh di Jawa Barat itu besar dan sangat menentukan. Kalau tidak dikelola dengan baik, ini bisa berdampak pada peta politik ke depan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"2818\" data-end=\"3037\">Ia pun menegaskan bahwa ke depan, baik kandidat maupun pemilih harus lebih rasional. Kandidat dituntut tidak sekadar menjual janji, sementara masyarakat perlu lebih kritis dalam menilai realisme program yang ditawarkan.<\/p>\n<p data-start=\"3039\" data-end=\"3202\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">\u201cJanji politik tidak boleh berhenti sebagai retorika. Harus ada upaya serius untuk mewujudkannya, kalau tidak, kepercayaan publik akan terus tergerus,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/216516\/janji-kdm-ke-buruh-disoal-pengamat-singgung-risiko-janji-tinggi-realisasi-minim\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013Realisasi janji kampanye Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) kepada kelompok buruh mulai menuai sorotan tajam setelah lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya berjalan. Gelombang kritik dari kalangan buruh\u2014yang sebelumnya menjadi salah satu basis dukungan politik saat Pemilihan Gubernur (Pilgub)\u2014kini menguat. Mereka menilai belum ada terobosan konkret, khususnya terkait isu krusial seperti pengupahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":23800,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-26911","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"5 months ago","modified":"5 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26911","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26911"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26911\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26911"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26911"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26911"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}