{"id":134433,"date":"2026-10-22T07:33:32","date_gmt":"2026-10-22T00:33:32","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/22\/bangsa-besar-selalu-membiayai-pemberontakan-dan-menghasut-perpecahan-kita\/"},"modified":"2026-10-22T07:33:32","modified_gmt":"2026-10-22T00:33:32","slug":"bangsa-besar-selalu-membiayai-pemberontakan-dan-menghasut-perpecahan-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/22\/bangsa-besar-selalu-membiayai-pemberontakan-dan-menghasut-perpecahan-kita\/","title":{"rendered":"Bangsa Besar Selalu Membiayai Pemberontakan dan Menghasut Perpecahan Kita"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung dugaan campur tangan bangsa asing dalam sejumlah pemberontakan yang terjadi di Indonesia pada masa lalu.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih, Prabowo mengingatkan bahwa upaya menghasut perpecahan dan membiayai pemberontakan disebutnya sebagai bagian dari intervensi yang pernah dihadapi bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Rabu (21\/10\/2026). Ia menilai, bangsa-bangsa besar kerap melakukan intervensi yang dapat memicu konflik dan mengganggu persatuan suatu negara.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read642641\/prabowo-bukan-sombong-tapi-capaian-2-tahun-ini-perlu-dibanggakan\">Prabowo: Bukan Sombong, tapi Capaian 2 Tahun Ini Perlu Dibanggakan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cBangsa-bangsa besar selalu intervensi, selalu mengganggu kita, selalu menghasut perpecahan, selalu membiayai pemberontakan, merapikan, adu domba,\u201d kata Prabowo di hadapan anggota Kabinet Merah Putih.<\/p>\n<p>Dalam pidatonya, Prabowo turut menyinggung sejumlah gerakan dan pemberontakan yang pernah mewarnai perjalanan sejarah Indonesia.<\/p>\n<p>Beberapa di antaranya adalah Darul Islam\/Tentara Islam Indonesia (DI\/TII), Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), Republik Maluku Selatan (RMS), Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)\/Perjuangan Semesta (Permesta), hingga Pemberontakan 1948.<\/p>\n<p>Prabowo mengaitkan berbagai peristiwa tersebut dengan potensi perpecahan politik atau divide et impera. Meski demikian, ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki karakter kuat dan ketahanan nasional yang mampu menghadapi berbagai tantangan.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan situasi pada 1997 hingga 1998, ketika banyak pihak memperkirakan Indonesia akan terpecah dalam waktu yang tidak lama. Namun, menurut Prabowo, perkiraan tersebut pada akhirnya tidak terbukti.<\/p>\n<p>\u201cRakyat kita semakin pandai, pemimpin-pemimpin kita di ujung akan menjaga persatuan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di tengah apa yang ia gambarkan sebagai kuatnya campur tangan asing, Prabowo mengatakan dirinya memilih menjalankan politik persatuan. Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengesampingkan perbedaan demi kepentingan masyarakat luas.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>&#8220;Marilah kita tanamkan perbedaan-perbedaan kita, marilah kita bersatu untuk kepentingan yang besar, kepentingan rakyat indonesia hidup sejahtera, rakyat,&#8221; imbau Prabowo.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read642643\/prabowo-bangsa-besar-selalu-membiayai-pemberontakan-dan-menghasut-perpecahan-kita\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung dugaan campur tangan bangsa asing dalam sejumlah pemberontakan yang terjadi di Indonesia pada masa lalu. Di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih, Prabowo mengingatkan bahwa upaya menghasut perpecahan dan membiayai pemberontakan disebutnya sebagai bagian dari intervensi yang pernah dihadapi bangsa Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":134254,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-134433","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134433","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=134433"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134433\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/134254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=134433"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=134433"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=134433"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}