{"id":130151,"date":"2026-10-16T16:08:14","date_gmt":"2026-10-16T09:08:14","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/16\/ojk-denda-emiten-sinar-mas-dssa-rp15-triliun-ini-penyebabnya\/"},"modified":"2026-10-16T16:08:14","modified_gmt":"2026-10-16T09:08:14","slug":"ojk-denda-emiten-sinar-mas-dssa-rp15-triliun-ini-penyebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/16\/ojk-denda-emiten-sinar-mas-dssa-rp15-triliun-ini-penyebabnya\/","title":{"rendered":"OJK Denda Emiten Sinar Mas (DSSA) Rp1,5 Triliun, Ini Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan denda administratif sebesar Rp1,5 triliun kepada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten yang terafiliasi dengan Grup Sinar Mas. Sanksi jumbo ini diberikan setelah OJK menemukan tindak pidana manipulasi pasar dalam perdagangan saham DSSA.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan pemeriksaan mencakup perdagangan saham DSSA selama periode 2023\u20132026. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran Pasal 91 dan Pasal 92 Undang-Undang Pasar Modal serta ketentuan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).<\/p>\n<p>Untuk mengungkap dugaan pelanggaran tersebut, OJK meminta data dan dokumen dari sejumlah anggota bursa serta menelusuri aliran dana pihak-pihak yang terkait dengan transaksi saham DSSA.<\/p>\n<p>OJK juga memanggil sejumlah pihak yang diduga terlibat, yakni 12 direksi perusahaan efek, 15 orang perorangan, dan 11 badan hukum asing.<\/p>\n<p>Dari hasil pemeriksaan, OJK menemukan manipulasi pasar yang dilakukan oleh nasabah perorangan maupun institusi melalui beberapa anggota bursa. Praktik tersebut disebut dilakukan secara terencana dan terstruktur hingga menyebabkan harga saham DSSA naik signifikan.<\/p>\n<p>&#8220;Pada pemeriksaan saham DSSA, OJK menemukan tindak pidana manipulasi pasar saham DSSA yang dilakukan oleh nasabah-nasabah perorangan dan institusi melalui beberapa anggota bursa. Tindakan manipulasi pasar dimaksud dilakukan secara terencana dan terstruktur yang menyebabkan harga saham DSSA mengalami peningkatan yang signifikan,&#8221; kata Hasan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16\/10\/2026).<\/p>\n<p>Selain menemukan manipulasi pasar, OJK juga mendapati pelanggaran yang dilakukan oleh direksi perusahaan efek. Atas temuan tersebut, OJK membekukan izin perseorangan direksi perusahaan efek yang bersangkutan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read641396\/ojk-denda-rp21-triliun-ke-grup-sinar-mas-dan-barito-pacific\">OJK Denda Rp2,1 Triliun ke Grup Sinar Mas dan Barito Pacific<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read641312\/ojk-buka-suara-soal-ancaman-msci-turunkan-status-pasar-ri\">OJK Buka Suara soal Ancaman MSCI Turunkan Status Pasar RI<\/a><\/strong><\/p>\n<p>OJK, bilang dia, turut menemukan adanya keuntungan yang diperoleh secara tidak sah dari pelanggaran transaksi saham DSSA tersebut.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Berdasarkan seluruh temuan itu, OJK menjatuhkan denda administratif sebesar Rp1,5 triliun atau sekitar US$83,3 juta kepada DSSA.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read641402\/ojk-denda-emiten-sinar-mas-dssa-rp15-triliun-ini-penyebabnya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan denda administratif sebesar Rp1,5 triliun kepada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten yang terafiliasi dengan Grup Sinar Mas. Sanksi jumbo ini diberikan setelah OJK menemukan tindak pidana manipulasi pasar dalam perdagangan saham DSSA. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":44287,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-130151","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"1 hour ago","modified":"1 hour ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130151","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=130151"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130151\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=130151"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=130151"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=130151"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}