{"id":127606,"date":"2026-10-13T12:20:10","date_gmt":"2026-10-13T05:20:10","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/13\/fokus-saja-ke-karhutla-dan-keracunan-mbg-jangan-urusi-pemakzulan-gibran\/"},"modified":"2026-10-13T12:20:10","modified_gmt":"2026-10-13T05:20:10","slug":"fokus-saja-ke-karhutla-dan-keracunan-mbg-jangan-urusi-pemakzulan-gibran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/13\/fokus-saja-ke-karhutla-dan-keracunan-mbg-jangan-urusi-pemakzulan-gibran\/","title":{"rendered":"Fokus Saja ke Karhutla dan Keracunan MBG, Jangan Urusi Pemakzulan Gibran"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Loyalis Jokowi, Dede Budhyarto, meminta para pejabat negara tidak terseret dalam polemik politik mengenai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, pemerintah dan para pemimpin politik perlu lebih memprioritaskan persoalan yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Dede menyoroti tiga masalah yang dinilainya mendesak, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kesiapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).<\/p>\n<p>Ia menilai persoalan tersebut seharusnya menjadi perhatian utama para pejabat. Dede menyoroti dampak asap karhutla terhadap masyarakat Kalimantan, kasus keracunan yang melibatkan anak-anak dalam program MBG, serta belum optimalnya kesiapan operasional KDMP.<\/p>\n<p>Dede juga menyindir pihak-pihak yang terus menggaungkan tuntutan pemakzulan Gibran. Ia menilai para pejabat tidak seharusnya ikut terseret dalam polemik yang menurutnya berkaitan dengan kekecewaan atas hasil Pilpres 2024.<\/p>\n<p>&#8220;Urus dulu yg MENDESAK dirasakan rakyat sekarang. Pilpres 2029 bisa dibahas nanti. Jangan malah ikut genderang perang gerombolan KEOK &amp; SAKIT HATI,&#8221; kata Dede Budhyarto.<\/p>\n<p>Menurut Dede, partai politik semestinya lebih mengutamakan kepentingan masyarakat daripada sibuk menyampaikan dukungan politik. Ia menegaskan bahwa persoalan yang masih berlangsung membutuhkan perhatian serius dari para pemimpin.<\/p>\n<p>&#8220;Yang semestinya mereka utamakan adalah kepentingan rakyat &amp; persoalan mendesak yg masih terjadi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Dede juga mengingatkan bahwa masyarakat memiliki kesempatan untuk mengevaluasi partai politik melalui pemilu mendatang. Ia berharap pemilih mempertimbangkan rekam jejak partai dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read640514\/said-didu-respons-sikap-psi-yang-berani-tantang-hak-angket-ijazah-gibran\">Said Didu Respons Sikap PSI yang Berani Tantang Hak Angket Ijazah Gibran<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Semoga rakyat tak lupa. Pada 2029, biarlah rakyat menjatuhkan hukuman politik dgn tidak lagi memilih partai-partai yg lebih sibuk mengumbar dukungan daripada memperjuangkan kepentingan rakyat,&#8221; kata Dede Budhyarto.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Sementara itu, desakan agar DPR RI memproses pemakzulan Gibran Rakabuming Raka masih disuarakan sejumlah elemen masyarakat. Isu tersebut menjadi salah satu polemik politik yang berkembang di tengah berbagai persoalan yang disoroti Dede.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read640517\/loyalis-jokowi-fokus-saja-ke-karhutla-dan-keracunan-mbg-jangan-urusi-pemakzulan-gibran\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Loyalis Jokowi, Dede Budhyarto, meminta para pejabat negara tidak terseret dalam polemik politik mengenai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, pemerintah dan para pemimpin politik perlu lebih memprioritaskan persoalan yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Dede menyoroti tiga masalah yang dinilainya mendesak, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kasus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46445,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-127606","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127606"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127606\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46445"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}