{"id":22559,"date":"2026-03-06T12:44:34","date_gmt":"2026-03-06T05:44:34","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/03\/06\/serapan-apbd-jabar-baru-13-persen-dprd-soroti-kinerja-opd\/"},"modified":"2026-03-06T12:44:34","modified_gmt":"2026-03-06T05:44:34","slug":"serapan-apbd-jabar-baru-13-persen-dprd-soroti-kinerja-opd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/03\/06\/serapan-apbd-jabar-baru-13-persen-dprd-soroti-kinerja-opd\/","title":{"rendered":"Serapan APBD Jabar Baru 13 Persen, DPRD Soroti Kinerja OPD"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">WACANA BERITA<\/a><\/strong> \u2013<span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada awal tahun 2026 masih tergolong rendah. Hingga Februari 2026, serapan anggaran baru mencapai 13 persen, jauh dari target triwulan pertama yang dipatok sebesar 25 persen.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Data tersebut sebelumnya disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, Muhamad Romli, menilai rendahnya realisasi anggaran menunjukkan masih adanya persoalan teknis di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai pelaksana program.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/ekonomi\/214276\/ramadan-2026-pedagang-parsel-bandung-alami-nasib-berbeda\/\">Ramadan 2026: Pedagang Parsel Bandung Alami Nasib Berbeda<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">\u201cKalau kita lihat, setelah anggaran disahkan, penanggung jawab teknisnya ada di OPD. Sering kali kendalanya justru pada hal-hal teknis seperti persiapan kegiatan yang belum matang,\u201d kata Romli saat diwawancarai, Kamis (5\/3\/2026).<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Menurutnya, sejak awal tahun OPD seharusnya sudah menyiapkan berbagai kebutuhan teknis, mulai dari penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) hingga dokumen tender. Persiapan tersebut penting agar program dan kegiatan bisa segera dijalankan setelah tahun anggaran dimulai.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">\u201cDi awal tahun itu mereka seharusnya sudah bergerak cepat secara teknis. Persiapan seperti HPS dan dokumen tender harus sudah siap supaya kegiatan bisa langsung dilaksanakan,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Romli menilai lemahnya kesiapan teknis membuat sejumlah OPD belum bekerja maksimal dalam merealisasikan program yang telah dianggarkan.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Padahal, percepatan penyerapan anggaran dinilai penting untuk mendorong pergerakan ekonomi daerah.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Ia menegaskan lambatnya realisasi belanja daerah dapat berdampak langsung terhadap masyarakat karena dana APBD berfungsi sebagai stimulus ekonomi.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">\u201cKalau belanja lambat, berarti perputaran uang di masyarakat juga tertahan. Padahal APBD itu instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat,\u201d kata Romli.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Menurut dia, keterlambatan penyaluran anggaran, seperti bantuan sosial atau proyek padat karya, akan mengurangi peredaran uang di masyarakat dan berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi daerah.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">\u201cKalau dana itu belum dikeluarkan dan masih mengendap di pemerintah daerah, maka potensi pertumbuhan ekonomi daerah juga ikut tertahan,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Untuk mengatasi persoalan tersebut, Romli menyebut DPRD akan mendorong percepatan kinerja OPD melalui rapat dengar pendapat (RDP) dengan masing-masing mitra komisi.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">\u201cDPRD harus lebih proaktif mendorong OPD melalui rapat kerja atau RDP dengan dinas-dinas terkait. Kita akan melihat kendala teknisnya di mana, supaya mereka bisa dipacu bekerja lebih cepat dan tepat,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Ia juga menekankan percepatan penyerapan anggaran perlu difokuskan pada proyek-proyek strategis, seperti pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan, serta fasilitas pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">\u201cTerutama proyek-proyek vital seperti infrastruktur. Karena proyek yang ditenderkan itu ada masa prosesnya, sehingga persiapannya harus matang sejak awal,\u201d tutur Romli.<\/span><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/politik\/214279\/serapan-apbd-jabar-baru-13-persen-dprd-soroti-kinerja-opd\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WACANA BERITA \u2013Realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada awal tahun 2026 masih tergolong rendah. Hingga Februari 2026, serapan anggaran baru mencapai 13 persen, jauh dari target triwulan pertama yang dipatok sebesar 25 persen. Data tersebut sebelumnya disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22560,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-22559","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"7 months ago","modified":"7 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22559"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22559\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22560"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}