{"id":24501,"date":"2026-03-31T10:44:20","date_gmt":"2026-03-31T03:44:20","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/03\/31\/pengamat-soroti-lemahnya-eksekusi-penataan-pkl-di-bandung-terancam-mandek\/"},"modified":"2026-03-31T10:44:20","modified_gmt":"2026-03-31T03:44:20","slug":"pengamat-soroti-lemahnya-eksekusi-penataan-pkl-di-bandung-terancam-mandek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/03\/31\/pengamat-soroti-lemahnya-eksekusi-penataan-pkl-di-bandung-terancam-mandek\/","title":{"rendered":"Pengamat Soroti Lemahnya Eksekusi, Penataan PKL di Bandung Terancam Mandek"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013 <span style=\"font-size: 14px;\">Persoalan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung kembali disorot. Meski regulasi sudah terbit, lemahnya eksekusi di lapangan dinilai menjadi akar masalah yang membuat penataan PKL tak kunjung tuntas.<\/span><\/p>\n<p>Pengamat tata kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Frans Ari Prasetyo, menegaskan bahwa kunci utama penataan PKL bukan sekadar regulasi, melainkan keberanian politik dan ketegasan hukum dari Pemerintah Kota Bandung.<\/p>\n<p>Ia mengapresiasi terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2024 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL sebagai indikasi adanya niat politik. Namun, menurutnya, regulasi tersebut berisiko menjadi dokumen administratif semata jika tidak diikuti langkah konkret.<\/p>\n<blockquote>\n<p><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/215503\/pkl-kuasai-trotoar-di-bandung-timur-perda-jalan-di-tempat-pengawasan-dipertanyakan\/\">PKL \u201cKuasai\u201d Trotoar di Bandung Timur, Perda Jalan di Tempat, Pengawasan Dipertanyakan<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>\u201cPerda ini menunjukkan ada political will. Tapi persoalannya bukan di niat, melainkan di eksekusi. Kalau tidak diterjemahkan ke langkah teknis yang tegas dan konsisten, ya tidak akan berdampak apa-apa,\u201d ujar Frans, Minggu (29\/3\/2026).<\/p>\n<p>Frans menilai, implementasi Perda harus selaras dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Bandung 2024\u20132044, khususnya dalam penetapan zonasi PKL. Tanpa kejelasan dan konsistensi zonasi, penataan hanya akan menjadi wacana berulang.<\/p>\n<p>Lebih jauh, ia mengkritik belum adanya Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) yang spesifik. Ketiadaan instrumen ini dinilai membuat pemerintah kehilangan pijakan teknis dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan fungsi ruang publik.<\/p>\n<p>\u201cPKL itu punya fungsi sosial sebagai bagian dari ekonomi rakyat. Tapi di sisi lain ada fungsi ekologis trotoar, badan jalan yang juga hak publik. Kalau ini tidak diatur tegas, konflik ruang akan terus terjadi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Menurut Frans, persoalan PKL juga tidak bisa dilepaskan dari praktik di lapangan yang kerap melibatkan kepentingan lain. Ia secara terbuka menyinggung adanya dugaan pembiaran, bahkan potensi keterlibatan oknum, baik dari unsur informal maupun kelompok tertentu.<\/p>\n<p>\u201cJangan tutup mata. Ada kemungkinan ruang-ruang ini \u2018dipelihara\u2019 oleh oknum, baik secara formal maupun informal. Kalau ini tidak disentuh, penataan hanya jadi jargon,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menekankan, ketegasan hukum harus menjadi fondasi. Tanpa penegakan aturan yang konsisten termasuk sanksi bagi pelanggar maka zonasi yang telah ditetapkan tidak akan memiliki daya paksa.<\/p>\n<p>\u201cPertanyaannya sederhana, pemerintah berani tidak menegakkan aturan? Kalau tidak, persoalan ini akan terus berulang tanpa ujung,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Frans mengingatkan bahwa pendekatan penataan tidak boleh semata represif. Penempatan PKL harus tetap memperhatikan aspek pemberdayaan dan kemanusiaan, sekaligus memastikan mereka terbebas dari tekanan pihak-pihak tertentu.<\/p>\n<p>Ia menilai, jika ditata dengan benar, sektor informal justru bisa menjadi kekuatan ekonomi kota. Penataan yang tepat akan mendorong perputaran ekonomi, meningkatkan kontribusi pajak, serta memperkuat pendapatan asli daerah (PAD).<\/p>\n<p>\u201cPenataan PKL itu bukan sekadar merapikan kota, tapi juga mengelola potensi ekonomi. Tapi syaratnya satu: pemerintah harus tegas, konsisten, dan bersih dari kepentingan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/215754\/pengamat-soroti-lemahnya-eksekusi-penataan-pkl-di-bandung-terancam-mandek\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013 Persoalan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung kembali disorot. Meski regulasi sudah terbit, lemahnya eksekusi di lapangan dinilai menjadi akar masalah yang membuat penataan PKL tak kunjung tuntas. Pengamat tata kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Frans Ari Prasetyo, menegaskan bahwa kunci utama penataan PKL bukan sekadar regulasi, melainkan keberanian politik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":24189,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-24501","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"6 months ago","modified":"6 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24501","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24501"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24501\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24189"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}