{"id":129968,"date":"2026-10-16T11:17:55","date_gmt":"2026-10-16T04:17:55","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/16\/film-empat-musim-pertiwi-trauma-dan-stigma-di-tengger\/"},"modified":"2026-10-16T11:17:55","modified_gmt":"2026-10-16T04:17:55","slug":"film-empat-musim-pertiwi-trauma-dan-stigma-di-tengger","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/16\/film-empat-musim-pertiwi-trauma-dan-stigma-di-tengger\/","title":{"rendered":"Film Empat Musim Pertiwi: Trauma dan Stigma di Tengger"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>Film <em>Empat Musim Pertiwi<\/em> menempatkan kepulangan sebagai awal dari pergulatan baru, bukan sekadar kesempatan untuk memulai hidup dari nol. Karya sutradara Kamila Andini ini mengikuti Pertiwi, perempuan yang kembali ke kampung halamannya di kawasan Pegunungan Tengger, Jawa Timur, setelah menjalani hukuman penjara selama 20 tahun. Film produksi Forka Films tersebut mulai tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Putri Marino memerankan Pertiwi, tokoh yang harus menghadapi penolakan ketika kembali ke lingkungan yang pernah ditinggalkannya. Dua dekade berada di penjara tidak serta-merta menghapus ingatan masyarakat terhadap masa lalunya. Upayanya untuk menata kehidupan kembali pun berhadapan dengan stigma yang terus melekat.<\/p>\n<h2>Trauma, Kekerasan, dan Sulitnya Mendapat Penerimaan<\/h2>\n<p>Persoalan yang dibawa film ini tidak berhenti pada perjalanan pribadi Pertiwi. <em>Empat Musim Pertiwi<\/em> turut menyoroti pengucilan terhadap orang-orang yang dianggap berbeda serta hambatan yang dihadapi mereka ketika berusaha memperoleh penerimaan sosial.<\/p>\n<p>Raras, seorang anak perempuan tuli, menjadi salah satu karakter penting dalam pengembangan isu tersebut. Ia berusaha mengungkapkan kekerasan seksual yang dialaminya. Perjuangan Raras menyampaikan kesaksian memperlihatkan tantangan berlapis yang dapat dihadapi penyintas, terutama ketika hambatan komunikasi membuat pengalaman mereka semakin sulit disampaikan.<\/p>\n<p>Melalui karakter Raras, Kamila Andini mengangkat isu kekerasan seksual terhadap penyandang disabilitas. Film ini juga menekankan pentingnya pendampingan dan akses terhadap keadilan bagi penyintas. Ruang aman agar mereka dapat berbicara tanpa takut disalahkan atau dikucilkan menjadi bagian dari persoalan yang ikut disorot.<\/p>\n<p>Stigma, dalam cerita film tersebut, tidak hanya hadir sebagai penilaian sosial, tetapi juga menjadi beban tambahan bagi orang-orang yang sedang berusaha memulihkan diri. Seorang penonton menilai film ini relevan dengan persoalan yang masih dihadapi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cMenurut saya, film ini layak diapresiasi karena berani mengangkat isu yang masih relevan di masyarakat. Bukan hanya dari segi cerita dan visual, tetapi juga pesan yang disampaikan kepada penonton agar lebih memahami kondisi penyintas dan tidak mudah memberikan penilaian. Film seperti ini penting karena bisa membuka cara pandang kita terhadap persoalan sosial,\u201d ujarnya.<\/p>\n<h2>Tengger sebagai Ruang Psikologis<\/h2>\n<p>Lanskap Pegunungan Tengger menjadi unsur penting dalam cara film ini membangun suasana. Kabut dan hamparan pasir tidak hanya berfungsi sebagai latar, tetapi juga menghadirkan kesan keterasingan dan mencerminkan pergulatan batin Pertiwi.<\/p>\n<p>Kamila memadukan drama psikologis, misteri, nuansa horor, dan realisme magis dalam film tersebut. Metafora visual yang digunakan membuat penonton diajak memahami cerita secara bertahap, bukan semata-mata mengikuti rangkaian peristiwa.<\/p>\n<p>Pilihan pendekatan itu juga membuat film memiliki ritme yang lambat dan sarat metafora. Sebagian penonton mungkin membutuhkan perhatian lebih untuk menangkap pesan yang disampaikan. Namun, perpaduan berbagai gaya sinematik tersebut menjadi ciri <em>Empat Musim Pertiwi<\/em> dalam membahas trauma, penerimaan sosial, serta perjuangan penyintas untuk mendapatkan ruang aman di tengah masyarakat.<\/p>\n<p><a target=\"_blank\" href=\"https:\/\/times.co.id\/film-empat-musim-pertiwi-kisah-trauma-dan-stigma-sosial-di-pegunungan-tengger\">Source link<\/a><\/p>\n<p>\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t\t\t\t<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/portalberita.info\/2026\/10\/16\/film-empat-musim-pertiwi-trauma-dan-stigma-di-tengger\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Film Empat Musim Pertiwi menempatkan kepulangan sebagai awal dari pergulatan baru, bukan sekadar kesempatan untuk memulai hidup dari nol. Karya sutradara Kamila Andini ini mengikuti Pertiwi, perempuan yang kembali ke kampung halamannya di kawasan Pegunungan Tengger, Jawa Timur, setelah menjalani hukuman penjara selama 20 tahun. Film produksi Forka Films tersebut mulai tayang di bioskop Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31685,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-129968","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129968","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=129968"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129968\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31685"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=129968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=129968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=129968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}