{"id":124930,"date":"2026-10-09T19:33:42","date_gmt":"2026-10-09T12:33:42","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/09\/bidik-kemandirian-industri-medis-startup-indonesia-malaysia-kembangkan-prostetik-berbasis-ai\/"},"modified":"2026-10-09T19:33:42","modified_gmt":"2026-10-09T12:33:42","slug":"bidik-kemandirian-industri-medis-startup-indonesia-malaysia-kembangkan-prostetik-berbasis-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/09\/bidik-kemandirian-industri-medis-startup-indonesia-malaysia-kembangkan-prostetik-berbasis-ai\/","title":{"rendered":"Bidik Kemandirian Industri Medis, Startup Indonesia-Malaysia Kembangkan Prostetik Berbasis AI"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Bandung &#8211; <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi pencetakan tiga dimensi (3D printing) membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat industri perangkat prostetik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Kolaborasi startup Indonesia, KARLA Bionics, dengan perusahaan teknologi Malaysia, Empowered Solutions, diarahkan untuk mengembangkan perangkat prostetik yang lebih adaptif, meningkatkan kapasitas manufaktur lokal, dan memperluas akses pasar melalui inovasi digital.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah perangkat lunak berbasis AI generatif untuk membantu merancang soket prostetik, yakni komponen yang menghubungkan anggota tubuh pengguna dengan alat bantu seperti kaki palsu.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Teknologi ini memanfaatkan data pengukuran atau pemindaian tiga dimensi untuk menghasilkan desain yang menyesuaikan anatomi pengguna.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Co-Founder sekaligus CEO KARLA Bionics, Arief Indra Muharam, mengatakan pengembangan prostetik di Indonesia menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknologi, tetapi juga kesenjangan akses, keterbatasan tenaga profesional, dan pembiayaan.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Menurut Arief, sebagian besar pengguna yang membutuhkan prostetik berasal dari kelompok pekerja kerah biru yang mengalami kecelakaan kerja dan tidak dapat kembali menjalankan pekerjaan seperti sebelumnya.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Berdasarkan data internal pengembang, sekitar 90% pengguna yang mereka tangani masih membutuhkan dukungan pendanaan untuk memperoleh produk prostetik. Sementara itu, sekitar 10% lainnya mampu membelinya secara mandiri.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">&#8220;Situasi ini memperlihatkan bahwa inovasi teknologi medis perlu diikuti dengan mekanisme pembiayaan dan distribusi yang memadai. Tanpa dukungan tersebut, produk yang telah dikembangkan berpotensi tidak sampai kepada kelompok yang paling membutuhkan,&#8221; ujar Arief, Jumat (10\/10\/2026)<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Pemanfaatan AI berpotensi membantu mempercepat proses perancangan prostetik sekaligus meningkatkan konsistensi desain. Teknologi ini juga dapat mendukung pengembangan proses produksi yang lebih terstruktur, terutama untuk komponen yang selama ini membutuhkan keterampilan teknis khusus.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Arief menjelaskan, salah satu tantangan dalam pembuatan prostetik adalah proses perancangan soket yang harus disesuaikan dengan kondisi fisik setiap pengguna. Perbedaan anatomi dan kondisi amputasi membuat kebutuhan produk tidak dapat disamaratakan.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Soket yang tidak sesuai dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengurangi efektivitas penggunaan alat bantu. Karena itu, pengukuran, penyesuaian desain, dan pemasangan tetap menjadi bagian penting dalam proses pengembangan prostetik.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Melalui kolaborasi dengan Empowered Solutions, pengembang berupaya memanfaatkan AI untuk menerjemahkan data anatomi menjadi rancangan yang dapat diproses melalui manufaktur digital.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Co-Founder sekaligus CEO Empowered Solutions, Muhammad Hafizuddin, mengatakan teknologi AI diharapkan membantu meningkatkan efisiensi proses pengembangan serta mendukung standardisasi produksi.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Meski demikian, penerapan AI tetap perlu disertai validasi klinis, pengawasan tenaga profesional, dan pengujian untuk memastikan produk memenuhi persyaratan keselamatan serta kebutuhan pengguna.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Pengembang juga melihat peluang menerapkan standardisasi pada komponen tertentu. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap proses produksi yang sepenuhnya dibuat berdasarkan pesanan individual, tanpa mengabaikan penyesuaian yang diperlukan setiap pengguna.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Jika diterapkan secara tepat, standardisasi berpotensi memperluas kapasitas produksi dan membuka kesempatan bagi lebih banyak pelaku usaha untuk masuk ke industri prostetik.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Selain AI, teknologi 3D printing menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan industri prostetik. Teknologi ini memungkinkan proses produksi dilakukan lebih dekat dengan lokasi pengguna, sehingga membuka peluang untuk memperpendek rantai distribusi dan mengurangi ketergantungan terhadap pengiriman produk dari luar negeri.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Hafizuddin menjelaskan, pemilihan mitra di Indonesia mempertimbangkan kesamaan visi, pengalaman di bidang prostetik, serta peluang untuk mengembangkan teknologi secara bersama-sama.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">&#8220;Melalui kolaborasi ini, kemampuan desain, perangkat lunak, dan manufaktur digital diharapkan dapat dikembangkan menjadi satu rantai produksi yang lebih terintegrasi,&#8221;ujarnya<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Penguatan manufaktur lokal juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi industri dalam negeri. Peluang tersebut tidak hanya mencakup produksi perangkat prostetik, tetapi juga pengembangan perangkat lunak, pengolahan data desain, penyediaan material, hingga peningkatan kompetensi tenaga kerja.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639705\/industri-alat-medis-tumbuh-12-loctite-bidik-kebutuhan-manufaktur-indonesia\">Industri Alat Medis Tumbuh 12%, Loctite Bidik Kebutuhan Manufaktur Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Ketergantungan terhadap produk impor menjadi salah satu persoalan yang ingin diatasi melalui pengembangan kapasitas produksi domestik. Gangguan rantai pasok lintas negara dapat memengaruhi ketersediaan produk maupun keberlanjutan pengembangan teknologi. Karena itu, kemampuan memproduksi prostetik secara lokal dinilai penting untuk membangun ekosistem perangkat medis yang lebih mandiri.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Kolaborasi Indonesia-Malaysia tersebut juga diarahkan untuk memperkuat validasi klinis, standardisasi proses produksi, dan pemahaman terhadap persyaratan material biokompatibel.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Langkah ini menjadi penting karena produk yang dapat dibuat secara teknis belum tentu langsung memenuhi seluruh persyaratan untuk digunakan dalam layanan kesehatan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639844\/bidik-kemandirian-industri-medis-startup-indonesia-malaysia-kembangkan-prostetik-berbasis-ai\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Bandung &#8211; Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi pencetakan tiga dimensi (3D printing) membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat industri perangkat prostetik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Kolaborasi startup Indonesia, KARLA Bionics, dengan perusahaan teknologi Malaysia, Empowered Solutions, diarahkan untuk mengembangkan perangkat prostetik yang lebih adaptif, meningkatkan kapasitas manufaktur lokal, dan memperluas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":124931,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-124930","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124930","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=124930"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124930\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/124931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=124930"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=124930"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=124930"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}