{"id":138275,"date":"2026-10-27T13:33:11","date_gmt":"2026-10-27T06:33:11","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/27\/ada-rahasia-apa-di-balik-kematian-dini-dan-anaknya-keluarga-desak-polisi-bongkar-motif-aslinya\/"},"modified":"2026-10-27T13:33:11","modified_gmt":"2026-10-27T06:33:11","slug":"ada-rahasia-apa-di-balik-kematian-dini-dan-anaknya-keluarga-desak-polisi-bongkar-motif-aslinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/27\/ada-rahasia-apa-di-balik-kematian-dini-dan-anaknya-keluarga-desak-polisi-bongkar-motif-aslinya\/","title":{"rendered":"Ada Rahasia Apa di Balik Kematian Dini dan Anaknya? Keluarga Desak Polisi Bongkar Motif Aslinya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Dugaan motif pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), oleh suami siri korban, Dwi Bagus (40), masih didalami polisi. Pemeriksaan awal mengarah pada persoalan emosi dan kecemburuan yang diduga berkaitan dengan komunikasi pelaku bersama istri sahnya.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Kombes Roy HM Sihombing, menyebut pertengkaran yang melatarbelakangi peristiwa tersebut diduga dipicu rasa cemburu korban. Namun, polisi masih menggali lebih jauh rangkaian kejadian yang berujung pada pembunuhan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Motifnya kemungkinan masalah dendam ya, emosi. Emosi karena memang peristiwa yang melatarbelakangi bahwa pada saat itu si suami ini juga kan punya istri sah. Nah, ada komunikasi dengan istri sah. Kemudian yang perempuannya merasa cemburu,&#8221; ungkap Roy, dilansir detikJatim, Selasa (27\/10\/2026).<\/p>\n<p>Berdasarkan pemeriksaan awal, pertengkaran diduga terjadi di sebuah hotel di Kota Madiun. Pelaku diduga mencekik Dini hingga meninggal dunia, kemudian membunuh Arshaka di dalam mobil. Setelah itu, pelaku berupaya menghilangkan jejak dengan membakar dan menggiling jenazah korban.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah dibakar, dimasukkan ke dalam penggilingan daging ya. Kemudian setelah itu dibakar lagi dan baru rencananya dibuang ke laut,&#8221; lanjut Roy.<\/p>\n<p>Di sisi lain, keluarga korban mempertanyakan apakah kecemburuan cukup menjelaskan kekejaman dalam kasus tersebut. Kuasa hukum keluarga, Ikbal Sermaf, menyebut ada pesan singkat yang mengindikasikan Dini sempat mengalami ketakutan dan enggan kembali ke Madiun.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read641815\/kasus-kematian-bocah-down-syndrome-di-surabaya-ini-langkah-pemkot-untuk-keluarga-kedua-belah-pihak\">Kasus Kematian Bocah Down Syndrome di Surabaya, Ini Langkah Pemkot untuk Keluarga Kedua Belah Pihak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Jadi ketakutan itu ada, mungkin bahasa-bahasa yang menjadi ketakutan bagi korban itu sendiri lewat send-message sehingga korban berpikir ada ancaman. Kalau motivasi dia melakukan ini, kalau dasar cocok-cocok, itu kan umum, tapi kami belum menemukan orkestrasi sampai terjadi pembunuhan yang cukup sadis ini,&#8221; tegas Ikbal.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Pernyataan kuasa hukum tersebut menunjukkan masih adanya pertanyaan dari pihak keluarga mengenai latar belakang pembunuhan. Polisi masih perlu mendalami bukti dan keterangan yang ada untuk mengungkap secara utuh motif serta rangkaian peristiwa yang menewaskan Dini dan anaknya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read643729\/ada-rahasia-apa-di-balik-kematian-dini-dan-anaknya-keluarga-desak-polisi-bongkar-motif-aslinya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Dugaan motif pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), oleh suami siri korban, Dwi Bagus (40), masih didalami polisi. Pemeriksaan awal mengarah pada persoalan emosi dan kecemburuan yang diduga berkaitan dengan komunikasi pelaku bersama istri sahnya. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Kombes Roy HM Sihombing, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":138276,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-138275","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138275","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=138275"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138275\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/138276"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=138275"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=138275"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=138275"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}