{"id":134992,"date":"2026-10-22T23:10:23","date_gmt":"2026-10-22T16:10:23","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/22\/industri-susu-ri-masih-bergantung-impor-80-menperin-dorong-peternak-lokal\/"},"modified":"2026-10-22T23:10:23","modified_gmt":"2026-10-22T16:10:23","slug":"industri-susu-ri-masih-bergantung-impor-80-menperin-dorong-peternak-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/22\/industri-susu-ri-masih-bergantung-impor-80-menperin-dorong-peternak-lokal\/","title":{"rendered":"Industri Susu RI Masih Bergantung Impor 80%, Menperin Dorong Peternak Lokal"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Industri pengolahan susu nasional masih menghadapi persoalan ketergantungan bahan baku impor. Pada 2025, kebutuhan bahan baku industri ini mencapai sekitar 4,95 juta ton setara susu segar, dengan sekitar 80% di antaranya masih dipenuhi dari impor.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menilai penguatan produksi susu dalam negeri perlu dilakukan dari sektor hulu, terutama melalui peningkatan populasi sapi perah dan produktivitas peternak lokal.<\/p>\n<p>Menurut dia, industri pengolahan tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan pasokan bahan baku domestik yang memadai. Karena itu, pengembangan industri susu perlu melibatkan peternak, koperasi, dan perusahaan pengolahan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita berharap susu bisa diproduksi semaksimal mungkin di dalam negeri. Kalau bisa, yang diimpor itu sapinya, kemudian dipelihara oleh peternak Indonesia. Peternaknya dilatih dan diedukasi agar menghasilkan susu yang banyak dan berkualitas. Itu akan lebih baik,&#8221; tutur Sarmuji saat melakukan kunjungan kerja ke PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory) di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (22\/10).<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut menyoroti tantangan industri susu nasional, yakni meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri agar dapat memenuhi kebutuhan industri pengolahan yang terus memerlukan pasokan bahan baku.<\/p>\n<p>Sarmuji menekankan, peningkatan produksi susu segar tidak cukup hanya dengan menambah jumlah sapi perah. Kualitas susu, produktivitas peternak, serta dukungan teknologi juga diperlukan agar pasokan domestik sesuai dengan kebutuhan industri.<\/p>\n<p>Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun mendorong penguatan kemitraan antara perusahaan pengolahan susu, koperasi, dan peternak lokal. Dukungan yang dikembangkan mencakup teknologi pendinginan, digitalisasi tempat penampungan susu, serta program restrukturisasi mesin dan peralatan industri.<\/p>\n<p>Hingga 2026, digitalisasi telah diterapkan pada 96 tempat penampungan susu di sembilan koperasi di Jawa Barat dan Jawa Timur. Program tersebut melibatkan lebih dari 12.000 peternak sapi perah.<\/p>\n<h2>Cimory Serap Susu dari Peternak Lokal<\/h2>\n<p>Dalam kunjungan tersebut, Sarmuji juga menyoroti peran industri pengolahan dalam menyerap produksi susu segar dalam negeri. Cimory menjadi salah satu perusahaan yang menjalin kemitraan dengan peternak lokal.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Kemenperin, Cimory bermitra dengan 18.458 peternak sapi perah sepanjang 2025 dan menyerap sekitar 26,42 juta liter susu segar dalam negeri.<\/p>\n<p>Direktur Manufacturing PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, Pamungkas Bayu Triprasetyo, mengatakan pasokan susu segar domestik masih terbatas sehingga perusahaan belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan bahan bakunya dari peternak lokal.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read642761\/setelah-china-menperin-pantau-ketat-dugaan-dumping-keramik-dari-india\">Setelah China, Menperin Pantau Ketat Dugaan Dumping Keramik dari India<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read642418\/menperin-buka-opsi-relaksasi-impor-keramik-produk-lokal-tetap-diproteksi\">Menperin Buka Opsi Relaksasi Impor Keramik, Produk Lokal Tetap Diproteksi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Saat ini, sekitar 20\u201330% kebutuhan bahan baku susu Cimory dipenuhi dari susu segar dalam negeri yang dipasok peternak di Jawa Barat dan Jawa Timur. Adapun kebutuhan lainnya masih dipenuhi menggunakan susu bubuk impor.<\/p>\n<p>Pamungkas menyebut kebutuhan susu segar untuk produksi Cimory mencapai sekitar 1.000 ton per bulan. Menurut dia, peningkatan produksi susu segar nasional menjadi faktor penting untuk mendukung pengembangan industri pengolahan susu.<\/p>\n<p>Keterbatasan pasokan domestik tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kapasitas industri pengolahan perlu berjalan beriringan dengan penguatan peternakan sapi perah. Tanpa peningkatan produksi dari sektor hulu, ruang bagi industri untuk meningkatkan penggunaan bahan baku lokal masih terbatas.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Sarmuji berharap kolaborasi pemerintah, industri, dan peternak dapat memperkuat rantai pasok susu nasional sekaligus meningkatkan penggunaan bahan baku dalam negeri.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read642856\/industri-susu-ri-masih-bergantung-impor-80-menperin-dorong-peternak-lokal\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Industri pengolahan susu nasional masih menghadapi persoalan ketergantungan bahan baku impor. Pada 2025, kebutuhan bahan baku industri ini mencapai sekitar 4,95 juta ton setara susu segar, dengan sekitar 80% di antaranya masih dipenuhi dari impor. Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menilai penguatan produksi susu dalam negeri perlu dilakukan dari sektor hulu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":134993,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-134992","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 hours ago","modified":"4 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134992","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=134992"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134992\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/134993"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=134992"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=134992"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=134992"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}