{"id":14707,"date":"2024-10-05T22:15:15","date_gmt":"2024-10-05T15:15:15","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2024\/10\/05\/jokowis-10-year-legacy-on-education-healthcare-and-infrastructure-an-analysis-of-the-international-spi-index\/"},"modified":"2024-10-05T22:15:15","modified_gmt":"2024-10-05T15:15:15","slug":"jokowis-10-year-legacy-on-education-healthcare-and-infrastructure-an-analysis-of-the-international-spi-index","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2024\/10\/05\/jokowis-10-year-legacy-on-education-healthcare-and-infrastructure-an-analysis-of-the-international-spi-index\/","title":{"rendered":"Jokowi\u2019s 10-Year Legacy on Education, Healthcare, and Infrastructure: An Analysis of the International SPI Index"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jakarta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2014 Kesejahteraan sosial Indonesia telah meningkat secara signifikan selama dekade terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, seperti yang dilaporkan oleh Indeks Kemajuan Sosial (Social Progress Index\/SPI).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah laporan yang dirilis oleh Lembaga Survei Indonesia Denny JA pada hari Senin (30 September) menyoroti peningkatan ini, dengan menekankan bahwa SPI adalah alat penting untuk mengevaluasi bagaimana pemerintah meningkatkan kesejahteraan warganya di luar angka-angka ekonomi semata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSkor Indonesia meningkat dari 61,65 pada tahun 2014 menjadi 67,22 pada tahun 2023, mencerminkan peningkatan di berbagai indikator kesejahteraan sosial. Peringkat SPI negara juga meningkat dari urutan ke-92 menjadi ke-80, menunjukkan standar hidup yang lebih baik meskipun masih ada tantangan yang terus berlanjut,\u201d demikian pernyataan LSI Denny JA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan tersebut mengatribusikan peningkatan kesejahteraan sosial kepada tiga faktor utama:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Akses ke Pendidikan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Administrasi Jokowi memperkenalkan program seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kartu Indonesia Pintar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Kartu Indonesia Pintar) untuk meningkatkan partisipasi pendidikan, terutama di kalangan keluarga berpenghasilan rendah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Layanan Kesehatan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memperluas akses ke layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang terpinggirkan, yang meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Infrastruktur Sosial<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Investasi besar dalam infrastruktur, seperti jalan dan fasilitas umum, telah meningkatkan akses ke layanan penting, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">LSI Denny JA juga menjelaskan mengapa SPI adalah ukuran keberhasilan yang berharga:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kualitas Hidup di Luar GDP<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Negara-negara dengan GDP tinggi masih bisa menghadapi ketimpangan sosial yang signifikan. SPI mengevaluasi faktor-faktor non-ekonomi seperti pendidikan, kesehatan, dan hak asasi manusia, yang sering diabaikan oleh indikator ekonomi tradisional.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Dampak Kebijakan Pemerintah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: SPI dengan jelas mencerminkan bagaimana kebijakan seperti perluasan cakupan kesehatan dan peningkatan akses pendidikan secara langsung memengaruhi kualitas hidup masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Perbandingan Global<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: SPI memungkinkan perbandingan antara negara-negara. Peningkatan peringkat Indonesia menunjukkan bahwa negara ini semakin sejajar dengan negara-negara maju dalam hal kesejahteraan sosial.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan juga mencatat bahwa administrasi Jokowi telah membuat kemajuan signifikan dalam program kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Program Keluarga Harapan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang memberikan bantuan tunai kepada keluarga miskin untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan dan pendidikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai kesimpulan, LSI Denny JA menyatakan bahwa SPI mencerminkan keberhasilan Jokowi dalam meningkatkan kebutuhan dasar, memperluas akses ke pendidikan dan layanan kesehatan, serta menciptakan lebih banyak peluang ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBerdasarkan SPI, 10 tahun kepemimpinan Jokowi dapat dianggap berhasil, namun upaya lebih lanjut diperlukan untuk mencapai kesetaraan penuh dan keadilan sosial di semua wilayah Indonesia,\u201d demikian disimpulkan dalam laporan tersebut. (RR)<\/span><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/portalberita.info\/2024\/10\/04\/jokowis-10-year-legacy-on-education-healthcare-and-infrastructure-an-analysis-of-the-international-spi-index\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Kesejahteraan sosial Indonesia telah meningkat secara signifikan selama dekade terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, seperti yang dilaporkan oleh Indeks Kemajuan Sosial (Social Progress Index\/SPI). Sebuah laporan yang dirilis oleh Lembaga Survei Indonesia Denny JA pada hari Senin (30 September) menyoroti peningkatan ini, dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14708,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-14707","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14707","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14707"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14707\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14708"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14707"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14707"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14707"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}