{"id":127717,"date":"2026-10-13T15:37:44","date_gmt":"2026-10-13T08:37:44","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/13\/daftar-film-favorit-tontonan-gibran-rakabuming-nomor-4-tampilkan-adegan-hiper-kekerasan\/"},"modified":"2026-10-13T15:37:44","modified_gmt":"2026-10-13T08:37:44","slug":"daftar-film-favorit-tontonan-gibran-rakabuming-nomor-4-tampilkan-adegan-hiper-kekerasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/13\/daftar-film-favorit-tontonan-gibran-rakabuming-nomor-4-tampilkan-adegan-hiper-kekerasan\/","title":{"rendered":"Daftar Film Favorit Tontonan Gibran Rakabuming, Nomor 4 Tampilkan Adegan Hiper Kekerasan&#8230;"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Di balik ramainya perbincangan publik mengenai polemik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ijazah, Gibran Rakabuming Raka memiliki sisi personal yang jarang disorot.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Sebagai bapak dari dua anak, pria asal Solo ini juga menikmati waktu luangnya dengan menonton film.<\/p>\n<p>Menariknya, selera sinema Gibran ternyata cukup jauh dari kesan mainstream. Berdasarkan wawancaranya dengan <em>Cinema Poetica<\/em>, ia memiliki ketertarikan kuat pada genre thriller, psychological mistery, hingga gore.<\/p>\n<p>Berikut adalah lima film favorit Gibran Rakabuming Raka:<\/p>\n<p><strong>1. The Human Centipede (First Sequence) (2009)<\/strong><\/p>\n<p>Skor Rotten Tomatoes: 50%<\/p>\n<p>Resensi Singkat Film horor body-horror ekstrem yang mengandalkan nilai kejut (shock value). Kisahnya berpusat pada seorang ahli bedah gila asal Jerman yang menculik tiga turis untuk disatukan secara bedah dari mulut ke anus demi menciptakan &#8220;kelabang manusia&#8221;. Meski idenya orisinal dan sangat mengganggu, film ini lebih menonjolkan sensasi menjijikkan ketimbang kualitas narasi yang mendalam.<\/p>\n<p><strong>2. Memento (2000)<\/strong><\/p>\n<p>Skor Rotten Tomatoes: 94%<\/p>\n<p>Resensi Singkat: Sebuah mahakarya thriller psikologis garapan Christopher Nolan. Mengikuti kisah Leonard, seorang pria dengan amnesia jangka pendek yang mengandalkan tato dan foto Polaroid untuk melacak pembunuh istrinya. Film ini sangat brilian karena alur ceritanya berjalan mundur (reverse chronology), membuat penonton ikut merasakan kebingungan dan fragmentasi memori sang karakter utama.<\/p>\n<p><strong>3. Hostel (2005)<\/strong><\/p>\n<p>Skor Rotten Tomatoes: 59%<\/p>\n<p>Resensi Singkat: Disutradarai oleh Eli Roth, film ini adalah pelopor sub-genre horor, menceritakan sekumpulan backpacker yang terjebak di sebuah asrama di Slovakia, yang ternyata merupakan fasilitas rahasia di mana kaum elit membayar mahal untuk menyiksa dan membunuh manusia. Penuh darah, sadis, dan brutal, namun berhasil mengeksplorasi ketakutan akan eksploitasi manusia.<\/p>\n<p><strong>4. Ichi the Killer (2001)<\/strong><\/p>\n<p>Skor Rotten Tomatoes: 65%<\/p>\n<p>Resensi Singkat: Adaptasi manga garapan sutradara legendaris Jepang, Takashi Miike. Film ini menampilkan dunia bawah tanah Yakuza yang penuh dengan kekerasan sadomasokis. Fokus ceritanya pada Kakihara, seorang Yakuza masokis, yang mencari bosnya dan berhadapan dengan Ichi, seorang pembunuh bayaran dengan trauma psikologis. Visualnya sangat gore, hiper-kekerasan, dan surealis, sebuah cult classic yang jelas bukan untuk penonton berhati lemah.<\/p>\n<p><strong>5. Oldboy (2003)<\/strong><\/p>\n<p>Skor Rotten Tomatoes: 83%<\/p>\n<p>Resensi Singkat: Sebuah film thriller neo-noir Korea Selatan dari Park Chan-wook yang memenangkan Grand Prix di Cannes. Mengisahkan Oh Dae-su, seorang pria yang disekap dalam sebuah kamar hotel selama 15 tahun tanpa alasan yang jelas, lalu tiba-tiba dibebaskan dan diberi waktu lima hari untuk mencari tahu siapa penculiknya. Penuh aksi memukau (termasuk adegan perkelahian ikonik di lorong), penceritaan yang kelam, dan salah satu plot twist paling menyesakkan dalam sejarah sinema.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Selain deretan film bernuansa gelap dan penuh ketegangan di atas, Gibran juga menyatakan kekagumannya terhadap Quentin Tarantino, sutradara eksentrik Hollywood yang dikenal dengan gaya penceritaan non-linear dan estetika kekerasan visual yang khas.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read640548\/daftar-film-favorit-tontonan-gibran-rakabuming-nomor-4-tampilkan-adegan-hiper-kekerasan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Di balik ramainya perbincangan publik mengenai polemik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ijazah, Gibran Rakabuming Raka memiliki sisi personal yang jarang disorot. Sebagai bapak dari dua anak, pria asal Solo ini juga menikmati waktu luangnya dengan menonton film. Menariknya, selera sinema Gibran ternyata cukup jauh dari kesan mainstream. Berdasarkan wawancaranya dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":103047,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-127717","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127717","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127717"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127717\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/103047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127717"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127717"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127717"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}