{"id":137313,"date":"2026-10-26T07:04:57","date_gmt":"2026-10-26T00:04:57","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/26\/menag-nasaruddin-umar-ungkap-makna-sarung-dan-peci-bagi-identitas-bangsa\/"},"modified":"2026-10-26T07:04:57","modified_gmt":"2026-10-26T00:04:57","slug":"menag-nasaruddin-umar-ungkap-makna-sarung-dan-peci-bagi-identitas-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/26\/menag-nasaruddin-umar-ungkap-makna-sarung-dan-peci-bagi-identitas-bangsa\/","title":{"rendered":"Menag Nasaruddin Umar Ungkap Makna Sarung dan Peci bagi Identitas Bangsa"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Sarung dan peci bukan sekadar pakaian tradisional, tetapi juga memiliki nilai sosial dan filosofis yang berkaitan dengan identitas bangsa. Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai kedua busana tersebut perlu terus diperkenalkan sebagai bagian dari upaya merawat budaya Nusantara.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Nasaruddin menjelaskan, sarung mencerminkan kebersamaan, kesetaraan, dan kebebasan yang inklusif bagi berbagai kelompok masyarakat. Sementara itu, peci memiliki kedudukan sebagai simbol kehormatan dan kewibawaan yang telah menjadi bagian dari busana nasional dalam berbagai kegiatan resmi kenegaraan.<\/p>\n<p>Menurut Nasaruddin, kemajuan suatu bangsa tidak harus ditandai dengan meninggalkan tradisi yang telah berkembang di masyarakat. Sebaliknya, bangsa yang maju dapat mempertahankan identitas budayanya sekaligus menunjukkan rasa percaya diri dalam pergaulan internasional.<\/p>\n<p>Ia juga mencontohkan masyarakat di berbagai negara yang tetap mempertahankan busana tradisional sebagai simbol kebanggaan. Tradisi tersebut, menurutnya, dapat berjalan beriringan dengan perkembangan zaman.<\/p>\n<p>Pandangan itu disampaikan Nasaruddin saat membuka Festival Sarung dan Peci Santri 2026 di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta, Sabtu (24\/10\/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan Direktorat Jenderal Pesantren sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga menggagas penggunaan sarung dan peci sekali dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin untuk memperkuat kebanggaan terhadap tradisi bangsa.<\/p>\n<p>&#8220;Festival sarung dan peci ini sebetulnya harus menjadi sebuah kegiatan rutin di Kementerian Agama. Saya setuju kalau seandainya teman-teman sepakat, sekali seminggu kita pakai sarung dan peci,&#8221; ujar Nasaruddin, sebagaimana dilansir Antara.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read643283\/menag-nasaruddin-umar-usulkan-asn-kemenag-pakai-sarung-dan-peci-seminggu-sekali\">Menag Nasaruddin Umar Usulkan ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meski demikian, ia menegaskan gagasan tersebut tidak dimaksudkan sebagai aturan wajib yang mengikat seluruh ASN. Penggunaan sarung dan peci tetap berupa anjuran dengan mempertimbangkan kenyamanan serta kebutuhan pegawai saat bekerja.<\/p>\n<p>Gagasan Menag itu turut direspons Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said. Ia mengusulkan gerakan Selasa Bersarung di lingkungan Ditjen Pesantren dengan menetapkan satu hari kerja khusus untuk mengenakan sarung, jika mendapat persetujuan Nasaruddin.<\/p>\n<p>Basnang menjelaskan, Selasa dipilih karena ASN mengenakan seragam putih pada hari tersebut. Menurutnya, seragam itu cocok dipadukan dengan berbagai jenis sarung.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan bahwa pakaian tradisional tidak semestinya menjadi tolok ukur untuk menilai modern atau tidaknya seseorang.<\/p>\n<p>\u201cPadahal, ukuran modern atau tradisional itu bukanlah terletak pada pakaian yang kita kenakan, melainkan pada cara berpikir dan cara kita memandang sesuatu,\u201d ucap Basnang.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Melalui gagasan penggunaan sarung dan peci serta usulan Selasa Bersarung, Kemenag mengangkat kembali tradisi sebagai bagian dari identitas budaya. Pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk persetujuan untuk usulan khusus di lingkungan Ditjen Pesantren.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read643340\/menag-nasaruddin-umar-ungkap-makna-sarung-dan-peci-bagi-identitas-bangsa\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Sarung dan peci bukan sekadar pakaian tradisional, tetapi juga memiliki nilai sosial dan filosofis yang berkaitan dengan identitas bangsa. Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai kedua busana tersebut perlu terus diperkenalkan sebagai bagian dari upaya merawat budaya Nusantara. Nasaruddin menjelaskan, sarung mencerminkan kebersamaan, kesetaraan, dan kebebasan yang inklusif bagi berbagai kelompok masyarakat. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":34073,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-137313","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137313","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137313"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137313\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34073"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}