{"id":137078,"date":"2026-10-25T21:15:58","date_gmt":"2026-10-25T14:15:58","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/25\/child-grooming-kekerasan-seksual-yang-dibungkus-permainan\/"},"modified":"2026-10-25T21:15:58","modified_gmt":"2026-10-25T14:15:58","slug":"child-grooming-kekerasan-seksual-yang-dibungkus-permainan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/25\/child-grooming-kekerasan-seksual-yang-dibungkus-permainan\/","title":{"rendered":"Child Grooming, Kekerasan Seksual yang Dibungkus Permainan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">KORAN MANDALA<\/a><\/strong> \u2013 Perilaku manipulatif menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak.<\/p>\n<p>Pelaku dapat memanfaatkan ketergantungan anak kepada orang dewasa hingga membuat tindakan yang keliru seolah-olah wajar.<\/p>\n<p>Psikolog pendidikan Listia Rahmandaru G. menjelaskan, anak yang masih polos dapat mengalami kesulitan memahami situasi yang dialaminya, terutama ketika orang dewasa berusaha meyakinkan bahwa tindakan yang dilakukan merupakan sesuatu yang biasa.<\/p>\n<p>Menurut Listia, manipulasi dapat dilakukan dengan membangun situasi yang membuat anak tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi. Pola tersebut juga bisa memanfaatkan ketergantungan anak kepada orang dewasa dan mengarah pada child grooming.<\/p>\n<p>\u201cJangan sampai ada manipulasi dalam bentuk membangun situasi yang membuat anak sulit memahami apa yang sedang terjadi atau memanfaatkan ketergantungan anak kepada orang dewasa. Arahnya bisa ke child grooming,\u201d ungkap Listia. saat dihubungi Koran Mandala Minggu (25\/10\/2026)<\/p>\n<p>Ia mencontohkan, ketika anak mempertanyakan alasan dirinya diminta melakukan sesuatu, orang dewasa dapat berusaha meyakinkannya bahwa tindakan tersebut hanya sebuah permainan biasa. Padahal, tindakan itu merupakan bentuk kekerasan seksual.<\/p>\n<p>\u201cPadahal itu bentuk kekerasan seksual, tetapi dia bilangnya, \u2018Ini mah kita lagi main aja kok, emang caranya gini biar enak.\u2019 Bentuk manipulasi seperti itu, intinya anak dibohongi,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Listia juga mengingatkan bahwa perilaku manipulatif terkadang sulit dikenali. Seseorang yang diduga melakukan kekerasan seksual bisa saja terlihat baik-baik saja dalam kehidupan sosial maupun profesionalnya.<\/p>\n<p>Karena itu, masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan penampilan, status sosial, profesi, ataupun reputasi seseorang untuk menilai apakah orang tersebut aman bagi anak.<\/p>\n<p>\u201cKita tidak bisa mengandalkan penampilan, status sosial, profesi, atau reputasi seseorang untuk menentukan dia itu aman atau tidak buat anak,\u201d tegasnya<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/daerah\/224524\/child-grooming-kekerasan-seksual-yang-dibungkus-permainan\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KORAN MANDALA \u2013 Perilaku manipulatif menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak. Pelaku dapat memanfaatkan ketergantungan anak kepada orang dewasa hingga membuat tindakan yang keliru seolah-olah wajar. Psikolog pendidikan Listia Rahmandaru G. menjelaskan, anak yang masih polos dapat mengalami kesulitan memahami situasi yang dialaminya, terutama ketika orang dewasa berusaha [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28306,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-137078","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"4 hours ago","modified":"4 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137078","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137078"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137078\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28306"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137078"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137078"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137078"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}