{"id":26834,"date":"2026-04-15T08:34:41","date_gmt":"2026-04-15T01:34:41","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/04\/15\/bmkg-imbau-antisipasi-lintas-sektor-kemarau-2026-di-jabar-diprediksi-lebih-ekstrem\/"},"modified":"2026-04-15T08:34:41","modified_gmt":"2026-04-15T01:34:41","slug":"bmkg-imbau-antisipasi-lintas-sektor-kemarau-2026-di-jabar-diprediksi-lebih-ekstrem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/04\/15\/bmkg-imbau-antisipasi-lintas-sektor-kemarau-2026-di-jabar-diprediksi-lebih-ekstrem\/","title":{"rendered":"BMKG Imbau Antisipasi Lintas Sektor, Kemarau 2026 di Jabar Diprediksi Lebih Ekstrem"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau langkah antisipatif lintas sektor guna memitigasi dampak musim kemarau 2026 di Jawa Barat yang diprediksi datang lebih awal, lebih kering, dan berlangsung lebih panjang dari kondisi normal.<\/p>\n<p data-start=\"343\" data-end=\"574\">Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Vivi Indhira Purnaningtyas, mengatakan rekomendasi tersebut penting untuk menekan dampak terhadap ketersediaan air, sektor pertanian, potensi kebencanaan, hingga kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p data-start=\"576\" data-end=\"874\">\u201cPada sektor sumber daya air kami mengimbau optimalisasi operasi waduk dan bendungan, percepatan pembangunan atau rehabilitasi embung, serta antisipasi krisis air bersih dan penghematan penggunaan air,\u201d ujar Vivi dalam Rilis Pers Prediksi Musim Kemarau 2026 Provinsi Jawa Barat, Selasa (14\/4\/2026).<\/p>\n<blockquote>\n<p data-start=\"576\" data-end=\"874\"><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/politik\/216408\/indri-rindani-masuk-bursa-calon-ketua-dpc-pkb-kota-bandung-satu-satunya-perempuan\/\">Indri Rindani Masuk Bursa Calon Ketua DPC PKB Kota Bandung, Satu-satunya Perempuan<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"876\" data-end=\"1123\">Di sektor pertanian, BMKG mendorong penyesuaian kalender tanam dengan menghindari puncak musim kemarau. Selain itu, penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan dan berumur pendek dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan risiko gagal panen.<\/p>\n<p data-start=\"1125\" data-end=\"1259\">\u201cPerlu juga dilakukan alih komoditas ke palawija di daerah rawan kekurangan air serta optimalisasi sistem irigasi hemat air,\u201d katanya.<\/p>\n<p data-start=\"1261\" data-end=\"1504\">BMKG juga mengingatkan potensi peningkatan risiko bencana selama musim kemarau, terutama kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dinilai perlu ditingkatkan.<\/p>\n<p data-start=\"1506\" data-end=\"1752\">Pada sektor energi dan lingkungan, BMKG mengimbau agar kapasitas air bendungan untuk operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) tetap terjaga, disertai langkah penghematan energi dan pengendalian kualitas udara akibat potensi asap karhutla.<\/p>\n<p data-start=\"1754\" data-end=\"1944\">\u201cUntuk sektor kesehatan, perlu diantisipasi peningkatan kasus ISPA akibat asap, edukasi terkait hidrasi dan perlindungan dari panas, serta pengawasan kualitas air dan sanitasi,\u201d tambah Vivi.<\/p>\n<p data-start=\"1946\" data-end=\"2192\">BMKG memprediksi awal musim kemarau 2026 di Jawa Barat akan paling banyak terjadi pada Mei, mencakup 56 persen wilayah atau 23 zona musim. Secara keseluruhan, sebanyak 66 persen wilayah diperkirakan mengalami awal kemarau lebih cepat dari normal.<\/p>\n<p data-start=\"2194\" data-end=\"2403\">Dari sisi curah hujan, sebanyak 93 persen wilayah diprediksi mengalami kondisi bawah normal atau lebih kering dari biasanya. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus di sekitar 90 persen wilayah.<\/p>\n<p data-start=\"2405\" data-end=\"2643\">Selain itu, durasi musim kemarau juga diprediksi lebih panjang dari kondisi normal di 81 persen wilayah. Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan terhadap ketersediaan air dan berbagai aktivitas sektoral yang bergantung pada curah hujan.<\/p>\n<p data-start=\"2645\" data-end=\"2786\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">BMKG menegaskan, langkah mitigasi sejak dini menjadi kunci untuk mengurangi dampak musim kemarau ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 2026.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/216479\/bmkg-imbau-antisipasi-lintas-sektor-kemarau-2026-di-jabar-diprediksi-lebih-ekstrem\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau langkah antisipatif lintas sektor guna memitigasi dampak musim kemarau 2026 di Jawa Barat yang diprediksi datang lebih awal, lebih kering, dan berlangsung lebih panjang dari kondisi normal. Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Vivi Indhira Purnaningtyas, mengatakan rekomendasi tersebut penting untuk menekan dampak terhadap ketersediaan air, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26835,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-26834","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"5 months ago","modified":"5 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26834","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26834"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26834\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26834"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26834"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26834"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}