{"id":128443,"date":"2026-10-14T13:10:59","date_gmt":"2026-10-14T06:10:59","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/14\/martha-tilaar-berpulang-begini-perjalanannya-membangun-bisnis-dari-garasi-rumah\/"},"modified":"2026-10-14T13:10:59","modified_gmt":"2026-10-14T06:10:59","slug":"martha-tilaar-berpulang-begini-perjalanannya-membangun-bisnis-dari-garasi-rumah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/14\/martha-tilaar-berpulang-begini-perjalanannya-membangun-bisnis-dari-garasi-rumah\/","title":{"rendered":"Martha Tilaar Berpulang, Begini Perjalanannya Membangun Bisnis dari Garasi Rumah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group, meninggal dunia pada Rabu (14\/10\/2026) dalam usia 89 tahun. Namanya melekat dalam perjalanan industri kecantikan Indonesia, terutama melalui pengembangan Sariayu dan bisnis kosmetik yang memadukan tradisi perawatan Nusantara dengan produk modern.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Perjalanan bisnis Martha tidak dimulai dari pabrik besar atau jaringan toko yang luas. Pada 1970, ia merintis usaha dengan membuka salon kecantikan bernama Martha di garasi kediaman orang tuanya, Yakob Handana, di Jalan Kusuma Atmaja Nomor 47, Menteng, Jakarta Pusat.<\/p>\n<p>Dari ruang sederhana itu, Martha mulai membangun fondasi bisnis yang kelak berkembang ke berbagai lini, mulai dari produksi dan distribusi kosmetik hingga pendidikan kecantikan serta layanan salon dan spa.<\/p>\n<p>Martha memiliki nama asli Martha Handana. Ia lahir di Gombong, Jawa Tengah, pada 4 September 1937. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta, ia melanjutkan pendidikan di Academy of Beauty Culture di Bloomington, Indiana, Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Bekal pendidikan di bidang kecantikan tersebut menjadi salah satu pijakan dalam perjalanan profesionalnya. Pada 1972, Martha membuka salon kedua, Martha Griya Salon, di Menteng. Di tempat inilah, perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal mulai dikembangkan sebagai bagian dari layanan bisnisnya.<\/p>\n<h2>Membangun Bisnis dari Salon ke Produk Kosmetik<\/h2>\n<p>Martha kemudian memperluas usahanya dari jasa salon ke produksi kosmetik. Pada 1977, ia mendirikan PT Martina Berto bersama Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady, yang juga dikenal sebagai pendiri Kalbe Group.<\/p>\n<p>Pada tahun yang sama, perusahaan meluncurkan Sariayu sebagai merek produk kecantikan dan jamu modern. Pengembangan produk tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan Martha membangun bisnis yang mengangkat kekayaan alam dan tradisi Indonesia.<\/p>\n<p>Ekspansi berikutnya menyasar kapasitas produksi dan distribusi. PT Martina Berto mendirikan pabrik pertamanya di kawasan industri Pulogadung pada 1981, disusul pabrik kedua pada 1983. Pada tahun yang sama, PT SAI Indonesia, yang sebelumnya bernama PT Sari Ayu Indonesia, didirikan untuk mendukung distribusi produk kosmetik.<\/p>\n<p>Penguatan kapasitas produksi tersebut diikuti dengan perluasan portofolio. Pada periode 1988\u20131990, perusahaan menghadirkan sejumlah merek baru, antara lain Cempaka, Jamu Martina, Pesona, Biokos Martha Tilaar, Caring Colours Martha Tilaar, dan Belia Martha Tilaar.<\/p>\n<p>Melalui berbagai merek tersebut, bisnis Martha berkembang melampaui layanan kecantikan yang menjadi titik awal usahanya. Perusahaan mulai menjangkau segmen konsumen yang lebih beragam melalui produk dengan karakteristik dan kebutuhan berbeda.<\/p>\n<p>Pada 1996, PT Martina Berto memperoleh sertifikat ISO 9001 dan disebut sebagai pabrik kosmetik pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi mutu tersebut. Perusahaan juga memperoleh sertifikat ISO 14001 pada 2000.<\/p>\n<p>Sementara itu, pada 1999, Martha Tilaar Group membeli saham PT Martina Berto yang sebelumnya sebagian dimiliki Kalbe Group. Setelah transaksi tersebut, PT Martina Berto sepenuhnya berada di bawah manajemen Martha Tilaar Group.<\/p>\n<h2>Ekspansi ke Berbagai Lini Usaha<\/h2>\n<p>Memasuki periode 2001\u20132009, Martha Tilaar Group memperluas portofolio bisnis melalui sejumlah merek dan lini usaha, termasuk\u00a0<em>Professional Artist Cosmetics<\/em>\u00a0(PAC), Dewi Sri Spa, dan Jamu Garden.<\/p>\n<p>Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa bisnis yang dibangun Martha tidak hanya bertumpu pada penjualan produk kosmetik. Kelompok usahanya juga merambah layanan perawatan tubuh, spa, dan produk berbasis jamu.<\/p>\n<p>Tonggak berikutnya terjadi pada 2011, ketika PT Martina Berto menjadi perusahaan terbuka dengan nama PT Martina Berto Tbk. Pada tahun yang sama, Martha Tilaar Group terpilih sebagai salah satu dari 55 perusahaan dunia yang menjadi anggota\u00a0<em>Global Compact LEAD<\/em>\u00a0Perserikatan Bangsa-Bangsa di Davos, Swiss.<\/p>\n<p>Perusahaan kemudian menerima sejumlah penghargaan. Pada 2012, PT Martina Berto memperoleh penghargaan\u00a0<em>Pioneer in Technology<\/em>\u00a0dari Kementerian Perindustrian dan\u00a0<em>Green Leadership<\/em>\u00a0dalam Asia Responsible Entrepreneurship Awards. Setahun kemudian, perusahaan meraih\u00a0<em>Corporate Image Award<\/em>.<\/p>\n<p>Pada 2015, PT Martina Berto menerima\u00a0<em>1st Outstanding Corporate Innovation Award<\/em>. Setahun berikutnya, Martha memperoleh Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari pemerintah Indonesia.<\/p>\n<p>Pada 2016, PT Martina Berto juga menerima\u00a0<em>Sustainable Business Award<\/em>\u00a0dan Anugerah Abyudaya. Adapun Martha Tilaar Group memperoleh\u00a0<em>Family Business Award 2016<\/em>\u00a0untuk kategori\u00a0<em>Building Family Reputation<\/em>.<\/p>\n<h2>Membangun Ekosistem Bisnis Kecantikan<\/h2>\n<p>Seiring perkembangannya, Martha Tilaar Group mencakup sejumlah perusahaan dengan fungsi berbeda. PT Martina Berto Tbk bergerak di bidang produksi dan pemasaran kosmetik, sedangkan PT Cedefindo menyediakan layanan produksi dan maklon.<\/p>\n<p>Di bidang pendidikan, PT Martha Beauty Gallery menaungi Puspita Martha International School. Kelompok usaha ini juga memiliki PT Cantika Puspa Pesona yang bergerak di bidang salon dan spa, termasuk waralaba.<\/p>\n<p>Dua perusahaan lainnya adalah PT Creative Style Mandiri di bidang agensi periklanan dan PT Kreasi Boga Primatama sebagai penyedia tenaga kerja.<\/p>\n<p>Susunan bisnis tersebut memperlihatkan perluasan usaha Martha ke sejumlah aktivitas yang saling berkaitan dengan industri kecantikan, mulai dari pengembangan dan produksi produk hingga pendidikan, pemasaran, serta penyediaan jasa.<\/p>\n<p>Di balik ekspansi itu, pemanfaatan bahan alami dan tradisi perawatan Indonesia menjadi bagian dari identitas bisnis yang dikembangkannya. Martha membangun merek yang menghubungkan kekayaan alam Nusantara dengan kebutuhan konsumen modern.<\/p>\n<p>Martha menikah dengan Henry Alex Rudolf Tilaar dan memiliki empat orang anak. Selama lebih dari empat dekade, ia mengembangkan usaha yang bermula dari salon rumahan menjadi kelompok bisnis yang menaungi berbagai lini usaha di industri kecantikan.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Kepergian Martha menutup perjalanan hidup seorang perintis bisnis kecantikan Indonesia. Namun, perjalanan usahanya meninggalkan rekam jejak tentang bagaimana salon sederhana di Menteng menjadi titik awal pengembangan bisnis kosmetik, manufaktur, pendidikan, dan layanan kecantikan dalam satu kelompok usaha.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read640780\/martha-tilaar-berpulang-begini-perjalanannya-membangun-bisnis-dari-garasi-rumah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group, meninggal dunia pada Rabu (14\/10\/2026) dalam usia 89 tahun. Namanya melekat dalam perjalanan industri kecantikan Indonesia, terutama melalui pengembangan Sariayu dan bisnis kosmetik yang memadukan tradisi perawatan Nusantara dengan produk modern. Perjalanan bisnis Martha tidak dimulai dari pabrik besar atau jaringan toko yang luas. Pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":128444,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-128443","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128443","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128443"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128443\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/128444"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128443"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128443"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128443"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}