{"id":130070,"date":"2026-10-16T13:57:50","date_gmt":"2026-10-16T06:57:50","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/16\/makin-tertekan-rupiah-diprediksi-bisa-tembus-hingga-ke-rp18-500-per-usd\/"},"modified":"2026-10-16T13:57:50","modified_gmt":"2026-10-16T06:57:50","slug":"makin-tertekan-rupiah-diprediksi-bisa-tembus-hingga-ke-rp18-500-per-usd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/16\/makin-tertekan-rupiah-diprediksi-bisa-tembus-hingga-ke-rp18-500-per-usd\/","title":{"rendered":"Makin Tertekan, Rupiah Diprediksi Bisa Tembus Hingga ke Rp18.500 per USD"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Nilai tukar rupiah tertekan hingga menyentuh Rp18.060 per dolar AS. Pengamat ekonomi Ibrahim Assuabi memperkirakan pelemahan rupiah masih berpotensi berlanjut hingga Rp18.500 per dolar AS pada akhir Oktober 2026 apabila persoalan domestik dan tekanan terhadap pasar keuangan tidak segera terselesaikan.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cHari ini rupiah sudah di Rp18.060. Ada kemungkinan besar sampai akhir Oktober kalau seandainya permasalahan-permasalahan ini tidak bisa terselesaikan, kemungkinan besar akan ke Rp18.500,\u201d ujar Ibrahim dalam voice, Jumat (16\/10\/2026).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurut Ibrahim, pelemahan rupiah dalam dua hari terakhir perlu dicermati karena terjadi ketika indeks dolar AS justru melemah. Ia menilai kondisi tersebut mengindikasikan adanya tekanan yang berasal dari dalam negeri, meskipun pergerakan nilai tukar juga dipengaruhi berbagai faktor eksternal.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Salah satu faktor yang disorot Ibrahim adalah dinamika politik di Indonesia. Ia menilai memanasnya situasi politik, termasuk polemik mengenai ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, berpotensi memengaruhi sentimen pelaku pasar.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKalau kita lihat, kondisi perpolitikan saat ini terus memanas. Ini yang memicu sebenarnya rupiah kembali mengalami pelemahan,\u201d kata Ibrahim.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain faktor politik, Ibrahim menyoroti perkembangan pasar modal setelah muncul usulan perubahan klasifikasi pasar Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Menurut dia, isu tersebut berpotensi menambah ketidakpastian bagi investor yang menanamkan modal di pasar keuangan Indonesia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia menjelaskan, sejumlah persoalan yang menjadi perhatian MSCI berkaitan dengan reformasi pasar modal, terutama keterbukaan kepemilikan saham dan porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik atau free float. Transparansi kepemilikan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ibrahim juga menyinggung dugaan praktik perdagangan saham terkoordinasi yang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut. Menurut dia, persoalan itu berpotensi memengaruhi penilaian investor terhadap kualitas dan transparansi pasar modal Indonesia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cGoldman Sachs pun juga sudah mengatakan bahwa kondisi MSCI ini akan menurunkan status pasar. Kemungkinan besar dana yang keluar di pasar modal kita sebesar US$13 miliar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Daya Beli Fiskal Ikut Disorot<br \/><\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ibrahim juga menyoroti penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dari Agustus ke September 2026. Dalam paparannya, ia menyebut indeks tersebut turun dari 118,5 menjadi sekitar 118,1, meskipun angka September yang disampaikan dalam rekaman belum sepenuhnya jelas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pelemahan indeks keyakinan konsumen perlu diperhatikan karena dapat mencerminkan perubahan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Namun, penurunan indeks tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa daya beli masyarakat secara keseluruhan mengalami penurunan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di sisi fiskal, Ibrahim menyinggung persoalan dividen Danantara senilai Rp120 triliun yang menurutnya tidak masuk ke kas negara. Ia menilai persoalan tersebut perlu dilihat dalam konteks kebutuhan pemerintah mengelola kas negara, termasuk untuk membiayai operasional dan belanja pemerintah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read641350\/analis-soal-dampak-usulan-msci-ke-pasar-saham-ri-dana-asing-terancam-keluar-rupiah-bisa-tertekan\">Analis soal Dampak Usulan MSCI ke Pasar Saham RI: Dana Asing Terancam Keluar, Rupiah Bisa Tertekan!<\/a><\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read641338\/dolar-as-tembus-rp18000-bi-siapkan-intervensi-untuk-jaga-rupiah\">Dolar AS Tembus Rp18.000, BI Siapkan Intervensi untuk Jaga Rupiah<\/a><\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Lebih Lanjut, Ibrahim turut menyoroti kenaikan harga minyak mentah yang berpotensi menambah kebutuhan dolar AS. Meski Indonesia disebut telah mengurangi impor solar melalui pemanfaatan bahan bakar berbasis minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), kebutuhan energi dan valuta asing tetap menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain kebutuhan energi, pembayaran utang yang jatuh tempo serta dividen perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa juga disebut menambah permintaan dolar AS. Menurut Ibrahim, kombinasi kebutuhan valuta asing tersebut dapat memperbesar tekanan terhadap nilai tukar rupiah.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia juga menyinggung program pemerintah, termasuk Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG), dalam konteks pengelolaan keuangan negara. Namun, dampak program-program tersebut terhadap pelemahan rupiah perlu ditelaah lebih lanjut dan tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan pernyataan tersebut.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read641359\/makin-tertekan-rupiah-diprediksi-bisa-tembus-hingga-ke-rp18500-per-usd\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Nilai tukar rupiah tertekan hingga menyentuh Rp18.060 per dolar AS. Pengamat ekonomi Ibrahim Assuabi memperkirakan pelemahan rupiah masih berpotensi berlanjut hingga Rp18.500 per dolar AS pada akhir Oktober 2026 apabila persoalan domestik dan tekanan terhadap pasar keuangan tidak segera terselesaikan. \u201cHari ini rupiah sudah di Rp18.060. Ada kemungkinan besar sampai akhir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":39092,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-130070","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=130070"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130070\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39092"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=130070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=130070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=130070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}