{"id":127448,"date":"2026-10-13T07:52:27","date_gmt":"2026-10-13T00:52:27","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/13\/msci-diprediksi-perpanjang-pemantauan-saham-ri-pembekuan-bisa-berlanjut-hingga-2027\/"},"modified":"2026-10-13T07:52:27","modified_gmt":"2026-10-13T00:52:27","slug":"msci-diprediksi-perpanjang-pemantauan-saham-ri-pembekuan-bisa-berlanjut-hingga-2027","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/13\/msci-diprediksi-perpanjang-pemantauan-saham-ri-pembekuan-bisa-berlanjut-hingga-2027\/","title":{"rendered":"MSCI Diprediksi Perpanjang Pemantauan Saham RI, Pembekuan Bisa Berlanjut hingga 2027"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Kebijakan pembekuan penyesuaian bobot saham Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI diperkirakan belum akan dicabut dalam waktu dekat. Konsistensi reformasi pasar modal dan efektivitas penerapannya menjadi faktor utama yang akan menentukan keputusan MSCI. Peluang pencabutan pembekuan dinilai lebih realistis pada semester II-2027.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Dalam riset harian yang dirilis Senin (12\/10\/2026), Analis Mirae Asset Sekuritas Wilbert Arifin menilai MSCI kemungkinan besar akan memperpanjang masa pemantauan pasar saham Indonesia dalam peninjauan indeks November 2026.<\/p>\n<p>&#8220;MSCI diperkirakan masih membutuhkan waktu untuk memastikan bahwa kebijakan baru yang diterapkan regulator benar-benar meningkatkan transparansi kepemilikan saham dan pola transaksi di pasar modal Indonesia,&#8221; kata Wilbert.<\/p>\n<p>Sebelumnya, MSCI membekukan penambahan foreign inclusion factor (FIF) dan number of shares (NOS) untuk saham Indonesia. Penyedia indeks tersebut juga menahan peningkatan status saham serta penambahan emiten Indonesia ke dalam indeksnya.<\/p>\n<p>Kebijakan pembekuan ini akan dievaluasi menjelang peninjauan indeks November 2026. MSCI diperkirakan menyampaikan indikasi awal mengenai keputusan tersebut pada akhir Oktober 2026.<\/p>\n<h2>Reformasi Berjalan, Penegakan Hukum Jadi Sorotan<\/h2>\n<p>Sejumlah langkah telah ditempuh regulator bursa bersama otoritas terkait untuk memperbaiki transparansi dan tata kelola pasar modal. Langkah tersebut mencakup pembaruan publikasi data kepemilikan saham di atas 1%, perincian klasifikasi investor, serta penguatan kerangka High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi.<\/p>\n<p>Regulator juga menyiapkan peta jalan penerapan batas minimal free float sebesar 15% dan melengkapi landasan hukum untuk demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI).<\/p>\n<p>Sejumlah perkembangan awal dinilai positif. BEI, misalnya, memperluas cakupan kriteria pengujian price impact ratio dalam daftar HSC untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp5 triliun. Sementara itu, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memisahkan data investor asing dan domestik.<\/p>\n<p>Meski demikian, Wilbert menilai penegakan hukum masih menjadi pekerjaan rumah. Ia menyoroti penanganan dugaan manipulasi pasar di Indonesia yang dinilai masih tertinggal dibandingkan Turki, yang juga menghadapi tenggat evaluasi serupa.<\/p>\n<h2>Peluang Pencabutan Mengarah ke Semester II-2027<\/h2>\n<p>Dalam skenario dasarnya, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan pembekuan dapat berlangsung selama 18 hingga 24 bulan. Periode tersebut mengarah pada rentang peninjauan indeks Agustus 2027 hingga Februari 2028.<\/p>\n<p>&#8220;Semester II-2027 dinilai menjadi waktu yang lebih realistis bagi pencabutan pembekuan. Pasalnya, MSCI umumnya mengambil keputusan strategis terkait reklasifikasi pasar dalam siklus evaluasi Juni,&#8221; jelas dia.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read640293\/bayang-bayang-degradasi-msci-hantui-pasar-rupiah-kehabisan-tenaga-dekati-rp18000\">Bayang-Bayang Degradasi MSCI Hantui Pasar, Rupiah Kehabisan Tenaga Dekati Rp18.000!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read640206\/ihsg-berpeluang-menguat-tapi-investor-tetap-waspadai-arus-keluar-asing-dan-evaluasi-msci\">IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Investor Tetap Waspadai Arus Keluar Asing dan Evaluasi MSCI<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Namun, pencabutan pembekuan tidak serta-merta memicu lonjakan arus modal asing (capital inflow) ke pasar saham Indonesia. Saham yang sebelumnya terdampak tetap harus memenuhi kembali kriteria MSCI, termasuk keluar dari daftar pengawasan HSC dan memastikan porsi saham publik yang tersedia benar-benar aktif diperdagangkan di bursa.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, perhatian investor dalam waktu dekat akan tertuju pada pernyataan MSCI pada akhir Oktober 2026. Sikap MSCI terhadap kemajuan reformasi pasar modal Indonesia berpotensi memengaruhi sentimen pasar.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>&#8220;Jika MSCI memberikan respons positif terhadap perbaikan yang dilakukan regulator dan tidak menyinggung kemungkinan penurunan status Indonesia menjadi pasar perintis (Frontier Market), kepercayaan investor berpeluang pulih lebih cepat,&#8221; tegas dia.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read640449\/msci-diprediksi-perpanjang-pemantauan-saham-ri-pembekuan-bisa-berlanjut-hingga-2027\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Kebijakan pembekuan penyesuaian bobot saham Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI diperkirakan belum akan dicabut dalam waktu dekat. Konsistensi reformasi pasar modal dan efektivitas penerapannya menjadi faktor utama yang akan menentukan keputusan MSCI. Peluang pencabutan pembekuan dinilai lebih realistis pada semester II-2027. Dalam riset harian yang dirilis Senin (12\/10\/2026), Analis Mirae [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33300,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-127448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127448"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127448\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33300"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}