{"id":121581,"date":"2026-10-05T13:44:05","date_gmt":"2026-10-05T06:44:05","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/05\/kemenperin-soroti-industri-mainan-ri-ekspor-tumbuh-tapi-produk-lokal-belum-maksimal-terserap\/"},"modified":"2026-10-05T13:44:05","modified_gmt":"2026-10-05T06:44:05","slug":"kemenperin-soroti-industri-mainan-ri-ekspor-tumbuh-tapi-produk-lokal-belum-maksimal-terserap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/05\/kemenperin-soroti-industri-mainan-ri-ekspor-tumbuh-tapi-produk-lokal-belum-maksimal-terserap\/","title":{"rendered":"Kemenperin Soroti Industri Mainan RI, Ekspor Tumbuh tapi Produk Lokal Belum Maksimal Terserap"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Industri mainan Indonesia mulai menunjukkan ruang pertumbuhan di pasar global. Nilai ekspor produk mainan mencapai USD351,8 juta pada Januari-Juni 2026, naik dari US$297,7 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Kinerja tersebut melanjutkan tren positif industri mainan nasional yang dalam lima tahun terakhir mencatat surplus net ekspor. Sepanjang 2025, nilai ekspor mainan Indonesia juga tumbuh 8,2 persen dibandingkan 2024 menjadi sekitar US$664,6 juta.<\/p>\n<p>Kementerian Perindustrian melihat tren tersebut sebagai peluang untuk memperbesar peran industri mainan dalam rantai pasok global. Sejumlah pasar yang saat ini menjadi tujuan ekspor antara lain Amerika Serikat, Inggris, China, Australia, dan Republik Ceko.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638389\/regenerasi-batik-ri-terancam-kemenperin-dorong-anak-muda-turun-tangan\">Regenerasi Batik RI Terancam, Kemenperin Dorong Anak Muda Turun Tangan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan tantangan industri mainan saat ini bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memastikan produk dalam negeri mampu terserap pasar.<\/p>\n<p>\u201cTantangan utama industri nasional saat ini bukan sekadar kemampuan memproduksi, melainkan bagaimana kita memastikan produk-produk buatan dalam negeri diserap dan digunakan oleh masyarakat serta mampu mengambil peluang dalam rantai pasok global,\u201d ujar Reni dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5\/10\/2026).<\/p>\n<p>Menurut dia, penguatan pasar domestik dan peningkatan daya saing menjadi bagian penting untuk mendorong industri mainan memperluas pasar. Hal tersebut antara lain dilakukan melalui penerapan standar, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta pengembangan kapasitas industri.<\/p>\n<p>Di dalam negeri, industri mainan memiliki basis produksi yang cukup luas. Berdasarkan data BPS 2024 dan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) 2025, terdapat 256 unit usaha industri mainan dengan total 15.663 tenaga kerja.<\/p>\n<p>Selain itu, terdapat 10 sentra industri kecil dan menengah (IKM) mainan yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Sebanyak lima sentra berada di Jawa Barat, empat di Jawa Tengah, dan satu di Jawa Timur.<\/p>\n<p>Reni menilai struktur tersebut menunjukkan industri mainan tidak hanya bertumpu pada perusahaan berskala besar, tetapi juga melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah di berbagai daerah.<\/p>\n<p>\u201cIndustri mainan memiliki fondasi produksi yang dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Secara nasional, industri mainan telah menjadi bagian dari ekosistem industri yang melibatkan pelaku usaha dari skala kecil hingga besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n<h2>Dorong Produk Lokal Masuk Pengadaan Pemerintah<\/h2>\n<p>Selain ekspor, Kemenperin juga mendorong peningkatan penggunaan produk mainan dalam negeri. Hingga 2026, sebanyak 65 pelaku industri mainan tercatat telah memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).<\/p>\n<p>Reni mengatakan sertifikasi tersebut menjadi salah satu modal bagi industri untuk memperluas pasar, termasuk masuk ke sektor pengadaan pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cHal ini menunjukkan bahwa kemampuan industri mainan nasional untuk memenuhi kandungan dalam negeri telah mulai terbentuk dan perlu terus diperluas agar semakin banyak produk lokal yang dapat masuk ke pasar pengadaan pemerintah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Penguatan pasar domestik juga diarahkan ke segmen produk pendidikan. Menurut Reni, kebutuhan terhadap media pembelajaran interaktif membuka peluang bagi industri mainan untuk mengembangkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.<\/p>\n<p>Produk seperti mainan edukatif, permainan konstruksi, puzzle, dan board game dinilai memiliki ruang untuk dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan terhadap perangkat pembelajaran yang lebih interaktif.<\/p>\n<p>Di sisi lain, aspek standardisasi menjadi salah satu pekerjaan yang masih perlu diperkuat, terutama bagi pelaku IKM. Direktur Industri Aneka Kemenperin Reny Meilany mengatakan pemenuhan standar dan keamanan produk menjadi bagian penting agar industri mainan dapat memperluas pasar.<\/p>\n<p>\u201cKemenperin konsisten melakukan pembinaan dan fasilitasi bagi pelaku industri mainan, khususnya yang berskala IKM,\u201d kata Reny.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638322\/kemenperin-ungkap-tantangan-ikm-fesyen-produk-bagus-belum-tentu-laku\">Kemenperin Ungkap Tantangan IKM Fesyen, Produk Bagus Belum Tentu Laku<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638628\/industri-tekstil-tumbuh-636-persen-agti-harap-menperin-sarmuji-jaga-momentum\">Industri Tekstil Tumbuh 6,36 Persen, AGTI Harap Menperin Sarmuji Jaga Momentum<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pembinaan tersebut mencakup fasilitasi sertifikasi SNI mainan anak, pendampingan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015, asesmen dan implementasi Industri 4.0, hingga pendampingan penghitungan TKDN.<\/p>\n<p>Kemenperin juga mendorong pelaku IKM melalui pengembangan sentra, perluasan akses pasar, business matching, serta keikutsertaan dalam pameran internasional. Untuk sisi produksi, pemerintah menyediakan program restrukturisasi mesin dan peralatan bagi IKM.<\/p>\n<p>Berbagai upaya tersebut dibahas dalam Indonesia Toy Forum 2026 yang digelar Kemenperin melalui Direktorat Jenderal IKMA bersama Asia Toy and Play Association (ATPA).<\/p>\n<p>Forum yang berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober 2026 di Plasa Industri, Gedung Kementerian Perindustrian, tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, dunia pendidikan, serta sektor usaha untuk membahas perkembangan industri mainan.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Kegiatan itu juga diikuti 25 pelaku industri mainan dari skala kecil hingga besar melalui pameran produk. Sejumlah perusahaan seperti PT Mattel Indonesia, EMWAY Globalindo, The LEGO Group, dan PT Chateda turut terlibat dalam rangkaian forum.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638749\/kemenperin-soroti-industri-mainan-ri-ekspor-tumbuh-tapi-produk-lokal-belum-maksimal-terserap\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Industri mainan Indonesia mulai menunjukkan ruang pertumbuhan di pasar global. Nilai ekspor produk mainan mencapai USD351,8 juta pada Januari-Juni 2026, naik dari US$297,7 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut melanjutkan tren positif industri mainan nasional yang dalam lima tahun terakhir mencatat surplus net ekspor. Sepanjang 2025, nilai ekspor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":121582,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-121581","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 hours ago","modified":"4 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121581","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121581"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121581\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121582"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}