{"id":135211,"date":"2026-10-23T06:45:14","date_gmt":"2026-10-22T23:45:14","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/23\/konten-kreator-ngaku-ditawari-rp80-juta-untuk-bungkam-soal-karhutla-nasibnya-kini-terancam\/"},"modified":"2026-10-23T06:45:14","modified_gmt":"2026-10-22T23:45:14","slug":"konten-kreator-ngaku-ditawari-rp80-juta-untuk-bungkam-soal-karhutla-nasibnya-kini-terancam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/23\/konten-kreator-ngaku-ditawari-rp80-juta-untuk-bungkam-soal-karhutla-nasibnya-kini-terancam\/","title":{"rendered":"Konten Kreator Ngaku Ditawari Rp80 Juta untuk Bungkam soal Karhutla, Nasibnya Kini Terancam"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Pengakuan kreator konten asal Medan, Sumatera Utara, Rahmat Hidayat alias Aleh, soal tawaran uang Rp80 juta agar tidak membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berujung laporan polisi. Aleh kini dilaporkan ke Polda Sumatera Utara atas dugaan penyebaran berita bohong.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Laporan tersebut diterima Subdirektorat Siber Polda Sumut pada Senin (19\/10\/2026). Direktur Reserse Siber Polda Sumut Kombes Pol Bayu Wicaksono mengatakan, pihaknya masih mendalami perkara itu, termasuk menelusuri identitas pemilik nomor yang menghubungi Aleh.<\/p>\n<p>Kasus ini bermula dari unggahan video Aleh di akun Instagram pribadinya, @alehhhh22, pada Jumat (16\/10\/2026) malam. Dalam video tersebut, ia menunjukkan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menurut pengakuannya berisi tawaran kerja sama senilai Rp80 juta dengan syarat tidak membahas isu karhutla.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read642647\/pemerintah-dituduh-minta-platform-hapus-konten-kritik-komdigi-bantu-kami\">Pemerintah Dituduh Minta Platform Hapus Konten Kritik, Komdigi: Bantu Kami&#8230;<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kacau, aku baru dapat tawaran kerja sama malam ini mengenai untuk tidak membahas isu bencana Karhutla. Negara sakit, ini siapa ini. Rakyat bayar pajak untuk bayar kayak ginian, wow ngeri,&#8221; ungkap Aleh dalam video tersebut.<\/p>\n<p>Namun, setelah unggahan itu menyebar di media sosial, Aleh menghapus kontennya dan mengunggah video permintaan maaf melalui kanal YouTube pribadinya. Ia mengakui telah lalai karena memublikasikan tangkapan layar percakapan tanpa lebih dahulu memastikan identitas pengirim pesan.<\/p>\n<p>Aleh mengaku sempat menelusuri nomor yang menghubunginya melalui aplikasi Getcontact. Dari hasil penelusuran itu, ia menduga nomor tersebut berkaitan dengan penipuan jual-beli atau TikTok Shop.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau mungkin aku ada salah, sudah membuat kegaduhan dalam postinganku, aku minta maaf. Ini sudah pasti ada oknum yang mencari kegaduhan di sini memecah bangsa,&#8221; sebut dia.<\/p>\n<p>Meski unggahan telah dihapus dan permintaan maaf disampaikan, laporan terhadap Aleh tetap diproses. Bayu menegaskan, penyidik masih mendalami dugaan penyebaran berita bohong dan dapat menelusuri bukti digital meskipun konten yang dipersoalkan sudah tidak tersedia di media sosial.<\/p>\n<p>&#8220;Dilaporkan itu dikaitkan dengan penyebaran berita bohong. Meskipun postingan di akun media sosial Aleh telah hilang, polisi masih bisa mendalaminya lewat jejak digital,&#8221; katanya.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Selain memeriksa jejak digital, polisi juga berupaya mengidentifikasi pemilik nomor yang menghubungi Aleh. Bayu mengatakan, pihaknya telah mengirimkan panggilan pemeriksaan kepada kreator konten tersebut, yang mengaku bersedia hadir.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read642904\/konten-kreator-ngaku-ditawari-rp80-juta-untuk-bungkam-soal-karhutla-nasibnya-kini-terancam\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Pengakuan kreator konten asal Medan, Sumatera Utara, Rahmat Hidayat alias Aleh, soal tawaran uang Rp80 juta agar tidak membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berujung laporan polisi. Aleh kini dilaporkan ke Polda Sumatera Utara atas dugaan penyebaran berita bohong. Laporan tersebut diterima Subdirektorat Siber Polda Sumut pada Senin (19\/10\/2026). Direktur Reserse [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":78530,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-135211","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135211","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=135211"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135211\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=135211"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=135211"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=135211"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}