{"id":26851,"date":"2026-04-15T10:02:32","date_gmt":"2026-04-15T03:02:32","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/04\/15\/bmkg-kemarau-2026-di-jabar-datang-lebih-cepat-dan-lebih-kering-waspada-dampak-el-nino\/"},"modified":"2026-04-15T10:02:32","modified_gmt":"2026-04-15T03:02:32","slug":"bmkg-kemarau-2026-di-jabar-datang-lebih-cepat-dan-lebih-kering-waspada-dampak-el-nino","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/04\/15\/bmkg-kemarau-2026-di-jabar-datang-lebih-cepat-dan-lebih-kering-waspada-dampak-el-nino\/","title":{"rendered":"BMKG: Kemarau 2026 di Jabar Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering, Waspada Dampak El Ni\u00f1o"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Jawa Barat akan terjadi lebih awal dengan kondisi yang lebih kering dibandingkan rata-rata normal.<\/p>\n<p data-start=\"303\" data-end=\"455\">Berdasarkan prediksi Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, sebanyak 66 persen wilayah diperkirakan mengalami awal musim kemarau lebih maju dari biasanya.<\/p>\n<p data-start=\"457\" data-end=\"755\">\u201cSebagian besar wilayah Jawa Barat, yaitu 66 persen, diprediksi akan memasuki musim kemarau lebih cepat dibandingkan kondisi normalnya,\u201d ujar Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Vivi Indhira Purnaningtyas, dalam Rilis Pers Prediksi Musim Kemarau Provinsi Jawa Barat, Selasa (14\/4\/2026).<\/p>\n<blockquote>\n<p data-start=\"457\" data-end=\"755\"><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/politik\/216408\/indri-rindani-masuk-bursa-calon-ketua-dpc-pkb-kota-bandung-satu-satunya-perempuan\/\">Indri Rindani Masuk Bursa Calon Ketua DPC PKB Kota Bandung, Satu-satunya Perempuan<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"757\" data-end=\"1003\">Vivi menjelaskan, suatu wilayah dinyatakan memasuki musim kemarau apabila curah hujan dalam satu dasarian kurang dari 50 milimeter dan diikuti dua dasarian berikutnya, atau total curah hujan tiga dasarian berturut-turut kurang dari 150 milimeter.<\/p>\n<p data-start=\"1005\" data-end=\"1317\">Berdasarkan kriteria tersebut, sekitar 2 persen wilayah Jawa Barat telah memasuki musim kemarau sejak Maret, yakni di Bekasi bagian utara dan Karawang bagian utara. Pada April, sekitar 10 persen wilayah diprediksi mulai mengalami kemarau, terutama di Karawang bagian tengah, Subang, dan sebagian besar Indramayu.<\/p>\n<p data-start=\"1319\" data-end=\"1674\">Sebagian besar wilayah, yakni 56 persen, diperkirakan memasuki musim kemarau pada Mei. Sementara itu, 30 persen wilayah lainnya diprediksi baru akan mengalami kemarau pada Juni, meliputi sebagian besar Kabupaten Bogor, Sukabumi bagian utara, Cianjur tengah, Bandung Barat timur, Kota Bandung, Garut tenggara, Tasikmalaya selatan, hingga Pangandaran barat.<\/p>\n<p data-start=\"1676\" data-end=\"1887\">Adapun sekitar 2 persen wilayah, seperti Kota Bogor dan sebagian wilayah Bogor tengah serta Sukabumi utara, termasuk dalam zona satu musim atau tidak memiliki perbedaan yang tegas antara musim hujan dan kemarau.<\/p>\n<p data-start=\"1889\" data-end=\"2034\">Dari sisi sifat hujan, BMKG memprediksi 93 persen wilayah Jawa Barat akan mengalami kondisi lebih kering dari biasanya selama musim kemarau 2026.<\/p>\n<p data-start=\"2036\" data-end=\"2175\">\u201cSebagian besar wilayah diprediksi mengalami sifat hujan bawah normal atau lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologisnya,\u201d kata Vivi.<\/p>\n<p data-start=\"2177\" data-end=\"2354\">Sementara itu, sekitar 7 persen wilayah lainnya diperkirakan mengalami curah hujan normal, terutama di wilayah utara Jawa Barat seperti Kabupaten Indramayu dan sebagian Cirebon.<\/p>\n<p data-start=\"2356\" data-end=\"2640\">BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus di sekitar 90 persen wilayah Jawa Barat. Sebagian kecil wilayah diperkirakan mencapai puncak lebih awal pada Juli, khususnya di wilayah tengah dan timur, serta sebagian kecil lainnya pada September di wilayah utara.<\/p>\n<p data-start=\"2642\" data-end=\"2734\">\u201cSecara umum, waktu puncak kemarau masih berada dalam kisaran normal klimatologis,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"2736\" data-end=\"2932\">Lebih lanjut, Vivi menyebut kondisi kemarau yang lebih awal dan kering ini dipengaruhi oleh dinamika iklim global, terutama fenomena El Ni\u00f1o yang diprediksi mulai berkembang pada pertengahan 2026.<\/p>\n<p data-start=\"2934\" data-end=\"3157\">Saat ini, kondisi El Ni\u00f1o-Southern Oscillation (ENSO) masih berada pada fase netral dengan kecenderungan menguat. BMKG memprediksi ENSO akan berkembang menjadi El Ni\u00f1o lemah hingga moderat pada periode Mei hingga Juli 2026.<\/p>\n<p data-start=\"3159\" data-end=\"3322\">Selain itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga diperkirakan tetap netral hingga pertengahan tahun, dengan potensi berubah menjadi positif pada semester kedua.<\/p>\n<p data-start=\"3324\" data-end=\"3490\">Kombinasi El Ni\u00f1o dan potensi IOD positif tersebut dinilai akan memperkuat kondisi atmosfer yang mendukung penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Jawa Barat.<\/p>\n<p data-start=\"3492\" data-end=\"3714\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mewaspadai potensi dampak kemarau yang lebih kering, terutama terhadap sektor pertanian, ketersediaan air bersih, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/216463\/bmkg-kemarau-2026-di-jabar-datang-lebih-cepat-dan-lebih-kering-waspada-dampak-el-nino\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Jawa Barat akan terjadi lebih awal dengan kondisi yang lebih kering dibandingkan rata-rata normal. Berdasarkan prediksi Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, sebanyak 66 persen wilayah diperkirakan mengalami awal musim kemarau lebih maju dari biasanya. \u201cSebagian besar wilayah Jawa Barat, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26852,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-26851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"5 months ago","modified":"5 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26851"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26851\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26852"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}