{"id":127839,"date":"2026-10-13T18:59:48","date_gmt":"2026-10-13T11:59:48","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/13\/mengenal-batu-tonsil-gumpalan-kecil-pemicu-bau-mulut\/"},"modified":"2026-10-13T18:59:48","modified_gmt":"2026-10-13T11:59:48","slug":"mengenal-batu-tonsil-gumpalan-kecil-pemicu-bau-mulut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/13\/mengenal-batu-tonsil-gumpalan-kecil-pemicu-bau-mulut\/","title":{"rendered":"Mengenal Batu Tonsil, Gumpalan Kecil Pemicu Bau Mulut"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\">KORAN MANDALA<\/a><\/strong> \u2013 Gumpalan kecil menyerupai batu yang muncul di amandel mungkin terlihat sepele. Namun, kondisi yang dikenal sebagai <em>tonsillolith<\/em> atau batu tonsil ini dapat menimbulkan bau mulut hingga rasa tidak nyaman di tenggorokan.<\/p>\n<p>Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, menjelaskan bahwa batu tonsil terbentuk akibat penumpukan sisa makanan dan mikroorganisme di dalam kripta tonsil atau celah-celah pada amandel. Seiring waktu, tumpukan tersebut mengalami kalsifikasi atau pengerasan.<\/p>\n<p>\u201cTonsillolith terbentuk dari akumulasi sisa makanan dan mikroorganisme di kripta tonsil yang kemudian mengalami kalsifikasi,\u201d tulis dr. Adam dalam utas di akun Threads miliknya, dikutip Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n<p>Menurut dia, proses pembentukan batu tonsil berlangsung dinamis. Ukurannya dapat mengecil atau membesar, bergantung pada proses pembentukan dan tingkat kalsifikasinya.<\/p>\n<p>Selain itu, batu tonsil dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Jika kondisi tersebut berkembang lebih lanjut, risiko infeksi yang lebih berat juga perlu diwaspadai.<\/p>\n<p>\u201cProses ini dinamis, bisa mengecil atau membesar ukuran batu dan klasifikasinya. Selain itu, di sekitar batu tersebut \u2018dihuni\u2019 oleh bakteri, yang dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih berat,\u201d ucap dia.<\/p>\n<p>Sementara itu, melansir Cleveland Clinic, terdapat sejumlah gejala yang dapat dialami seseorang ketika memiliki batu tonsil. Gejala tersebut di antaranya bau mulut, rasa tidak enak di mulut, sakit tenggorokan, batuk, sakit telinga, serta kesulitan menelan.<\/p>\n<p>Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu tonsil meliputi riwayat tonsilitis atau infeksi amandel yang berulang, lipatan tonsil yang membesar, serta dehidrasi.<\/p>\n<p>Meski umumnya tidak berbahaya, batu tonsil berukuran besar dapat menyebabkan pembengkakan dan mengganggu proses menelan. Kondisi tertentu juga dapat disertai infeksi sehingga gejalanya perlu diperhatikan.<\/p>\n<p>Apabila batu tonsil disertai nyeri berat, demam, pembengkakan yang semakin parah, atau kesulitan menelan, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.koranmandala.com\/edukasi\/223987\/mengenal-batu-tonsil-gumpalan-kecil-pemicu-bau-mulut\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KORAN MANDALA \u2013 Gumpalan kecil menyerupai batu yang muncul di amandel mungkin terlihat sepele. Namun, kondisi yang dikenal sebagai tonsillolith atau batu tonsil ini dapat menimbulkan bau mulut hingga rasa tidak nyaman di tenggorokan. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, menjelaskan bahwa batu tonsil terbentuk akibat penumpukan sisa makanan dan mikroorganisme di dalam kripta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105718,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-127839","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127839","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127839"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127839\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}