{"id":121678,"date":"2026-10-05T16:05:31","date_gmt":"2026-10-05T09:05:31","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/05\/thailand-latihan-untuk-di-piala-asia-indonesia-putus-kutukan\/"},"modified":"2026-10-05T16:05:31","modified_gmt":"2026-10-05T09:05:31","slug":"thailand-latihan-untuk-di-piala-asia-indonesia-putus-kutukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/05\/thailand-latihan-untuk-di-piala-asia-indonesia-putus-kutukan\/","title":{"rendered":"Thailand &#8216;Latihan&#8217; untuk di Piala Asia, Indonesia Putus Kutukan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Final ASEAN FIFA Cup 2026 antara Timnas Indonesia dan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5\/10\/2026) malam, menjadi pertarungan dengan ambisi besar bagi kedua tim.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Turnamen ini untuk pertama kalinya masuk dalam kalender dan mendapat pengakuan resmi FIFA. Kondisi tersebut membuat laga final tidak hanya menjadi perebutan gelar regional, tetapi juga kesempatan bagi kedua tim untuk mencatat sejarah.<\/p>\n<p>Kapten Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin, menilai status resmi dari FIFA memberikan arti penting bagi kompetisi. Thailand pun mengincar kemenangan untuk membangun kepercayaan diri tim, terutama para pemain muda, sebelum menghadapi Piala Asia.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah pertama kalinya FIFA secara resmi memberikan pengakuan. Rekan satu tim saya, pelatih, dan saya ingin membuat sejarah, itulah yang paling penting,\u201d ujar Chanathip dalam konferensi pers jelang laga, Minggu (4\/10\/2026).<\/p>\n<p>Menurut Chanathip, kemenangan atas Indonesia juga dapat memberikan dampak terhadap mental tim saat kembali bertemu di Piala Asia.<\/p>\n<p>\u201cJika kami menang, kami akan menghadapi mereka (Indonesia) lagi di Piala Asia, yang akan meningkatkan kepercayaan diri kami. Saya yakin semua pemain muda menginginkan kemenangan ini untuk membangun kepercayaan diri mereka sendiri, juga untuk para suporter dan pelatih yang ingin meningkatkan potensi tim ini,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Di kubu Indonesia, pelatih John Herdman membawa misi berbeda. Selain mengejar gelar di kandang sendiri, Herdman ingin membawa skuad Garuda menghentikan dominasi Thailand dalam pertemuan kedua tim.<\/p>\n<p>Dari 78 pertemuan sejak 1957, Thailand mencatat 37 kemenangan, sedangkan Indonesia meraih 25 kemenangan. Kemenangan terakhir Indonesia atas Thailand terjadi pada leg pertama final Piala AFF 2016 dengan skor 2-1.<\/p>\n<p>Herdman mengakui catatan tersebut menjadi keuntungan psikologis bagi Thailand. Namun, ia melihat laga final sebagai kesempatan bagi Indonesia untuk mengubah tren tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSaya melihat sejarah pertandingan kedua tim. Thailand telah memenangkan cukup banyak pertandingan melawan Indonesia. Jadi, saya yakin mereka akan percaya diri dengan rekor tersebut. Tetapi bagi kami, ini merupakan langkah penting yang harus diambil para pemain untuk membalikkan tren dan situasi tersebut,\u201d kata Herdman.<\/p>\n<p>Selain faktor sejarah, Herdman juga mewaspadai kemampuan Thailand beradaptasi secara taktik. Ia menilai pelatih Thailand Anthony Hudson mampu mengubah formasi sesuai situasi pertandingan.<\/p>\n<p>Menurut Herdman, Thailand dapat bermain dengan formasi diamond, menggunakan lima bek, kemudian beralih ke 4-2-1-3 atau 4-3-3. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cAnthony Hudson melakukan ini sebelumnya; dia beradaptasi dengan sangat baik di setiap pertandingan dan merupakan pelatih tingkat atas,\u201d ujar Herdman.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638785\/chanathip-nikmati-tekanan-gbk-kevin-diks-ingatkan-skuad-garuda-tak-terbawa-emosi-di-final-asean-fifa-cup-2026\">Chanathip Nikmati Tekanan GBK, Kevin Diks Ingatkan Skuad Garuda Tak Terbawa Emosi di Final ASEAN FIFA Cup 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Karena itu, Herdman menilai kesiapan mental akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan hasil final. Ia meminta para pemain Indonesia menjaga fokus, membawa sikap yang tepat, serta memanfaatkan setiap peluang yang muncul.<\/p>\n<p>\u201cPada akhirnya, yang paling penting adalah semangat yang kami bawa ketika memasuki pertandingan dan sikap kami. Jika kami membawa pola pikir yang benar, fokus pada diri sendiri, dan mampu memanfaatkan setiap momen serta peluang yang didapatkan, kami akan memiliki peluang yang sangat bagus untuk juara,\u201d pungkas Herdman.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Final Indonesia vs Thailand dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB di SUGBK, Jakarta.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638794\/final-asean-fifa-cup-2026-thailand-latihan-untuk-di-piala-asia-indonesia-putus-kutukan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Final ASEAN FIFA Cup 2026 antara Timnas Indonesia dan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5\/10\/2026) malam, menjadi pertarungan dengan ambisi besar bagi kedua tim. Turnamen ini untuk pertama kalinya masuk dalam kalender dan mendapat pengakuan resmi FIFA. Kondisi tersebut membuat laga final tidak hanya menjadi perebutan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":34400,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-121678","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121678"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121678\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34400"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}