{"id":122461,"date":"2026-10-06T15:57:38","date_gmt":"2026-10-06T08:57:38","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/06\/anies-bicara-gagal-pilpres-dan-tak-bisa-maju-pilkada-demokrasi-kita-yang-terancam\/"},"modified":"2026-10-06T15:57:38","modified_gmt":"2026-10-06T08:57:38","slug":"anies-bicara-gagal-pilpres-dan-tak-bisa-maju-pilkada-demokrasi-kita-yang-terancam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/06\/anies-bicara-gagal-pilpres-dan-tak-bisa-maju-pilkada-demokrasi-kita-yang-terancam\/","title":{"rendered":"Anies Bicara Gagal Pilpres dan Tak Bisa Maju Pilkada: Demokrasi Kita yang Terancam"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali berbicara mengenai pengalaman politiknya setelah gagal melanjutkan kontestasi. Usai kalah dalam Pilpres 2024, Anies juga tidak dapat bertarung dalam Pilkada 2024.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Pertanyaan mengenai pengalaman tersebut muncul saat Anies berbincang dengan motivator Merry Riana dalam podcast yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya. Merry menanyakan mana yang lebih menyakitkan bagi Anies, kekalahan di Pilpres atau tidak bisa ikut Pilkada.<\/p>\n<p>\u201cTapi mana yang lebih menyakitkan, menyakitkan kalau di Pilpres atau tidak bisa bertanding di Pilkada sama sekali?\u201d tanya Merry seperti dikutip, Selasa (6\/10\/2026).<\/p>\n<p>Anies tidak melihat pengalaman tersebut sebagai persoalan mengenai rasa sakit akibat kegagalan pribadi. Ia justru mengaitkannya dengan kondisi demokrasi di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKalau buat saya, tidak ada soal sakit atau tidak. Ini adalah warning tentang demokrasi kita. Ini bukan tentang pribadi, demokrasi ini harus dijaga,\u201d jawab Anies.<\/p>\n<p>Menurut Anies, terdapat sejumlah kondisi yang menurutnya bisa menjadi tanda demokrasi berada dalam bahaya. Salah satunya ketika lembaga atau perangkat yang seharusnya menjadi penyangga demokrasi berada dalam kendali pihak tertentu.<\/p>\n<p>\u201cKalau wasit dikendalikan, penyangga dikendalikan,\u201d kata Anies.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti hilangnya ruang bagi pihak yang menjadi lawan politik untuk ikut berkompetisi. \u201cYang kedua, lawan ditiadakan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Anies mempermasalahkan perubahan aturan dalam kompetisi politik. Menurut dia, perubahan aturan main dapat membahayakan demokrasi jika dilakukan sedemikian rupa hingga memengaruhi jalannya persaingan.<\/p>\n<p>\u201cYang ketiga, aturan main diubah-ubah berarti ini demokrasi kita dalam bahaya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639013\/bicara-pendamping-prabowo-gibran-diklaim-bisa-dengan-mudah-diganti-anies-baswedan-dan-ahy\">Bicara Pendamping Prabowo, Gibran Diklaim Bisa dengan Mudah Diganti Anies Baswedan dan AHY<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Anies kembali menekankan bahwa pengalaman politik yang dialaminya tidak seharusnya hanya dilihat dari sisi personal. \u201cKetika salah, kejadian-kejadian yang terjadi, maka yang dalam bahaya demokrasi kita, ini bukan soal Anies,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Bagi Anies, persoalan yang lebih besar adalah bagaimana memastikan demokrasi tetap memiliki wasit yang independen, ruang kompetisi yang terbuka, serta aturan main yang tidak berubah-ubah untuk kepentingan tertentu.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read639091\/anies-bicara-gagal-pilpres-dan-tak-bisa-maju-pilkada-demokrasi-kita-yang-terancam\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali berbicara mengenai pengalaman politiknya setelah gagal melanjutkan kontestasi. Usai kalah dalam Pilpres 2024, Anies juga tidak dapat bertarung dalam Pilkada 2024. Pertanyaan mengenai pengalaman tersebut muncul saat Anies berbincang dengan motivator Merry Riana dalam podcast yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya. Merry menanyakan mana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":68038,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-122461","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122461"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122461\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/68038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}