{"id":124923,"date":"2026-10-09T19:23:33","date_gmt":"2026-10-09T12:23:33","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/09\/dari-etf-emas-hingga-short-selling-ini-deretan-terobosan-100-hari-direksi-baru-bei\/"},"modified":"2026-10-09T19:23:33","modified_gmt":"2026-10-09T12:23:33","slug":"dari-etf-emas-hingga-short-selling-ini-deretan-terobosan-100-hari-direksi-baru-bei","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/09\/dari-etf-emas-hingga-short-selling-ini-deretan-terobosan-100-hari-direksi-baru-bei\/","title":{"rendered":"Dari ETF Emas hingga Short Selling, Ini Deretan Terobosan 100 Hari Direksi Baru BEI"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Sejak dilantik pada 29 Juni lalu, jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026\u20132030 langsung dihadapkan pada agenda besar untuk memperkuat integritas pasar, memperdalam likuiditas, memperluas basis investor dan produk, serta meningkatkan daya saing bursa di tengah dinamika pasar global.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Memasuki 100 hari pertama kepemimpinannya, Direksi BEI mulai merealisasikan berbagai agenda strategis melalui sejumlah inisiatif. Berbagai inisiatif yang dilakukan merupakan bagian dari pelaksanaan Master Plan BEI 2026\u20132030 yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan transparansi pasar, memperdalam likuiditas, serta memperkuat ketahanan dan daya saing Pasar Modal Indonesia.<\/p>\n<p>Salah satu perubahan yang paling terlihat berada pada sisi kualitas perdagangan. BEI dalam periode awal kepengurusan baru melanjutkan berbagai pembenahan yang diarahkan untuk menciptakan pembentukan harga yang lebih sehat dan memperluas ruang partisipasi investor.\u00a0<\/p>\n<p>Perbaikan kualitas perdagangan dilakukan melalui penyempurnaan metodologi High Shareholding Concentration (HSC) dengan menambahkan price impact ratio untuk saham berkapitalisasi di atas Rp5 triliun serta evaluasi berkala agar lebih responsif terhadap dinamika pasar.\u00a0<\/p>\n<p>Ruang perdagangan juga diperluas melalui penurunan batas minimum harga saham dan DINFRA dari Rp50 menjadi Rp1 efektif sejak 28 September 2026, disertai penyesuaian batasan auto rejection-nya yang bertujuan meningkatkan kualitas pembentukan harga dan aktivitas perdagangan.\u00a0<\/p>\n<p>Selain itu, BEI juga melakukan penyempurnaan ketentuan Papan Pemantauan Khusus dengan tetap mengutamakan price discovery dan pelindungan investor.<\/p>\n<p>Penguatan kualitas perusahaan tercatat juga terlihat dilakukan melalui penyempurnaan berbagai ketentuan, salah satunya peningkatan persyaratan keuangan dan fundamental bagi calon perusahaan tercatat, serta menyempurnakan penghitungan Free Float dengan tetap mengedepankan transparansi dan integritas pasar.\u00a0<\/p>\n<p>Penyempurnaan ini juga memberikan fleksibilitas melalui penghapusan minimum harga Penawaran Umum serta kemudahan pemesanan dan perubahan kode perusahaan, dengan tetap mempertahankan evaluasi dan keterbukaan informasi sebagai bagian dari proses pencatatan.\u00a0<\/p>\n<p>Pengamat pasar modal sekaligus Guru Besar Universitas Gadjah Mada, Eduardus Tandelilin, melihat perkembangan tersebut menunjukkan bahwa arah kebijakan yang ditempuh jajaran Direksi baru sudah berada pada jalur yang tepat.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cMenurut saya, arah kebijakan Direksi baru BEI sudah berada di jalur yang benar karena titik berangkatnya tepat. Yang dibutuhkan pasar saat ini adalah penguatan kredibilitas dan kualitas pasar, dan sejumlah langkah yang dilakukan menunjukkan kesungguhan untuk menjawab kebutuhan tersebut,\u201d ujar Eduardus dalam keterangan kepada wartawan, dikutip Jumat (9\/10\/2026).<\/p>\n<p>Dalam 100 hari pertama, BEI juga memperluas pilihan instrumen investasi untuk mendukung diversifikasi dan pengelolaan risiko. Salah satunya melalui peluncuran lima ETF Emas dari lima Manajer Investasi yang tercatat pada 10 Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat menjadi tujuh ETF Emas dari tujuh Manajer Investasi per 8 Oktober 2026.\u00a0<\/p>\n<p>Pengembangan alternatif strategi transaksi bagi investor juga diperkuat melalui mekanisme Intraday Short Selling (IDSS), yang mulai dapat dilakukan sejak 1 Oktober 2026 dengan dukungan dua Anggota Bursa dan lima saham sebagai underlying awal. Sejak mulai diperdagangkan sampai dengan 8 Oktober 2026, Bursa mencatatkan nilai transaksi short selling rata-rata sebesar Rp1,68 miliar per harinya.<\/p>\n<p>Menurut Eduardus, diversifikasi instrumen dan penambahan alternatif strategi investasi bagi investor merupakan bagian penting dari upaya memperdalam pasar.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cPasar yang semakin dalam membutuhkan lebih banyak cara bagi investor untuk mengambil posisi, melakukan diversifikasi dan melakukan lindung nilai. Kehadiran ETF Emas dan short selling menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia mulai bergerak ke arah ekosistem yang lebih lengkap,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Selain memperluas pilihan instrumen investasi, BEI juga mendorong pengembangan pasar modal yang mendukung pendanaan berkelanjutan melalui peluncuran IDX Green Equity Designation. Inisiatif yang berlaku sejak 31 Juli 2026 ini bertujuan meningkatkan transparansi dan visibilitas saham berbasis hijau, sekaligus memperluas akses Perusahaan Tercatat terhadap investor dan pendanaan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Perluasan ekosistem tersebut berjalan beriringan dengan basis investor yang terus bertumbuh di tengah dinamika pasar. Saat ini jumlah investor pasar modal mencapai 32 juta. Pertumbuhan investor tersebut menunjukkan semakin luasnya keterlibatan masyarakat dalam pasar modal sekaligus membuka ruang untuk meningkatkan kualitas partisipasi melalui edukasi, literasi, dan pemahaman investasi jangka panjang.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639897\/bei-perketat-syarat-ipo-calon-emiten-wajib-siapkan-proyeksi-keuangan-5-tahun\">BEI Perketat Syarat IPO! Calon Emiten Wajib Siapkan Proyeksi Keuangan 5 Tahun<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638851\/baru-sebulan-dana-kelolaan-etf-emas-meledak-jadi-rp10563-miliar\">Baru Sebulan, Dana Kelolaan ETF Emas Meledak Jadi Rp105,63 Miliar<\/a><\/strong><\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cPertumbuhan investor tentu merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan. Ke depan, tantangannya adalah bagaimana investor yang sudah terdaftar ini semakin aktif, semakin memahami instrumen yang digunakan, dan pada akhirnya menjadi investor yang lebih berorientasi jangka panjang,\u201d ungkap Eduardus.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639941\/dari-etf-emas-hingga-short-selling-ini-deretan-terobosan-100-hari-direksi-baru-bei\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Sejak dilantik pada 29 Juni lalu, jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026\u20132030 langsung dihadapkan pada agenda besar untuk memperkuat integritas pasar, memperdalam likuiditas, memperluas basis investor dan produk, serta meningkatkan daya saing bursa di tengah dinamika pasar global. Memasuki 100 hari pertama kepemimpinannya, Direksi BEI mulai merealisasikan berbagai agenda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":34253,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-124923","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 hours ago","modified":"4 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124923","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=124923"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124923\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=124923"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=124923"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=124923"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}