{"id":123871,"date":"2026-10-08T12:01:06","date_gmt":"2026-10-08T05:01:06","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/08\/kendaraan-roda-tiga-berpeluang-jadi-segmen-baru-industri-otomotif-indonesia\/"},"modified":"2026-10-08T12:01:06","modified_gmt":"2026-10-08T05:01:06","slug":"kendaraan-roda-tiga-berpeluang-jadi-segmen-baru-industri-otomotif-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/08\/kendaraan-roda-tiga-berpeluang-jadi-segmen-baru-industri-otomotif-indonesia\/","title":{"rendered":"Kendaraan Roda Tiga Berpeluang Jadi Segmen Baru Industri Otomotif Indonesia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Kendaraan roda tiga dinilai berpeluang mengisi celah antara sepeda motor dan mobil pikap, terutama untuk kebutuhan distribusi barang dengan kapasitas lebih besar tetapi tetap membutuhkan kendaraan yang ringkas.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan kendaraan roda tiga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kendaraan angkutan barang maupun penumpang.<\/p>\n<p>Menurut dia, kapasitas angkut kendaraan roda tiga dapat mencapai sekitar 300 kilogram hingga 1 ton, tergantung jenis kendaraannya.<\/p>\n<p>\u201cKendaraan roda tiga memiliki kapasitas angkut besar, 300 kilogram hingga 1 ton,\u201d kata Djoko kepada Wacana Berita, Rabu (7\/10\/2026).<\/p>\n<p>Djoko menilai kapasitas tersebut membuat kendaraan roda tiga dapat menjadi alternatif untuk kebutuhan angkutan yang selama ini dilayani sepeda motor maupun pikap kecil.<\/p>\n<p>Menurut dia, kendaraan roda tiga dapat digunakan untuk distribusi barang dari pusat distribusi menuju pasar, toko, maupun konsumen. Bagian belakang kendaraan juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari bak barang hingga boks pendingin dan lapak usaha berjalan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639000\/pembiayaan-kendaraan-listrik-tumbuh-3467-saat-pasar-otomotif-tengah-melemah\">Pembiayaan Kendaraan Listrik Tumbuh 34,67%, Saat Pasar Otomotif Tengah Melemah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Djoko juga menilai dimensi kendaraan roda tiga menjadi salah satu keunggulannya. Kendaraan tersebut dapat menjangkau ruas jalan yang lebih sempit dibandingkan mobil, sehingga dapat digunakan untuk distribusi di kawasan permukiman maupun wilayah perdesaan.<\/p>\n<p>\u201cUkuran kendaraan roda tiga yang relatif kecil memungkinkannya menjangkau jalan sempit, gang perkotaan, dan jalan setapak desa yang tidak bisa dilalui mobil,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Gambaran mengenai pasar kendaraan roda tiga juga terlihat dari perkembangan kendaraan listrik di sejumlah negara. Data International Energy Agency (IEA) menunjukkan penjualan kendaraan roda tiga listrik global mencapai lebih dari 1,2 juta unit pada 2025.<\/p>\n<p>China, India, dan Turki secara bersama-sama menyumbang lebih dari 95 persen penjualan kendaraan roda tiga listrik dunia.<\/p>\n<p>India menjadi salah satu pasar terbesar kendaraan roda tiga listrik. Penjualannya hampir mencapai 800.000 unit pada 2025, naik sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Porsi kendaraan listrik juga sudah mendekati 70 persen dari total penjualan kendaraan roda tiga di negara tersebut.<\/p>\n<p>Sementara itu, penjualan kendaraan roda tiga listrik di China tercatat kurang dari 290.000 unit pada 2025. Tingkat elektrifikasinya sekitar 13 persen dari total penjualan kendaraan roda tiga di negara tersebut.<\/p>\n<p>Data tersebut menunjukkan perbedaan perkembangan pasar kendaraan roda tiga listrik antara India dan China, baik dari sisi volume penjualan maupun tingkat elektrifikasinya.<\/p>\n<p>Menurut Djoko, perkembangan kendaraan roda tiga di sejumlah negara menunjukkan bahwa jenis kendaraan tersebut dapat dikembangkan untuk kebutuhan yang lebih spesifik, mulai dari angkutan barang, distribusi jarak pendek, hingga layanan transportasi di kawasan dengan akses jalan terbatas.<\/p>\n<p>Dia menilai pengembangan kendaraan roda tiga di Indonesia juga dapat diarahkan menjadi segmen tersendiri di industri otomotif, dengan dukungan manufaktur, ketersediaan komponen dan suku cadang serta jaringan layanan purnajual.<\/p>\n<p>Regulasi, lanjut Djoko, juga menjadi salah satu faktor penting. Kepastian mengenai kelaikan kendaraan dan uji tipe diperlukan agar produsen memiliki standar yang jelas ketika mengembangkan kendaraan roda tiga untuk berbagai kebutuhan.<\/p>\n<h3>Peluang Roda Tiga Listrik<\/h3>\n<p>Selain kendaraan bermesin konvensional, Djoko melihat kendaraan roda tiga juga potensial dikembangkan dalam bentuk kendaraan listrik.<\/p>\n<p>\u201cKeunggulan kendaraan roda tiga juga karena sangat potensial berbasis baterai,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p>Menurut Djoko, ruang pada sasis kendaraan roda tiga dapat dimanfaatkan untuk menempatkan baterai berkapasitas besar maupun sistem penukaran baterai, tanpa terlalu mengganggu ruang pengguna.<\/p>\n<p>Dia menilai karakteristik tersebut membuat kendaraan roda tiga berbasis baterai dapat diarahkan untuk penggunaan dengan perjalanan jarak pendek dan operasional berulang, seperti distribusi barang maupun layanan transportasi kawasan.<\/p>\n<p>Data IEA menunjukkan penggunaan kendaraan roda tiga listrik di India telah berkembang dalam skala besar. Hampir 70 persen penjualan kendaraan roda tiga di negara tersebut pada 2025 merupakan kendaraan listrik.<\/p>\n<p>India juga tercatat sebagai pasar kendaraan roda tiga listrik terbesar di dunia. Sementara itu, tingkat elektrifikasi kendaraan roda tiga di China lebih rendah, meski negara tersebut tetap menjadi salah satu pasar besar kendaraan roda tiga listrik dunia.<\/p>\n<p>Menurut Djoko, pengembangan kendaraan roda tiga listrik di Indonesia perlu diikuti dengan kesiapan ekosistem pendukung. Hal tersebut mencakup ketersediaan baterai, fasilitas pengisian atau penukaran baterai, suku cadang hingga jaringan servis.<\/p>\n<h3>Tantangan Keselamatan dan Kemacetan<\/h3>\n<p>Di balik potensinya, Djoko mengatakan kendaraan roda tiga juga memiliki sejumlah tantangan, salah satunya terkait keselamatan berkendara.<\/p>\n<p>Menurut dia, kendaraan roda tiga tetap memiliki risiko terguling (<em>rollover<\/em>) ketika berbelok tajam dalam kecepatan tinggi. Karakteristik tersebut perlu diperhatikan dalam desain kendaraan maupun pengaturan operasionalnya.<\/p>\n<p>Djoko juga menyoroti dimensi kendaraan roda tiga yang lebih lebar dibandingkan sepeda motor. Kondisi tersebut membuat kendaraan roda tiga membutuhkan ruang jalan lebih besar.<\/p>\n<p>Menurut dia, jumlah armada dan wilayah operasional perlu diperhatikan agar penggunaan kendaraan roda tiga tidak menimbulkan persoalan baru di jalan perkotaan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read637532\/tkdn-60-mulai-menghantui-merek-otomotif-tanpa-pabrik-bisa-kena-imbas\">TKDN 60% Mulai Menghantui, Merek Otomotif Tanpa Pabrik Bisa Kena Imbas<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read636923\/industri-komponen-otomotif-ri-masih-andalkan-upah-murah-untuk-go-global\">Industri Komponen Otomotif RI Masih Andalkan Upah Murah untuk Go Global<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dia menilai pengembangan kendaraan roda tiga tidak dapat hanya berorientasi pada penambahan jumlah armada. Penentuan wilayah operasi, kebutuhan pengguna, serta kesesuaian kendaraan dengan karakteristik jalan juga perlu diperhitungkan.<\/p>\n<p>Dari sisi ekonomi, Djoko mengatakan bobot kendaraan roda tiga yang lebih besar dibandingkan sepeda motor juga perlu diperhitungkan karena berkaitan dengan konsumsi energi dan biaya pengadaan armada.<\/p>\n<p>Menurut Djoko, kendaraan roda tiga dapat diarahkan untuk kebutuhan distribusi <em>first-mile\/last-mile<\/em>, terutama di kawasan yang memiliki keterbatasan akses kendaraan berukuran besar.<\/p>\n<p>Jika dikembangkan untuk kebutuhan tersebut, dia menilai kendaraan roda tiga dapat menempati posisi yang berbeda dari sepeda motor maupun pikap.<\/p>\n<p>\u201cKendaraan roda tiga dapat mengambil ceruk angkutan yang membutuhkan kapasitas lebih besar dibandingkan sepeda motor,\u201d kata Djoko.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Menurut dia, dimensi yang lebih ringkas juga menjadi keunggulan ketika kendaraan harus masuk ke kawasan dengan akses jalan terbatas.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639481\/kendaraan-roda-tiga-berpeluang-jadi-segmen-baru-industri-otomotif-indonesia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Kendaraan roda tiga dinilai berpeluang mengisi celah antara sepeda motor dan mobil pikap, terutama untuk kebutuhan distribusi barang dengan kapasitas lebih besar tetapi tetap membutuhkan kendaraan yang ringkas. Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan kendaraan roda tiga memiliki potensi untuk dikembangkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123872,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-123871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 hours ago","modified":"2 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123871"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123871\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}