{"id":133949,"date":"2026-10-21T16:32:34","date_gmt":"2026-10-21T09:32:34","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/21\/ihsg-bangkit-094-ke-5-328-pasar-cermati-sinyal-bi-dan-prabowo\/"},"modified":"2026-10-21T16:32:34","modified_gmt":"2026-10-21T09:32:34","slug":"ihsg-bangkit-094-ke-5-328-pasar-cermati-sinyal-bi-dan-prabowo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/21\/ihsg-bangkit-094-ke-5-328-pasar-cermati-sinyal-bi-dan-prabowo\/","title":{"rendered":"IHSG Bangkit 0,94% ke 5.328, Pasar Cermati Sinyal BI dan Prabowo!"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan ditutup menguat pada perdagangan Rabu (21\/10\/2026). IHSG naik 0,94% atau 49,47 poin ke level 5.328,36 setelah sempat tertekan ke zona merah.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 5.185,36 hingga 5.328,36. Penguatan indeks terjadi di tengah pergerakan saham yang beragam. Sebanyak 369 saham menguat, 308 saham melemah, dan 115 saham bergerak stagnan.<\/p>\n<p>Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terbilang ramai. Total volume transaksi mencapai 34,98 miliar saham dengan nilai Rp17,76 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,83 juta kali.<\/p>\n<p>Penguatan IHSG terjadi di tengah perhatian investor terhadap kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna bertajuk \u201c2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri\u201d di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.<\/p>\n<h2>Faktor yang Pengaruhi IHSG<\/h2>\n<p>Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai IHSG tengah berupaya pulih di tengah tekanan jual investor asing, pelemahan rupiah, dan ketidakpastian terkait evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI).<\/p>\n<p>Menurut Nafan, keputusan suku bunga BI menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor untuk menentukan arah pergerakan pasar saham selanjutnya.<\/p>\n<p>\u201cKeputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada Rabu (21\/10\/2026) menjadi salah satu katalis yang dinantikan investor untuk menentukan arah pasar selanjutnya,\u201d kata Nafan dalam riset hariannya.<\/p>\n<p>Dari sisi teknikal, Nafan melihat IHSG telah melewati fase awal pola gelombang wave 5\/(C)\/Y. Sejumlah indikator, termasuk Stochastic K-D dan Relative Strength Index (RSI), menunjukkan sinyal positif. Peningkatan volume perdagangan juga menjadi salah satu faktor yang mendukung pemulihan indeks.<\/p>\n<p>Meski demikian, penguatan tersebut belum cukup untuk memastikan kepercayaan investor telah pulih sepenuhnya.<\/p>\n<p>\u201cPenguatan IHSG di tengah tekanan jual asing menunjukkan adanya daya serap dari investor domestik. Namun, rebound ini belum serta-merta menandakan kepercayaan pasar telah pulih sepenuhnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Tekanan dari investor asing masih cukup besar. Nafan mencatat aksi jual bersih atau net foreign sell mencapai Rp2,13 triliun dalam sehari. Secara kumulatif sejak awal tahun, nilai jual bersih investor asing mencapai Rp116,45 triliun.<\/p>\n<p>Di sisi lain, IHSG masih tercatat melemah 38,95% secara year-to-date (YTD).<\/p>\n<p>Investor domestik menjadi salah satu penopang pergerakan indeks, dengan kontribusi sekitar 56% dari total transaksi. Dukungan terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar. Penurunan harga saham sebelumnya juga membuka peluang bagi investor untuk membeli saham pada harga yang dinilai lebih menarik atau melakukan bargain hunting.<\/p>\n<p>Namun, ketidakpastian terkait evaluasi MSCI masih menjadi perhatian pelaku pasar.<\/p>\n<p>Nafan menilai penyesuaian batas Auto Rejection Bawah (ARB) oleh BEI serta pengecualian saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG berpotensi membantu meredam tekanan jual.<\/p>\n<p>Kendati demikian, pemulihan pasar secara berkelanjutan tetap membutuhkan perbaikan transparansi, tata kelola, likuiditas, dan kredibilitas pasar modal.<\/p>\n<p>Kebijakan suku bunga BI juga menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar, terutama di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.<\/p>\n<p>Dalam bahan analisisnya, Nafan menyebut konsensus ekonom memperkirakan BI berpotensi menaikkan suku bunga acuan menjadi 6,00% untuk merespons tekanan terhadap rupiah. Data yang disampaikan dalam analisis tersebut juga mencatat rupiah menguat 0,30% ke level Rp17.992 per dolar AS.<\/p>\n<p>Jika BI mempertahankan suku bunga dan memberikan sinyal kuat mengenai upaya menjaga stabilitas rupiah, sentimen terhadap saham perbankan dan obligasi berpotensi membaik.<\/p>\n<p>Sebaliknya, kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya pendanaan dan menekan pertumbuhan kredit.<\/p>\n<p>Menurut Nafan, BI juga memiliki pilihan untuk mempertahankan suku bunga sambil mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing, instrumen lindung nilai, serta pengelolaan likuiditas selama tekanan nilai tukar masih terkendali.<\/p>\n<p>Selain kebijakan moneter, sejumlah faktor lain berpotensi menopang pasar saham. Di antaranya adalah rencana pembelian kembali saham atau buyback oleh sejumlah emiten, peningkatan partisipasi investor institusi domestik, serta rencana pembelian saham oleh Danantara dan konsorsium yang dikaitkan dengan Jusuf Hamka.<\/p>\n<p>Meski berpotensi meningkatkan permintaan saham, dampaknya tetap bergantung pada realisasi, besaran dana, dan konsistensi pelaksanaan setiap rencana tersebut.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read642462\/bi-rate-tetap-575-ihsg-bangkit-dan-saham-bank-nasional-ikut-menguat\">BI Rate Tetap 5,75%, IHSG Bangkit dan Saham Bank Nasional Ikut Menguat<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read642402\/saham-terancam-dicoret-dari-perhitungan-ihsg-ini-respons-maybank\">Saham Terancam Dicoret dari Perhitungan IHSG, Ini Respons Maybank<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read642129\/tanpa-saham-hsc-ihsg-diperkirakan-bisa-tembus-5925\">Tanpa Saham HSC, IHSG Diperkirakan Bisa Tembus 5.925<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dari pasar global, harga minyak mentah Brent tercatat turun 0,42% menjadi US$109,09 per barel setelah muncul laporan mengenai tawaran kompromi baru dalam mediasi Amerika Serikat dan Iran.<\/p>\n<p>Penurunan harga minyak berpotensi meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi, terutama di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.<\/p>\n<p>Sementara itu, kinerja saham sejumlah perusahaan Amerika Serikat setelah merilis laporan keuangan kuartal III-2026 menunjukkan hasil beragam. Saham Equifax naik hampir 11%, Hasbro menguat lebih dari 9%, dan 3M naik sekitar 6%. Sebaliknya, saham General Motors turun 8,5%.<\/p>\n<p>Untuk pergerakan selanjutnya, Nafan memetakan dua level support IHSG di 5.111 dan 4.907. Sementara itu, level resistance berada di 5.333 dan 5.597.<\/p>\n<p>Kemampuan IHSG bertahan di area support dan menembus level resistance akan menjadi salah satu indikator penting untuk menilai apakah penguatan indeks dapat berlanjut.<\/p>\n<p>Nafan menyarankan investor untuk mencermati saham-saham pilihan dengan fundamental kuat, kondisi keuangan yang sehat, prospek pertumbuhan yang jelas, serta likuiditas perdagangan yang memadai.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cInvestor sebaiknya mengakumulasi saham-saham pilihan yang memiliki fundamental solid, neraca keuangan sehat, prospek pertumbuhan jelas, serta likuiditas perdagangan yang kuat, dengan tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin,\u201d tutupnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read642495\/ihsg-bangkit-094-ke-5328-pasar-cermati-sinyal-bi-dan-prabowo\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan ditutup menguat pada perdagangan Rabu (21\/10\/2026). IHSG naik 0,94% atau 49,47 poin ke level 5.328,36 setelah sempat tertekan ke zona merah. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 5.185,36 hingga 5.328,36. Penguatan indeks terjadi di tengah pergerakan saham yang beragam. Sebanyak 369 saham menguat, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":37581,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-133949","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=133949"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133949\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37581"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=133949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=133949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=133949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}