{"id":123926,"date":"2026-10-08T13:54:55","date_gmt":"2026-10-08T06:54:55","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/08\/itu-kayak-suruh-habibie-kuliah-s1-lagi\/"},"modified":"2026-10-08T13:54:55","modified_gmt":"2026-10-08T06:54:55","slug":"itu-kayak-suruh-habibie-kuliah-s1-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/08\/itu-kayak-suruh-habibie-kuliah-s1-lagi\/","title":{"rendered":"Itu Kayak Suruh Habibie Kuliah S1 Lagi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Polemik soal ijazah Gibran Rakabuming Raka kembali memancing respons dari tokoh NU sekaligus praktisi teknologi Ainun Najib. Ia menyoroti dorongan agar Gibran mengambil Kejar Paket C sebagai solusi atas persoalan pendidikan yang kini menjadi perdebatan setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK).<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Menurut Ainun Najib, persoalan tersebut tidak sesederhana ada atau tidaknya ijazah SMA. Ia menilai sistem pendidikan di luar negeri memiliki jalur berbeda yang memungkinkan seseorang melanjutkan pendidikan tanpa melalui jenjang atau dokumen yang persis sama dengan sistem pendidikan Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Isu \u201cmusti ijazah SMA banget, meski sistem sekolah luar negeri skip ijazah SMA langsung masuk S1\u201d ini isu diaspora bukan isu termul atau apapun itu,&#8221; tulisnya di akun X, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639521\/psi-gibran-akan-jadi-kandidat-presiden-muda-paling-diinginkan-rakyat-indonesia\">PSI: Gibran akan Jadi Kandidat Presiden Muda Paling Diinginkan Rakyat Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Untuk menjelaskan pandangannya, Ainun menyinggung pengalaman Presiden BJ Habibie saat menempuh pendidikan di Jerman. Ia juga memberikan contoh pengalaman anaknya yang bersekolah di Singapura.<\/p>\n<p>&#8220;Presiden BJ Habibie di Jerman dulu skip ijazah S1, sistemnya S2. Anak saya dzuizz di NUS High School of Math &amp; Science skip ijazah SMP, langsung NUSH Diploma NUSH ini program 6 tahun Kelas 7-12 sejak lulus SD, advanced curriculum binaan NUS (National University of Singapore), sekolah paling elit akademik di SG,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&#8220;Bahkan NUSH ini skip O-level dan skip A-level karena kurikulumnya advanced di atas SMP-SMA, di atas O-level &amp; A-level karena bahkan kurikulumnya ada modul-modul kuliah dari NUS ketika Kelas 11-12 nanti, beneran nyebrang ke kampus NUS ikut kelas kuliah dengan mahasiswa tahun ke-2, 3 bahkan 4,&#8221; lanjut dia.<\/p>\n<p>Menurutnya, perbedaan sistem tersebut berpotensi menimbulkan persoalan jika ukuran kesetaraan pendidikan hanya dilihat dari keberadaan ijazah pada jenjang tertentu.<\/p>\n<p>&#8220;Maka nanti bisa aja dibilang ga setara ijazah SMA nanti karena faktanya materinya lebih tinggi dari SMA. Alhasil logika MK yang sama bisa aja bakalan bilang dzuizz ga punya ijazah setara SMP dan ga punya ijazah setara SMA,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639520\/fahri-hamzah-ada-yang-ingin-ganggu-kepemimpinan-prabowo-dengan-menyingkirkan-gibran-dulu\">Fahri Hamzah: Ada yang Ingin Ganggu Kepemimpinan Prabowo dengan Menyingkirkan Gibran Dulu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia pun mempertanyakan bagaimana sistem hukum Indonesia seharusnya memperlakukan anak-anak diaspora yang menempuh sistem pendidikan berbeda, tetapi materi pendidikannya berada pada tingkat yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Jadinya apakah hukum Indonesia akan bilang anak diaspora yang jenius di sistem Singapura tidak punya ijazah SMP maupun ijazah SMA?&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Ainun kemudian menyoroti ajakan sejumlah netizen agar Gibran mengambil Kejar Paket C. Menurutnya, saran tersebut tidak masuk akal jika dikaitkan dengan seseorang yang sudah menyelesaikan pendidikan tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Netizen mengolok-olok menyuruh Gibran ambil Kejar Paket C lagi, padahal sudah lulus S1. Itu kan analoginya kayak menyuruh Presiden BJ Habibie ambil kuliah S1 lagi padahal sudah lulus S2,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&#8220;Katanya Gibran musti begitu buat mengikuti aturan tapi ketika saya masukkan dzuizz paralel di SMP dan SMA sistem pendidikan Indonesia sebagai siswa PJJ virtual student saya dibilang mengakali aturan,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Di tengah perdebatan yang semakin ramai, Ainun menilai polemik tersebut kerap dipengaruhi oleh pertarungan politik. Ia pun meminta agar perdebatan tidak membuat fakta dan logika mengenai sistem pendidikan menjadi terabaikan.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>&#8220;Mboh lah netizen ini sebenarnya logika dan fakta tidak bisa masuk ke kepala mereka ketika hatinya sudah tertutup kebencian politik ya sudahlah kita maju terus aja cuekin netizen,&#8221; pungkas dia.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639582\/gibran-disuruh-ambil-paket-c-ainun-najib-itu-kayak-suruh-habibie-kuliah-s1-lagi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Polemik soal ijazah Gibran Rakabuming Raka kembali memancing respons dari tokoh NU sekaligus praktisi teknologi Ainun Najib. Ia menyoroti dorongan agar Gibran mengambil Kejar Paket C sebagai solusi atas persoalan pendidikan yang kini menjadi perdebatan setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Ainun Najib, persoalan tersebut tidak sesederhana ada atau tidaknya ijazah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123927,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-123926","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"14 minutes ago","modified":"14 minutes ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123926","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123926"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123926\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123926"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123926"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123926"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}