{"id":127842,"date":"2026-10-13T19:06:04","date_gmt":"2026-10-13T12:06:04","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/13\/gibran-buka-suara-usai-dapat-nilai-22-dari-celios-singgung-evaluasi-pemerintah\/"},"modified":"2026-10-13T19:06:04","modified_gmt":"2026-10-13T12:06:04","slug":"gibran-buka-suara-usai-dapat-nilai-22-dari-celios-singgung-evaluasi-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/13\/gibran-buka-suara-usai-dapat-nilai-22-dari-celios-singgung-evaluasi-pemerintah\/","title":{"rendered":"Gibran Buka Suara usai Dapat Nilai 2,2 dari CELIOS, Singgung Evaluasi Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons hasil evaluasi CELIOS terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang memberikan nilai rendah terhadap kinerjanya. Gibran menyebut kritik dari masyarakat maupun lembaga independen sebagai bagian dari demokrasi sekaligus bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cBagi saya, semua itu adalah bagian dari demokrasi sekaligus bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki diri,\u201d kata Gibran dalam keterangan tertulis, Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut disampaikan setelah CELIOS bersama Kabinet Bayangan merilis laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam penilaian kelompok ahli menggunakan skala 1 hingga 10, Gibran memperoleh skor 2,2, lebih rendah daripada nilai Presiden Prabowo Subianto yang mencapai 2,8.<\/p>\n<p>Gibran tidak secara khusus membantah angka yang tercantum dalam laporan tersebut. Ia justru menekankan pentingnya menjadikan kritik sebagai masukan untuk memperbaiki kebijakan dan cara kerja pemerintah agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cBaik melalui evaluasi serta perbaikan kebijakan dan cara kerja untuk memastikan kehadiran pemerintah semakin dirasakan masyarakat dan menjawab permasalahan masyarakat di lapangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Hasil evaluasi CELIOS juga memperlihatkan perbedaan penilaian antara kelompok ahli dan masyarakat umum. Dalam penilaian masyarakat, Gibran memperoleh skor 4,9, sedangkan Prabowo mendapatkan nilai 4,6.<\/p>\n<p>Perbedaan angka itu menunjukkan bahwa hasil penilaian dalam laporan tersebut tidak seragam di antara kelompok responden. Namun, perbedaan tersebut tidak serta-merta menjelaskan alasan di balik penilaian masing-masing kelompok karena bahan yang tersedia belum memuat rincian faktor yang memengaruhi skor.<\/p>\n<p>Selain menilai kinerja presiden dan wakil presiden, laporan CELIOS bersama Kabinet Bayangan juga mencatat kekhawatiran para ahli terhadap arah kebijakan pemerintah. Sebanyak 92 persen ahli yang disurvei menyatakan khawatir, dengan 80 persen di antaranya mengaku sangat khawatir.<\/p>\n<p>Angka tersebut menambah konteks terhadap evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Meski demikian, kekhawatiran responden perlu dibaca sesuai cakupan dan metode survei yang digunakan, bukan langsung dianggap mewakili pandangan seluruh masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read640611\/mahfud-md-sarankan-gibran-bersiap-pemilu-2029-dibanding-pertahankan-wapres\">Mahfud MD Sarankan Gibran Bersiap Pemilu 2029 Dibanding Pertahankan Wapres<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam merespons kritik, Gibran menekankan bahwa pemerintah perlu melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya memastikan kebijakan serta cara kerja pemerintah mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.<\/p>\n<p>Pernyataan itu menempatkan perbaikan kinerja sebagai jawaban yang ditawarkan Gibran terhadap hasil evaluasi. Akan tetapi, keterangan yang tersedia belum merinci kebijakan tertentu yang akan diubah maupun langkah konkret yang bakal dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan CELIOS.<\/p>\n<p>Hasil penilaian tersebut menjadi salah satu masukan eksternal dalam melihat kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua tahun. Di sisi lain, respons Gibran memperlihatkan bahwa ia menyatakan kritik sebagai bagian dari proses demokrasi dan evaluasi pemerintah.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Tindak lanjut terhadap kritik akan terlihat dari kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah berikutnya. Gibran menegaskan pentingnya perbaikan agar kehadiran pemerintah semakin dirasakan masyarakat, sementara rincian langkah konkret untuk menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut belum dijelaskan dalam keterangannya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read640615\/gibran-buka-suara-usai-dapat-nilai-22-dari-celios-singgung-evaluasi-pemerintah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons hasil evaluasi CELIOS terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang memberikan nilai rendah terhadap kinerjanya. Gibran menyebut kritik dari masyarakat maupun lembaga independen sebagai bagian dari demokrasi sekaligus bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah. \u201cBagi saya, semua itu adalah bagian dari demokrasi sekaligus bahan evaluasi bagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":43568,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-127842","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127842"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127842\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43568"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}