{"id":137741,"date":"2026-10-26T19:29:52","date_gmt":"2026-10-26T12:29:52","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/26\/kalau-dki-yang-bangun-nanti-salah\/"},"modified":"2026-10-26T19:29:52","modified_gmt":"2026-10-26T12:29:52","slug":"kalau-dki-yang-bangun-nanti-salah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/26\/kalau-dki-yang-bangun-nanti-salah\/","title":{"rendered":"Kalau DKI yang Bangun, Nanti Salah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti pembangunan halte Transjabodetabek di Kota Bekasi yang hingga kini belum terealisasi. Ia menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebenarnya tidak keberatan jika harus turun tangan membangun fasilitas tersebut, tetapi khawatir langkah itu justru menimbulkan persoalan kewenangan.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cSebab kalau haltenya enggak dibangun, nanti kami yang bangunin, nanti salah malahan,\u201d kafa Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (26\/10\/2026).<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read643471\/pemprov-dki-pemkot-bekasi-perpanjang-kerja-sama-pengelolaan-tpst-bantargebang-hingga-5-tahun\">Pemprov DKI-Pemkot Bekasi Perpanjang Kerja Sama Pengelolaan TPST Bantargebang hingga 5 Tahun<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pramono mengungkapkan, dirinya kerap menerima keluhan dari pengguna Transjabodetabek, khususnya warga Bekasi, mengenai halte yang belum tersedia di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>\u201cAda pertanyaan dari para pengguna, terutama dari warga Bekasi, \u2018Kenapa haltenya enggak dibangun-bangun?\u2019 begitu,\u201d tutur Pramono.<\/p>\n<p>Pramono mengklaim bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak keberatan apabila harus membangun halte untuk menunjang layanan transportasi di wilayah tersebut. Namun, persoalan pembagian kewenangan antarpemerintah daerah menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan.<\/p>\n<p>\u201cTetapi kalau enggak dibangun, nanti kami yang bangunin enggak apa-apa juga,\u201d tambahnya Pramono.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Pramono menilai koordinasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi perlu diperkuat untuk meningkatkan konektivitas transportasi umum. Ketersediaan infrastruktur pendukung dinilai penting guna mempermudah mobilitas masyarakat.<\/p>\n<p>Pramono merinci bahwa jumlah penumpang Transjabodetabek yang menuju Bekasi saat ini berkisar 4.000 hingga 5.000 orang per hari. Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan rute menuju Bogor yang mencatat sekitar 8.000 hingga 10.000 penumpang setiap hari.<\/p>\n<p>\u201cSekarang memang yang paling tinggi itu Bogor. Bogor itu harian antara 8.000 sampai 10.000, Bekasi antara 4.000\u20135.000,\u201d jelas Pramono.<\/p>\n<p>Menurut Pramono, peningkatan konektivitas dan penyediaan fasilitas transportasi yang memadai berpotensi mendorong pertumbuhan jumlah pengguna Transjabodetabek di wilayah penyangga Jakarta, termasuk Bekasi.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Ia juga menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak membedakan asal daerah masyarakat dalam memberikan pelayanan publik. Karena itu, ia berharap kerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi dapat berjalan optimal, termasuk dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi umum bagi warga kedua wilayah.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read643531\/pramono-soal-halte-transjabodetabek-di-bekasi-kalau-dki-yang-bangun-nanti-salah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti pembangunan halte Transjabodetabek di Kota Bekasi yang hingga kini belum terealisasi. Ia menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebenarnya tidak keberatan jika harus turun tangan membangun fasilitas tersebut, tetapi khawatir langkah itu justru menimbulkan persoalan kewenangan. \u201cSebab kalau haltenya enggak dibangun, nanti kami yang bangunin, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":137742,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-137741","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137741","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137741"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137741\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/137742"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}