{"id":126189,"date":"2026-10-11T15:55:27","date_gmt":"2026-10-11T08:55:27","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/11\/jokowi-tak-mau-bergantung-pada-partai-lain-poernomo-ungkap-dugaan-strateginya\/"},"modified":"2026-10-11T15:55:27","modified_gmt":"2026-10-11T08:55:27","slug":"jokowi-tak-mau-bergantung-pada-partai-lain-poernomo-ungkap-dugaan-strateginya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/11\/jokowi-tak-mau-bergantung-pada-partai-lain-poernomo-ungkap-dugaan-strateginya\/","title":{"rendered":"Jokowi Tak Mau Bergantung pada Partai Lain? Poernomo Ungkap Dugaan Strateginya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep disebut berpotensi menjadi alternatif dalam peta politik keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Dugaan itu disampaikan mantan Direktur BAIS TNI, Brigjen TNI (Purn) H. Poernomo, yang mengaitkannya dengan kemungkinan munculnya persoalan pada posisi politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Poernomo menduga Jokowi mungkin akan lebih serius membesarkan PSI apabila kepercayaan publik terhadap Gibran menurun akibat persoalan syarat pendidikan yang sedang dipersoalkan di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, langkah tersebut bisa menjadi cara untuk mengurangi ketergantungan pada partai politik lain.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau memang ijazah Gibran ini tidak ada dan kejadiannya terjadi pembohongan publik ya begitu ya, maka mungkin nama Gibran jatuh,&#8221; ujar Poernomo dalam kanal YouTube Obor Rakyat Reborn, dikutip Senin (5\/10).<\/p>\n<p>Ia kemudian menyebut Kaesang sebagai sosok yang mungkin disiapkan apabila kondisi politik Gibran tidak lagi menguntungkan. Namun, Poernomo menyampaikan hal itu sebagai perkiraan, bukan berdasarkan konfirmasi langsung mengenai rencana Jokowi.<\/p>\n<p>&#8220;Nah, maka yang disiapkan mungkin Kaesang tadi mungkin ya. Mungkin begitu. Oleh karenanya Jokowi mungkin tidak ingin menggantungkan diri kepada partai lain, tapi membesarkan PSI-nya,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut menghubungkan dua hal, yakni kemungkinan perubahan posisi politik Gibran dan dugaan penguatan PSI sebagai kendaraan politik keluarga Jokowi. Dalam skenario yang disampaikan Poernomo, Kaesang berpotensi mendapat peran lebih besar apabila persoalan yang menimpa kakaknya berdampak pada kepercayaan publik.<\/p>\n<p>PSI sendiri dipimpin Kaesang Pangarep. Karena itu, dugaan Poernomo mengenai penguatan partai tersebut sekaligus menempatkan Kaesang sebagai salah satu figur yang ia perhitungkan dalam kemungkinan perubahan strategi politik keluarga Jokowi.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639976\/berbeda-partai-dengan-jokowi-bobby-nasution-ungkap-sikap-yang-tak-banyak-diduga\">Berbeda Partai dengan Jokowi, Bobby Nasution Ungkap Sikap yang Tak Banyak Diduga<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meski demikian, belum ada keterangan dalam pernyataan yang dikutip tersebut yang membuktikan Jokowi benar-benar sedang menyiapkan skenario itu. Dugaan mengenai arah politik Jokowi dan masa depan Kaesang tetap perlu dibedakan dari keputusan resmi atau pernyataan langsung pihak yang bersangkutan.<\/p>\n<p>Sementara itu, persoalan yang menjadi latar belakang analisis Poernomo berkaitan dengan gugatan terhadap pemenuhan syarat pendidikan Gibran sebagai wakil presiden. Pakar hukum tata negara Denny Indrayana bersama 11 pemohon lainnya mengajukan permohonan ke MK untuk mempersoalkan keabsahan pemenuhan syarat pendidikan tersebut.<\/p>\n<p>Para pemohon mendalilkan adanya persoalan administratif dan dugaan manipulasi terkait pemenuhan syarat ijazah minimal tingkat SLTA atau sederajat. Mereka juga meminta MK mendiskualifikasi Gibran sebagai calon wakil presiden karena dinilai tidak memenuhi persyaratan pendidikan.<\/p>\n<p>Padahal, Pasal 169 huruf r Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatur bahwa calon presiden dan calon wakil presiden harus berpendidikan paling rendah tamat SMA, SLTA, atau sederajat. Ketentuan inilah yang menjadi salah satu dasar dalam gugatan para pemohon.<\/p>\n<p>Denny Indrayana menyebut terdapat indikasi awal bahwa syarat formal pendidikan tersebut tidak terpenuhi secara sah sejak proses pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, dalil dan tuntutan para pemohon tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa Gibran melanggar ketentuan tersebut.<\/p>\n<p>Bagi Poernomo, kemungkinan turunnya kepercayaan publik terhadap Gibran dapat menjadi faktor yang memengaruhi kalkulasi politik Jokowi. Dalam pandangannya, penguatan PSI dan kemungkinan menyiapkan Kaesang merupakan salah satu skenario yang bisa muncul apabila kondisi politik Gibran berubah.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Meski begitu, belum ada kepastian bahwa Jokowi akan mengambil langkah tersebut. Pernyataan Poernomo lebih tepat dipahami sebagai analisis mengenai kemungkinan arah strategi politik keluarga Jokowi, sementara perkembangan perkara di MK dan sikap resmi pihak terkait menjadi hal yang perlu dicermati.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read640114\/jokowi-tak-mau-bergantung-pada-partai-lain-poernomo-ungkap-dugaan-strateginya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep disebut berpotensi menjadi alternatif dalam peta politik keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Dugaan itu disampaikan mantan Direktur BAIS TNI, Brigjen TNI (Purn) H. Poernomo, yang mengaitkannya dengan kemungkinan munculnya persoalan pada posisi politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Poernomo menduga Jokowi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":102555,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-126189","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=126189"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126189\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/102555"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=126189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=126189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=126189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}