{"id":134047,"date":"2026-10-21T19:18:19","date_gmt":"2026-10-21T12:18:19","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/21\/dpr-kok-tak-membentuk-pansus\/"},"modified":"2026-10-21T19:18:19","modified_gmt":"2026-10-21T12:18:19","slug":"dpr-kok-tak-membentuk-pansus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/21\/dpr-kok-tak-membentuk-pansus\/","title":{"rendered":"DPR Kok Tak Membentuk Pansus?"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Gede Pasek Suardika, menyoroti penanganan krisis Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) oleh pemerintah yang dinilai lambat dan dipenuhi sejumlah keanehan.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Ia membeberkan tujuh catatan kritis terkait berlarutnya bencana asap yang telah memasuki bulan kelima tanpa penyelesaian substansial.<\/p>\n<p>Sorotan pertama dan kedua Gede Pasek tertuju pada sikap pemerintah yang enggan menetapkan karhutla sebagai bencana nasional serta menutup pintu bantuan dari negara tetangga.<\/p>\n<p>Ia juga mengkritik kegamangan DPR RI yang tidak segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menyelidiki akar masalah dari krisis tersebut.<\/p>\n<p>Ketiga, ia menilai penegakan hukum terhadap aktor intelektual pembakar hutan sangat lemah.<\/p>\n<p>&#8220;Sampai saat ini tidak ada operasi besar-besaran penangkapan pelaku pembakaran hutan. Seharusnya pengusaha-pengusaha di balik ini diumumkan, jangan dilindungi,&#8221; tegas Gede Pasek dalam keterangannya, Rabu (21\/10\/2026).<\/p>\n<p>Keempat, PKN menemukan adanya kejanggalan berupa penanaman bibit sawit oleh oknum tak dikenal di lahan bekas terbakar.<\/p>\n<p>Gede Pasek turut menyayangkan dugaan tindakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang men-takedown konten ajakan penghijauan kembali oleh Bupati Siak, padahal video tersebut telah ditonton lebih dari 5 juta kali.<\/p>\n<p>Kelima dan keenam, Gede Pasek menyoroti ketiadaan operasi kesehatan berskala nasional meski puluhan ribu balita dan lansia telah mengidap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).<\/p>\n<p>Rapat koordinasi yang kerap digelar pemerintah pun dinilainya sebatas panggung politik, lantaran petugas di lapangan masih minim alat dan terpaksa memadamkan api secara manual hingga jatuh korban jiwa.<\/p>\n<p>Ketujuh, kelambanan ini mengorbankan jutaan satwa liar dan keanekaragaman hayati bangsa. Menutup catatannya, Gede Pasek mempertanyakan secara tajam keberpihakan penguasa dalam krisis ini.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>&#8220;Pertanyaan sederhana, di mana sebenarnya posisi pemerintah? Apakah di pihak pembakar hutan atau di pihak masyarakat korban? Jika tidak mampu sebaiknya pemerintah terbuka saja. Kalau pemerintah tidak bersungguh-sungguh, maka dugaan kebakaran untuk persiapan bisnis perkebunan sawit besar-besaran akan mendapatkan kebenarannya,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read642544\/ketum-partai-ini-ungkap-keanehan-penanganan-karhutla-dpr-kok-tak-membentuk-pansus\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Gede Pasek Suardika, menyoroti penanganan krisis Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) oleh pemerintah yang dinilai lambat dan dipenuhi sejumlah keanehan. Ia membeberkan tujuh catatan kritis terkait berlarutnya bencana asap yang telah memasuki bulan kelima tanpa penyelesaian substansial. Sorotan pertama dan kedua Gede Pasek tertuju pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":132214,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-134047","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134047","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=134047"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134047\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/132214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=134047"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=134047"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=134047"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}