{"id":23160,"date":"2026-03-13T15:17:21","date_gmt":"2026-03-13T08:17:21","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/03\/13\/kejagung-menunjukkan-proaktif-dalam-anti-korupsi\/"},"modified":"2026-03-13T15:17:21","modified_gmt":"2026-03-13T08:17:21","slug":"kejagung-menunjukkan-proaktif-dalam-anti-korupsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/03\/13\/kejagung-menunjukkan-proaktif-dalam-anti-korupsi\/","title":{"rendered":"Kejagung Menunjukkan Proaktif dalam Anti-Korupsi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<p>Kejaksaan Agung (Kejagung) dianggap progresif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti. Dia menyatakan bahwa pendekatan progresif yang diterapkan Kejagung sangat penting, karena koruptor dan calon koruptor perlu merasa takut akan konsekuensi tindakan korupsi mereka. Ray juga menekankan bahwa koruptor harus dihukum dengan mengembalikan kerugian negara secara besar-besaran, karena tindakan korupsi yang dilakukan merugikan negara dengan jumlah yang signifikan. Meskipun demikian, Ray merasa bahwa para hakim masih belum cukup agresif dalam mendorong pendekatan progresif dalam penanganan kasus korupsi. Di dalam upaya untuk memberantas korupsi, Ray berharap para hakim bisa lebih aktif dan progresif dalam menegakkan hukum.<\/p>\n<p><a rel=\"nofollow\" href=\"https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1686561\/13\/kejagung-dianggap-progresif-dalam-pemberantasan-korupsi-1773381782\">Source link<\/a><\/p>\n<p>The post <a href=\"https:\/\/portalberita.info\/2026\/03\/13\/kejagung-menunjukkan-proaktif-dalam-anti-korupsi\/\">Kejagung Menunjukkan Proaktif dalam Anti-Korupsi<\/a> first appeared on <a href=\"https:\/\/portalberita.info\">portalberita.info<\/a>.<\/p>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/portalberita.info\/2026\/03\/13\/kejagung-menunjukkan-proaktif-dalam-anti-korupsi\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kejaksaan Agung (Kejagung) dianggap progresif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti. Dia menyatakan bahwa pendekatan progresif yang diterapkan Kejagung sangat penting, karena koruptor dan calon koruptor perlu merasa takut akan konsekuensi tindakan korupsi mereka. Ray juga menekankan bahwa koruptor harus dihukum dengan mengembalikan kerugian negara secara besar-besaran, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22178,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-23160","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"7 months ago","modified":"7 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23160","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23160"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23160\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22178"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}