{"id":124268,"date":"2026-10-08T23:30:51","date_gmt":"2026-10-08T16:30:51","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/08\/pasukan-as-disebut-menjauh-iran-produksi-rudal-jarak-1000-km\/"},"modified":"2026-10-08T23:30:51","modified_gmt":"2026-10-08T16:30:51","slug":"pasukan-as-disebut-menjauh-iran-produksi-rudal-jarak-1000-km","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/08\/pasukan-as-disebut-menjauh-iran-produksi-rudal-jarak-1000-km\/","title":{"rendered":"Pasukan AS Disebut Menjauh, Iran Produksi Rudal Jarak 1000 Km"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Pengalaman perang terbaru mendorong Iran mengevaluasi kemampuan rudalnya. Teheran kini menyatakan tengah mengembangkan sistem rudal dengan jangkauan dan kecepatan yang lebih tinggi setelah pasukan lawan disebut berada semakin jauh dari garis pantai Iran.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, mengatakan pengembangan tersebut mencakup sistem rudal yang digunakan pasukan darat maupun angkatan laut.<\/p>\n<p>Pernyataan itu disampaikan Akraminia dalam wawancara dengan kantor berita Fars yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Minggu (4\/10\/2026).<\/p>\n<p>\u201cDalam perang ini, kami sampai pada kesimpulan bahwa kami benar-benar harus meningkatkan jangkauan rudal kami, dan kami kini telah bergerak ke arah itu,\u201d kata Akraminia, sebagaimana dikutip Fars.<\/p>\n<p>Menurut Akraminia, salah satu pertimbangan utama adalah posisi pasukan lawan yang disebut berada hingga sekitar 1.000 kilometer dari pantai Iran.<\/p>\n<p>Ia mengatakan rudal yang digunakan Iran selama perang, termasuk rudal pasukan darat untuk menyerang pangkalan lawan di Kuwait serta rudal jelajah yang diluncurkan dari laut untuk menghadapi kapal-kapal lawan, telah menunjukkan efektivitas.<\/p>\n<p>Namun, pengalaman tersebut juga menunjukkan perlunya peningkatan kemampuan.<\/p>\n<p>\u201cRudal-rudal itu sebenarnya sangat baik dan efektif. Namun, kami sekarang sampai pada kesimpulan bahwa kami perlu meningkatkan kecepatan dan jangkauannya karena musuh berada pada jarak yang lebih jauh dari pasukan kami,\u201d ujar Akraminia.<\/p>\n<p>Rencana pengembangan tersebut bukan berarti Iran baru mulai memiliki rudal dengan jangkauan lebih dari 1.000 kilometer.<\/p>\n<p>Iran telah memiliki sejumlah rudal balistik jarak menengah yang dilaporkan mampu mencapai jarak tersebut. Khorramshahr, misalnya, dilaporkan memiliki jangkauan sekitar 2.000\u20133.000 kilometer. Sementara Sejjil disebut mencapai sekitar 2.000 kilometer dan Shahab-3 sekitar 1.300 kilometer.<\/p>\n<p>Varian Shahab-3 seperti Ghadr-1 juga dilaporkan memiliki jangkauan hingga sekitar 1.950 kilometer.<\/p>\n<p>Karena itu, pernyataan terbaru Akraminia lebih mengarah pada pengembangan kemampuan dan perluasan jangkauan sistem rudal yang telah dimiliki Iran, terutama untuk menghadapi sasaran yang berada lebih jauh dari wilayah negara tersebut.<\/p>\n<p>Pernyataan mengenai pengembangan rudal tersebut muncul di tengah ketegangan Iran dan Amerika Serikat yang masih tinggi, terutama di sekitar Selat Hormuz.<\/p>\n<p>Akraminia merujuk pada penempatan pasukan Amerika Serikat di luar kawasan Selat Hormuz sebagai salah satu alasan Iran perlu meningkatkan kemampuan rudalnya. Pasukan lawan disebut berada hingga sekitar 1.000 kilometer dari pantai Iran.<\/p>\n<p>Klaim serupa disampaikan Wakil Komandan IRGC Laksamana Muda Ali Fadavi. Kepada media pemerintah Iran, IRIB, Fadavi mengatakan pasukan Amerika telah bergerak lebih dari 1.000 kilometer menjauh dari perbatasan Iran.<\/p>\n<p>Namun, pernyataan mengenai alasan dan dampak perpindahan pasukan tersebut merupakan klaim pejabat Iran. Pernyataan itu tidak secara independen membuktikan bahwa pergerakan pasukan Amerika Serikat terjadi akibat serangan Iran.<\/p>\n<p>Fadavi juga memperingatkan bahwa pangkalan maupun kapal milik Amerika Serikat akan menjadi sasaran apabila terjadi serangan.<\/p>\n<p>\u201cSetiap pangkalan milik Amerika, setiap kapal milik Amerika, akan menjadi sasaran,\u201d kata Fadavi, menurut laporan media Iran yang dikutip dalam pemberitaan tersebut.<\/p>\n<p>Sebelumnya, pejabat Iran menyatakan Teheran sengaja membatasi jangkauan rudalnya hingga sekitar 2.000 kilometer agar tidak dipandang sebagai ancaman terhadap negara-negara lain.<\/p>\n<p>Kini, setelah pengalaman perang dan meningkatnya jarak antara pasukan Iran dengan kekuatan Amerika Serikat di kawasan, pemerintah Iran menyatakan adanya kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan tersebut.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638806\/bangunan-gaza-hancur-rata-angelina-jolie-bagikan-fotonya\">Bangunan Gaza Hancur Rata, Angelina Jolie Bagikan Fotonya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Perubahan ini menunjukkan bahwa faktor jarak menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan kemampuan rudal Iran.<\/p>\n<p>Di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya mereda, rencana tersebut berpotensi menjadi salah satu isu dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat, terutama berkaitan dengan keamanan kawasan Teluk dan Selat Hormuz.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Iran sebelumnya juga menyatakan Selat Hormuz belum akan dibuka kembali sebelum sejumlah persyaratan yang diajukan kepada Amerika Serikat dipenuhi.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639722\/pasukan-as-disebut-menjauh-iran-produksi-rudal-jarak-1000-km\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Pengalaman perang terbaru mendorong Iran mengevaluasi kemampuan rudalnya. Teheran kini menyatakan tengah mengembangkan sistem rudal dengan jangkauan dan kecepatan yang lebih tinggi setelah pasukan lawan disebut berada semakin jauh dari garis pantai Iran. Juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, mengatakan pengembangan tersebut mencakup sistem rudal yang digunakan pasukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40960,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-124268","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124268","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=124268"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124268\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40960"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=124268"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=124268"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=124268"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}