{"id":127971,"date":"2026-10-13T22:23:25","date_gmt":"2026-10-13T15:23:25","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/13\/bunga-utang-makin-mencekik-pemerintah-diminta-kurangi-ketergantungan-utang\/"},"modified":"2026-10-13T22:23:25","modified_gmt":"2026-10-13T15:23:25","slug":"bunga-utang-makin-mencekik-pemerintah-diminta-kurangi-ketergantungan-utang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/13\/bunga-utang-makin-mencekik-pemerintah-diminta-kurangi-ketergantungan-utang\/","title":{"rendered":"Bunga Utang Makin Mencekik, Pemerintah Diminta Kurangi Ketergantungan Utang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyoroti besarnya beban pembayaran bunga utang pemerintah yang dinilai semakin menekan ruang fiskal. CELIOS mencatat pembayaran bunga utang telah menyerap 24% dari total penerimaan pajak.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cBanyak cara kreatif untuk mengurangi beban utang, tentu dimulai dari pengurangan beban belanja program yang tidak urgen, dan boros seperti MBG dan KDMP,\u201d saran dari CELIOS dalam laporan Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dikutip Rabu (13\/10\/2026)<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kondisi tersebut, dinilai menjadi sinyal bahwa ruang anggaran pemerintah semakin terbatas. Di sisi lain, pemerintah disebut semakin bergantung pada penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), yang mencapai 88% dari total utang, sebagai sumber pembiayaan defisit.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">CELIOS menilai ketergantungan terhadap pembiayaan utang perlu diwaspadai karena kapasitas fiskal untuk menanggung utang dinilai melemah, sementara suku bunga meningkat. Situasi ini berpotensi mempersempit ruang pemerintah untuk membiayai kebutuhan pembangunan dan program publik lainnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain itu, CELIOS mendorong pemerintah menegosiasikan kembali kewajiban utang melalui skema debt swap atau pertukaran utang dan debt cancellation atau penghapusan utang. Langkah ini dinilai perlu dipertimbangkan untuk mengurangi tekanan pembayaran utang terhadap anggaran negara.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">CELIOS juga mengusulkan perubahan kebijakan perpajakan untuk mendukung aktivitas ekonomi. Rekomendasinya meliputi pengembalian tarif Pajak Penghasilan (PPh) final UMKM sebesar 0,5% serta penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 8%.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read640516\/djp-ubah-aturan-utang-pajak-wajib-pajak-bisa-dapat-keringanan-sanksi\">DJP Ubah Aturan Utang Pajak, Wajib Pajak Bisa Dapat Keringanan Sanksi<\/a>.<strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read640064\/di-tengah-lonjakan-utang-mbg-disebut-tambah-beban-ekonomi-dan-kesehatan\">Di Tengah Lonjakan Utang, MBG Disebut Tambah Beban Ekonomi dan Kesehatan<\/a><\/strong><\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Terkait utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, CELIOS merekomendasikan penyelesaian melalui penghapusan utang, alih-alih mengalihkan bebannya kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p dir=\"ltr\">CELIOS turut mendorong perbaikan insentif fiska,l agar kebijakan anggaran dapat mendukung kegiatan ekonomi tanpa semakin memperbesar tekanan terhadap keuangan negara.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read640666\/bunga-utang-makin-mencekik-pemerintah-diminta-kurangi-ketergantungan-utang\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyoroti besarnya beban pembayaran bunga utang pemerintah yang dinilai semakin menekan ruang fiskal. CELIOS mencatat pembayaran bunga utang telah menyerap 24% dari total penerimaan pajak. \u201cBanyak cara kreatif untuk mengurangi beban utang, tentu dimulai dari pengurangan beban belanja program yang tidak urgen, dan boros [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51397,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-127971","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127971","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127971"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127971\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127971"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127971"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127971"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}