{"id":123857,"date":"2026-10-08T11:42:52","date_gmt":"2026-10-08T04:42:52","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/08\/kemenperin-pacu-ikm-go-global-215-pelaku-usaha-masih-belum-ekspor\/"},"modified":"2026-10-08T11:42:52","modified_gmt":"2026-10-08T04:42:52","slug":"kemenperin-pacu-ikm-go-global-215-pelaku-usaha-masih-belum-ekspor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/08\/kemenperin-pacu-ikm-go-global-215-pelaku-usaha-masih-belum-ekspor\/","title":{"rendered":"Kemenperin Pacu IKM Go Global, 215 Pelaku Usaha Masih Belum Ekspor"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melihat peluang industri kecil dan menengah (IKM) untuk menembus pasar ekspor masih terbuka lebar. Namun, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan untuk meningkatkan daya saing dan memenuhi persyaratan pasar global.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan hingga triwulan III 2026 terdapat 313 IKM yang mendapatkan pembinaan untuk mendukung kegiatan ekspor.<\/p>\n<p>Dari jumlah tersebut, baru 98 IKM atau sekitar 31 persen yang telah melakukan ekspor. Sementara itu, sebanyak 215 IKM atau sekitar 69 persen masih memiliki potensi untuk didorong masuk ke pasar global.<\/p>\n<p>\u201cPotensi IKM untuk masuk pasar global masih sangat besar. Karena itu, pembinaan perlu kita kawal dari peningkatan kapasitas produksi, kualitas dan standardisasi produk sampai kepada akses pasar dan pertemuan dengan calon pembeli,\u201d ujar Reni di Jakarta, Rabu (7\/10\/2026).<\/p>\n<p>Menurut Reni, kesiapan produk belum otomatis membuat IKM mampu menembus pasar ekspor. Pelaku usaha masih harus memenuhi berbagai persyaratan, meningkatkan kapasitas produksi, serta memiliki akses terhadap pembiayaan dan calon pembeli agar mampu bersaing di pasar internasional.<\/p>\n<p>Reni menyebut terdapat sedikitnya delapan tantangan utama yang masih dihadapi IKM. Persoalan tersebut mencakup pembiayaan dan permodalan, adopsi teknologi dan literasi digital, sumber daya manusia (SDM), rantai pasok dan kemitraan, inovasi dan desain, ketersediaan bahan baku, persaingan global dan akses pasar, serta standardisasi.<\/p>\n<p>Di sisi pasar, IKM juga berhadapan dengan produk impor berharga murah dan keterbatasan akses untuk menembus pasar ekspor. Kondisi tersebut membuat peningkatan daya saing tidak cukup hanya dilakukan dari sisi produksi.<\/p>\n<p>\u201cUntuk menciptakan daya saing bisnis yang berkelanjutan, dibutuhkan pendekatan yang holistik. Pembinaan perlu mencakup hilirisasi komoditas unggulan, adopsi teknologi dan inovasi produk, serta peningkatan kapasitas modal dan SDM,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Kemenperin tidak hanya mengarahkan pembinaan pada peningkatan produksi. Intervensi juga dilakukan melalui fasilitasi akses pembiayaan, sumber bahan baku, teknologi dan sarana prasarana produksi, peningkatan kualitas produk serta keterampilan SDM, perluasan pasar, hingga penguatan kemitraan.<\/p>\n<p>Salah satu jalur yang didorong adalah memasukkan IKM ke dalam rantai pasok industri besar.<\/p>\n<p>Menurut Reni, kemitraan dengan industri besar dapat memberikan kesempatan kepada IKM untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk sekaligus memperkuat penerapan standar. IKM juga berpeluang memperoleh kepastian pasar melalui hubungan dengan pembeli atau perusahaan yang menjadi mitra.<\/p>\n<p>Sepanjang 2026 hingga triwulan III, sebanyak 203 IKM telah memperoleh fasilitasi temu bisnis. Forum tersebut menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan pelaku IKM dengan calon pembeli dan membuka akses pasar yang sebelumnya sulit dijangkau.<\/p>\n<p>Kemenperin juga memberikan sejumlah fasilitas untuk membantu IKM memenuhi kebutuhan sebelum masuk pasar ekspor. Program tersebut antara lain restrukturisasi mesin dan peralatan, fasilitasi kemitraan, serta sertifikasi yang berkaitan dengan keamanan pangan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639476\/kemenperin-bidik-ikm-naik-kelas-ekspor-tak-lagi-milik-industri-besar\">Kemenperin Bidik IKM Naik Kelas, Ekspor Tak Lagi Milik Industri Besar<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639368\/kemenperin-mulai-audit-mesin-industri-ada-sektor-yang-bakal-diprioritaskan\">Kemenperin Mulai Audit Mesin Industri, Ada Sektor yang Bakal Diprioritaskan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain program yang secara khusus mendukung ekspor, sejumlah instrumen pembinaan IKM Kemenperin hingga triwulan III 2026 juga mencatat realisasi di atas target.<\/p>\n<p>Fasilitasi produk dan sertifikasi telah menjangkau 152 IKM dari target 69 IKM. Program e-Smart, literasi digital, dan Making Indonesia 4.0 mencapai 376 IKM dari target 364 IKM.<\/p>\n<p>Sementara itu, layanan Klinik Kemasan dan Hak Kekayaan Intelektual telah menjangkau 306 IKM dari target 154 IKM. Program restrukturisasi mesin dan peralatan mencapai 59 IKM dari target 46 IKM, sedangkan program fesyen dan kriya menjangkau 38 IKM dari target 30 IKM.<\/p>\n<p>Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkecil kesenjangan antara potensi produk IKM dan kesiapan mereka untuk bersaing di pasar global.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Dengan masih terdapat 215 IKM binaan yang belum melakukan ekspor, Kemenperin perlu memastikan proses pembinaan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi berlanjut hingga pelaku usaha mampu memenuhi standar, mendapatkan akses pembeli, dan benar-benar masuk ke pasar internasional.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639528\/kemenperin-pacu-ikm-go-global-215-pelaku-usaha-masih-belum-ekspor\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melihat peluang industri kecil dan menengah (IKM) untuk menembus pasar ekspor masih terbuka lebar. Namun, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan untuk meningkatkan daya saing dan memenuhi persyaratan pasar global. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan hingga triwulan III 2026 terdapat 313 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":86740,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-123857","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 hours ago","modified":"4 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123857","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123857"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123857\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123857"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123857"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123857"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}