{"id":136342,"date":"2026-10-24T19:01:56","date_gmt":"2026-10-24T12:01:56","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/24\/costive-rilis-where-the-ashes-hide-kisah-orang-terdekat\/"},"modified":"2026-10-24T19:01:56","modified_gmt":"2026-10-24T12:01:56","slug":"costive-rilis-where-the-ashes-hide-kisah-orang-terdekat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/24\/costive-rilis-where-the-ashes-hide-kisah-orang-terdekat\/","title":{"rendered":"Costive Rilis \u201cWhere the Ashes Hide\u201d, Kisah Orang Terdekat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>Costive, unit emo asal Malang, memilih kisah tentang kedekatan yang berubah menjadi keterasingan sebagai tema single terbarunya, \u201cWhere the Ashes Hide\u201d. Lagu berwarna alternative rock ini dirilis pada akhir Oktober 2026 di bawah naungan Haum Entertainment.<\/p>\n<p>Alih-alih menggambarkan perpisahan secara langsung, Costive menyampaikan perubahan hubungan itu melalui benda dan suasana sehari-hari. Ponsel yang tertelungkup, meja kosong, mantel yang tertinggal, hingga aroma bensin yang masih menggantung di udara menjadi detail yang membangun cerita tentang seseorang yang perlahan kehilangan tempat dalam kehidupan orang lain.<\/p>\n<h2>Metafora api dan musim<\/h2>\n<p>Lagu tersebut ditulis oleh Marcellino. Dalam \u201cWhere the Ashes Hide\u201d, pergantian musim, api yang padam, dan abu yang tersembunyi digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan hubungan yang tidak lagi memiliki nyala seperti sebelumnya.<\/p>\n<p>Nuansa lagu menjadi lebih gelap ketika memasuki bagian interlude. Di penghujung lagu, cerita ditutup dengan kesadaran pahit bahwa sosok yang dahulu begitu dekat kini hanya tersisa sebagai bagian dari masa lalu.<\/p>\n<p>\u201cInti dari lagu ini sebenarnya memaparkan bahwa ada masa ketika kita mengenal seseorang begitu dekat, sampai akhirnya harus menerima bahwa dia kini hanya menjadi orang asing yang pernah kita kenal,\u201d ujar Marcellino, Sabtu (24\/10\/2026).<\/p>\n<p>Bagi Costive, tema tersebut tidak berhenti pada kisah berakhirnya sebuah hubungan. Lagu ini juga menyoroti sisa perasaan yang tertinggal setelah sesuatu yang pernah membara akhirnya padam, ketika kepergian seseorang tidak serta-merta menghapus bekas yang ditinggalkan.<\/p>\n<h2>Produksi berlangsung sejak Juli<\/h2>\n<p>Produksi single dimulai pada pertengahan Juli 2026 dan berlangsung hingga September. Costive mengerjakan produksi bersama di H4ze Studio milik Marcellino. Sementara itu, perekaman drum dilakukan Ivan di Virtuoso Music Studio Malang.<\/p>\n<p>Tahap mixing dan mastering dipercayakan kepada Yudhistiro Lilo P. di W8 Project Studio. Setelah seluruh proses produksi rampung, pengerjaan berlanjut ke tahap pascaproduksi pada Oktober 2026 sebelum lagu dirilis pada akhir bulan tersebut.<\/p>\n<p>Costive saat ini diperkuat lima personel. Aldy mengisi vokal, Poteh memainkan lead guitar, Marcellino menangani rhythm guitar, Reyhan berada di posisi bass, sedangkan Ivan mengisi drum.<\/p>\n<p>Usai merilis \u201cWhere the Ashes Hide\u201d, kelompok ini berencana melanjutkan pengerjaan materi baru. Mereka juga membuka peluang untuk tampil di sejumlah panggung musik lokal, meski beberapa personelnya tengah menjalankan usaha kuliner.<\/p>\n<p>\u201cUntuk rencana selanjutnya setelah perilisan single ini, kami akan masih meneruskan produksi lagu lainnya di studio. Kami juga mungkin akan mengusahakan tampil di gigs-gigs lokal di sela-sela kesibukan kewirausahaan beberapa anggota kami di bidang kuliner,\u201d ucap Aldy.<\/p>\n<p><a target=\"_blank\" href=\"https:\/\/times.co.id\/costive-rilis-where-the-ashes-hide-kisah-pahit-saat-orang-terdekat-berubah-jadi-asing\">Source link<\/a><\/p>\n<p>\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t\t\t\t<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/portalberita.info\/2026\/10\/24\/costive-rilis-where-the-ashes-hide-kisah-orang-terdekat\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Costive, unit emo asal Malang, memilih kisah tentang kedekatan yang berubah menjadi keterasingan sebagai tema single terbarunya, \u201cWhere the Ashes Hide\u201d. Lagu berwarna alternative rock ini dirilis pada akhir Oktober 2026 di bawah naungan Haum Entertainment. Alih-alih menggambarkan perpisahan secara langsung, Costive menyampaikan perubahan hubungan itu melalui benda dan suasana sehari-hari. Ponsel yang tertelungkup, meja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31685,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-136342","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136342","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=136342"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136342\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31685"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=136342"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=136342"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=136342"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}