{"id":25152,"date":"2026-04-05T15:42:22","date_gmt":"2026-04-05T08:42:22","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/04\/05\/hadapi-cuaca-ekstrem-praktisi-dorong-edukasi-dan-pemetaan-risiko\/"},"modified":"2026-04-05T15:42:22","modified_gmt":"2026-04-05T08:42:22","slug":"hadapi-cuaca-ekstrem-praktisi-dorong-edukasi-dan-pemetaan-risiko","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/04\/05\/hadapi-cuaca-ekstrem-praktisi-dorong-edukasi-dan-pemetaan-risiko\/","title":{"rendered":"Hadapi Cuaca Ekstrem, Praktisi Dorong Edukasi dan Pemetaan Risiko"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013 Cuaca ekstrem yang kerap melanda Kota Bandung mendorong perlunya evaluasi serius terhadap sistem mitigasi bencana. Praktisi manajemen kebencanaan, Ir. Bayu Tresna, menilai bahwa persoalan utama bukan hanya pada peringatan dini, tetapi bagaimana masyarakat memanfaatkan informasi yang sudah tersedia.<\/p>\n<p>Menurutnya, data cuaca yang disediakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebenarnya sudah sangat baik. Namun, pemanfaatannya di tingkat masyarakat masih belum optimal.<\/p>\n<p>\u201cYang lebih penting dari peringatan dini adalah bagaimana memanfaatkan data cuaca dari BMKG yang sudah sangat bagus. Masyarakat perlu diedukasi untuk rutin melihat prediksi cuaca melalui aplikasi BMKG dan InaRisk,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, di era teknologi komunikasi saat ini, penyebaran informasi seharusnya bisa menjangkau hingga tingkat RT dan RW. Salah satu solusi yang diusulkan adalah penyediaan papan display elektronik di tingkat kelurahan yang menayangkan prakiraan cuaca harian.<\/p>\n<p>\u201cDengan teknologi sekarang, sangat memungkinkan informasi cuaca disampaikan langsung ke masyarakat, bahkan sampai tingkat paling bawah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selain itu, Bayu menekankan pentingnya strategi jangka panjang dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Salah satu langkah utama adalah penyusunan peta risiko bencana yang detail di setiap kelurahan.<\/p>\n<p>\u201cKe depan, pemerintah daerah perlu membuat peta risiko bencana yang detail di setiap kelurahan, melakukan edukasi mitigasi secara berkelanjutan, serta menyiapkan unit tanggap darurat di tingkat lokal. Selain itu, penting juga membangun sistem peringatan dini yang mampu menjangkau hingga RW dan RT, bahkan langsung ke masyarakat.\u201d \u00a0jelasnya.<\/p>\n<p>Bayu menegaskan, keberhasilan mitigasi bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam memahami risiko dan mengambil langkah pencegahan.<\/p>\n<p>\u201cKesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Tanpa itu, sebaik apa pun sistem yang dibangun tidak akan berjalan maksimal,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/edukasi\/216031\/hadapi-cuaca-ekstrem-praktisi-dorong-edukasi-dan-pemetaan-risiko\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013 Cuaca ekstrem yang kerap melanda Kota Bandung mendorong perlunya evaluasi serius terhadap sistem mitigasi bencana. Praktisi manajemen kebencanaan, Ir. Bayu Tresna, menilai bahwa persoalan utama bukan hanya pada peringatan dini, tetapi bagaimana masyarakat memanfaatkan informasi yang sudah tersedia. Menurutnya, data cuaca yang disediakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebenarnya sudah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25153,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-25152","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"6 months ago","modified":"6 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25152"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25152\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}