{"id":133192,"date":"2026-10-20T17:23:26","date_gmt":"2026-10-20T10:23:26","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/20\/gengsi-lebih-penting-dari-keselamatan-warga\/"},"modified":"2026-10-20T17:23:26","modified_gmt":"2026-10-20T10:23:26","slug":"gengsi-lebih-penting-dari-keselamatan-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/20\/gengsi-lebih-penting-dari-keselamatan-warga\/","title":{"rendered":"Gengsi Lebih Penting dari Keselamatan Warga?"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Peneliti politik dan kebijakan publik, Saidiman Ahmad, mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, yang menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum perlu ditetapkan sebagai bencana nasional karena Indonesia masih mampu menanganinya sendiri.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Dalam pernyataannya, Dudung juga menyinggung bahwa penetapan status bencana nasional berpotensi membuka peluang masuknya bantuan dari luar negeri.<\/p>\n<p>Menanggapi hal tersebut, Saidiman menilai pemerintah seharusnya lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap dibanding mempertimbangkan faktor gengsi.<\/p>\n<p>&#8220;Lha emang kenapa kalau ada bantuan dari luar negeri? Gengsi? Lebih baik warga menghirup asap daripada ada bantuan dari luar? Kok gitu cara berpikir pejabat? Yang diutamakan bukan keselamatan warga, tapi gengsi,&#8221; tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (20\/10).<\/p>\n<p>Sebelumnya, Dudung menegaskan pemerintah masih sanggup menangani karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Karena itu, pemerintah belum menetapkan peristiwa tersebut sebagai bencana nasional.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read642181\/pengamat-pejabat-sebaiknya-jangan-bicara-lagi-soal-karhutla-ihsg-dan-rupiah\">Pengamat: Pejabat Sebaiknya Jangan Bicara Lagi soal Karhutla, IHSG, dan Rupiah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cMasalah penetapan bencana nasional, sementara kita masih sanggup. Negara kita masih sanggup,\u201d kata Dudung, usai Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, pada Senin (19\/10\/2026).<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cArtinya kalau ditetapkan bencana nasional, maka akan ada bantuan-bantuan dari asing,\u201d ujar dia.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read642210\/saidiman-ahmad-heran-dengan-alasan-dudung-soal-karhutla-gengsi-lebih-penting-dari-keselamatan-warga\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Peneliti politik dan kebijakan publik, Saidiman Ahmad, mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, yang menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum perlu ditetapkan sebagai bencana nasional karena Indonesia masih mampu menanganinya sendiri. Dalam pernyataannya, Dudung juga menyinggung bahwa penetapan status bencana nasional berpotensi membuka peluang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":87828,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-133192","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133192","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=133192"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133192\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87828"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=133192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=133192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=133192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}