{"id":129288,"date":"2026-10-15T14:34:06","date_gmt":"2026-10-15T07:34:06","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/15\/mahfud-md-puncaki-survei-empati-smrc-ungguli-dedi-mulyadi-dan-anies-baswedan\/"},"modified":"2026-10-15T14:34:06","modified_gmt":"2026-10-15T07:34:06","slug":"mahfud-md-puncaki-survei-empati-smrc-ungguli-dedi-mulyadi-dan-anies-baswedan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/15\/mahfud-md-puncaki-survei-empati-smrc-ungguli-dedi-mulyadi-dan-anies-baswedan\/","title":{"rendered":"Mahfud MD Puncaki Survei Empati SMRC, Ungguli Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Mahfud MD memperoleh skor tertinggi dalam penilaian empati terhadap 31 tokoh publik pada survei <em>Opinion Leaders<\/em> Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode September 2026. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu mencatatkan nilai 7,3 pada skala 0 hingga 10.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Di bawah Mahfud, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menempati posisi berikutnya dengan skor 7,1. Anies Baswedan menyusul dengan nilai 6,9, sedangkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memperoleh skor 6,8.<\/p>\n<p>Hasil tersebut menempatkan keempat tokoh itu di jajaran teratas dalam penilaian responden. Namun, angka yang dirilis SMRC merupakan persepsi kelompok <em>opinion leader<\/em> yang mengikuti survei, bukan pengukuran objektif yang memastikan tingkat empati seseorang.<\/p>\n<p>Selain empat nama tersebut, sejumlah tokoh lain juga memperoleh skor relatif tinggi. Zainal Arifin Mochtar dan Sherly Tjoanda Laos masing-masing mencatatkan nilai 6,7, sementara Basuki Tjahaja Purnama memperoleh 6,6.<\/p>\n<p>Ganjar Pranowo dan Usman Hamid sama-sama mendapat skor 6,5. Sementara itu, Sri Mulyani Indrawati mencatatkan nilai 6,4 dalam indikator yang mengukur kepedulian serta kemampuan memahami posisi dan perasaan orang lain.<\/p>\n<p>Pendiri SMRC, Saiful Mujani, memaparkan hasil survei tersebut di Gedung FISIP UIN Jakarta, Kamis (15\/10\/2026). Dalam paparannya, ia menyebut sejumlah tokoh yang berada di jajaran atas sekaligus menyoroti beberapa nama yang masuk kelompok dengan skor lebih rendah.<\/p>\n<p>&#8220;Sekarang empati. Juga Mahfud, Dedi Mulyadi, Anies, Pramono Anung dan seterusnya, ya. 10 terbawah, Kaesang lagi. Gibran lagi,&#8221; kata Saiful.<\/p>\n<p>SMRC mendefinisikan empati sebagai sikap peduli atau perhatian kepada orang lain, kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain, serta kemampuan menempatkan diri pada posisi orang lain. Responden memberikan skor untuk masing-masing tokoh menggunakan skala 0 sampai 10.<\/p>\n<p>Di sisi lain, sejumlah tokoh politik nasional memperoleh nilai yang lebih rendah dalam survei tersebut. Presiden Prabowo Subianto, A. Muhaimin Iskandar, dan Puan Maharani masing-masing mendapat skor 4,9.<\/p>\n<p>Bahlil Lahadalia dan Zulkifli Hasan memperoleh nilai 4,5. Gibran Rakabuming Raka mencatatkan skor 4,2, sedangkan Kaesang Pangarep berada di posisi paling bawah dengan nilai 3,7.<\/p>\n<p>Perbedaan skor itu memperlihatkan bagaimana para responden memberikan penilaian yang beragam terhadap tokoh-tokoh yang menjadi perhatian publik. Meski begitu, hasilnya tidak bisa digunakan untuk menyimpulkan bahwa tokoh dengan skor lebih tinggi pasti lebih berempati dalam setiap situasi dibandingkan tokoh dengan skor lebih rendah.<\/p>\n<p>Survei ini melibatkan 200 responden, terdiri atas 166 akademisi atau ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu dan 34 jurnalis. Latar belakang responden mencakup bidang politik, pemerintahan, filsafat, sejarah, agama, budaya, sosiologi, antropologi, ekonomi, sains, komunikasi, hukum, dan psikologi.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read641087\/gibran-dan-kaesang-raih-skor-empati-rendah-bagaimana-dengan-prabowo\">Gibran dan Kaesang Raih Skor Empati Rendah, Bagaimana dengan Prabowo?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pemilihan responden menggunakan teknik <em>snowballing<\/em> karena tidak tersedia daftar populasi <em>opinion leader<\/em> secara nasional. Dengan metode tersebut, responden dijaring melalui jaringan yang antara lain bersumber dari media massa nasional dan daerah, bukan dipilih melalui pengambilan sampel acak.<\/p>\n<p>SMRC karena itu menyatakan hasil survei bersifat deskriptif dan hanya menggambarkan penilaian responden yang berpartisipasi. Sebanyak 149 responden bersedia namanya dipublikasikan, sementara penilaian mencakup 31 tokoh nasional yang dikenal dalam pembicaraan politik dan ruang publik.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Hasil ini memberikan gambaran tentang persepsi kelompok akademisi, ilmuwan, dan jurnalis terhadap empati tokoh publik pada periode survei. Untuk memahami maknanya secara proporsional, skor tersebut perlu dibaca bersama definisi indikator, karakteristik responden, serta keterbatasan metode yang digunakan SMRC.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read641093\/mahfud-md-puncaki-survei-empati-smrc-ungguli-dedi-mulyadi-dan-anies-baswedan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Mahfud MD memperoleh skor tertinggi dalam penilaian empati terhadap 31 tokoh publik pada survei Opinion Leaders Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode September 2026. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu mencatatkan nilai 7,3 pada skala 0 hingga 10. Di bawah Mahfud, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menempati [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":39875,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-129288","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129288","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=129288"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129288\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=129288"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=129288"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=129288"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}