{"id":137423,"date":"2026-10-26T10:24:35","date_gmt":"2026-10-26T03:24:35","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/26\/ekspor-ikm-fesyen-dan-kriya-tembus-us184-ribu-lampaui-capaian-2025\/"},"modified":"2026-10-26T10:24:35","modified_gmt":"2026-10-26T03:24:35","slug":"ekspor-ikm-fesyen-dan-kriya-tembus-us184-ribu-lampaui-capaian-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/26\/ekspor-ikm-fesyen-dan-kriya-tembus-us184-ribu-lampaui-capaian-2025\/","title":{"rendered":"Ekspor IKM Fesyen dan Kriya Tembus US$184 Ribu, Lampaui Capaian 2025"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Ekspor industri kecil dan menengah (IKM) fesyen dan kriya binaan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencapai US$184.941 sepanjang Januari-September 2026. Nilai tersebut melampaui total ekspor sepanjang 2025 yang tercatat US$150.191.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Kenaikan ini menunjukkan peluang produk fesyen dan kriya Indonesia di pasar internasional masih terbuka. Namun, untuk mempertahankan pertumbuhan tersebut, pelaku usaha perlu memperkuat kapasitas produksi, menjaga kualitas, dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen global.<\/p>\n<p>Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Indonesia menjadi modal bagi pengembangan industri fesyen dan kriya. Potensi tersebut perlu didukung kemampuan bisnis agar produk lokal tidak hanya menarik dari sisi desain, tetapi juga mampu memenuhi permintaan pasar.<\/p>\n<p>&#8220;Industri fesyen dan kriya memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena Indonesia mempunyai kekayaan budaya, kreativitas, dan keterampilan masyarakat yang sangat beragam. Potensi tersebut harus kita dorong menjadi kekuatan industri yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah, memiliki daya saing, dan diterima pasar internasional,&#8221; ujar Sarmuji saat mengunjungi Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (24\/10).<\/p>\n<p>Menurut Sarmuji, pengembangan IKM tidak cukup berhenti pada inovasi desain. Pelaku usaha juga harus memiliki kemampuan produksi yang memadai, menjaga konsistensi kualitas, memahami selera konsumen, serta membangun strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan pasar.<\/p>\n<p>Pemerintah, lanjutnya, perlu memastikan pendampingan bagi IKM berlangsung secara berkelanjutan, mulai dari pengembangan produk hingga pembukaan akses pasar.<\/p>\n<h2><strong>Ekspor Berpotensi Tumbuh 68,8%<\/strong><\/h2>\n<p>Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Reni Yanita mengatakan, nilai ekspor IKM binaan BPIFK selama Januari-September 2026 berasal dari 25 pelaku usaha. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025, ketika ekspor sebesar US$150.191 dihasilkan oleh 17 IKM.<\/p>\n<p>BPIFK juga mengidentifikasi potensi ekspor sebesar US$68.533 pada triwulan IV 2026 yang melibatkan 13 IKM. Jika seluruh potensi tersebut terealisasi, total ekspor sepanjang tahun ini diproyeksikan mencapai US$253.474, naik 68,8% dibandingkan tahun lalu.<\/p>\n<p>Meski demikian, angka pada triwulan IV tersebut masih berupa potensi, bukan realisasi ekspor. Capaian akhir tahun akan bergantung pada sejauh mana peluang bisnis yang telah diidentifikasi dapat diwujudkan.<\/p>\n<p>&#8220;Program pembinaan yang kami jalankan diarahkan agar IKM dapat berkembang secara berkelanjutan. Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong inovasi desain, peningkatan kapasitas produksi, penguatan manajemen usaha, serta membuka peluang kemitraan dan pemasaran,&#8221; kata Reni.<\/p>\n<p>Sepanjang 2018-2026, BPIFK telah membina 525 IKM yang tersebar di 30 provinsi. Sebanyak 369 IKM berasal dari Pulau Jawa, 54 IKM dari Bali, 43 IKM dari Sumatera, dan 34 IKM dari Sulawesi. Sisanya berasal dari sejumlah wilayah lain di Indonesia.<\/p>\n<p>Produk IKM binaan tersebut telah menjangkau 22 negara di Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika. Sebanyak 16 IKM juga telah menjalin kemitraan dengan jaringan ritel, department store, pemasok, hingga sektor perhotelan. Mitra yang disebut antara lain SOGO, Metro, Sarinah, Uniqlo Neighbourhood, serta Amayi Hotel &amp; Resort.<\/p>\n<p>Sejumlah pelaku usaha binaan BPIFK menunjukkan perkembangan setelah mengikuti program pendampingan. Salah satunya Eboni Watch, usaha jam tangan asal Klaten yang menjadi alumni Creative Business Incubator (CBI) pada 2018.<\/p>\n<p>Omzet Eboni Watch meningkat dari Rp2,16 miliar pada 2019 menjadi Rp4,5 miliar pada 2025. Dalam periode yang sama, kapasitas produksinya bertambah dari 200 unit menjadi 2.500 unit per bulan.<\/p>\n<p>Perkembangan serupa ditunjukkan Bigissimo, alumni CBI 2019 asal Salatiga. Omzet perusahaan tersebut naik dari Rp1,3 miliar pada 2019 menjadi Rp14 miliar pada 2024. Usaha itu juga berkembang dari skala industri kecil menjadi industri menengah.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kominela, pelaku usaha asal Denpasar yang juga merupakan alumni CBI 2019, berhasil memperluas jangkauan pasarnya ke tingkat internasional. Produk perusahaan tersebut digunakan sejumlah merek internasional, termasuk Rosa Bloom yang dikenakan penyanyi Taylor Swift dan Maria Malo yang digunakan Ratu Letizia dari Spanyol.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read643381\/ikm-fesyen-dibidik-naik-kelas-kemenperin-soroti-legalitas-usaha\">IKM Fesyen Dibidik Naik Kelas, Kemenperin Soroti Legalitas Usaha<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read643246\/kemenperin-matikan-situs-sementara-akibat-php2shell\">Kemenperin Matikan Situs Sementara Akibat PHP2Shell<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sarmuji juga menyoroti peluang produk fesyen dan kriya berbasis keberlanjutan. Menurut dia, karya yang memadukan kreativitas, material ramah lingkungan, dan kearifan lokal berpeluang menjangkau konsumen di luar negeri.<\/p>\n<p>&#8220;Hal ini sejalan dengan tren di luar negeri, bahwa produk sustainable peminatnya terus meningkat, sehingga peluang memperluas pasar hingga ke luar negeri untuk produk kreatif ini semakin terbuka lebar,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<h2><strong>Andalkan Inkubasi dan Akses Pasar<\/strong><\/h2>\n<p>Untuk mendorong lebih banyak IKM menembus pasar internasional, BPIFK menjalankan sejumlah program yang mencakup pengembangan desain, inkubasi bisnis, pendampingan ekspor, dan literasi digital.<\/p>\n<p>Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto mengatakan, program tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha sejak tahap pengembangan ide hingga pemasaran produk. Beberapa program yang dijalankan meliputi Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA), Design Lab, Creative Business Incubator, Coaching Export, serta LENTERA untuk penguatan literasi digital.<\/p>\n<p>Melalui CBI, pelaku IKM mendapatkan pembinaan selama dua tahun yang mencakup kewirausahaan, manajemen, penyusunan strategi bisnis, serta pendampingan bersama mentor. Adapun Design Lab mempertemukan desainer dengan pelaku IKM untuk mengembangkan produk yang inovatif dan sesuai kebutuhan pasar.<\/p>\n<p>BPIFK juga memfasilitasi promosi produk di pasar internasional. Dalam pameran Home InStyle di Hong Kong pada April 2026, tiga IKM binaan memperoleh kesempatan memperkenalkan produk kepada calon pembeli global.<\/p>\n<p>Salah satunya Koto Batu yang meraih penghargaan Best of Show Award pada European Product Design Award x HKTDC Home InStyle 2026 melalui karya Felora.<\/p>\n<p>Di luar pengembangan produk dan pemasaran, BPIFK menyediakan konsultasi legalitas usaha tanpa biaya melalui program SINI BISA. Layanan tersebut mencakup pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), pelaporan melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), serta sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk industri kecil.<\/p>\n<p>Dickie mengatakan, penguatan kemitraan dengan industri besar, jaringan ritel, lembaga pembiayaan, dan mitra internasional akan terus dilakukan untuk memperluas peluang usaha IKM.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Peningkatan ekspor yang telah dicatatkan menjadi salah satu indikator perkembangan tersebut. Namun, realisasi potensi ekspor pada akhir tahun dan kemampuan pelaku usaha mempertahankan pasar internasional akan menjadi penentu keberlanjutan pertumbuhan IKM fesyen dan kriya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read643336\/ekspor-ikm-fesyen-dan-kriya-tembus-us184-ribu-lampaui-capaian-2025\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Ekspor industri kecil dan menengah (IKM) fesyen dan kriya binaan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencapai US$184.941 sepanjang Januari-September 2026. Nilai tersebut melampaui total ekspor sepanjang 2025 yang tercatat US$150.191. Kenaikan ini menunjukkan peluang produk fesyen dan kriya Indonesia di pasar internasional masih terbuka. Namun, untuk mempertahankan pertumbuhan tersebut, pelaku usaha perlu memperkuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":49776,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-137423","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137423"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137423\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49776"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}