{"id":121369,"date":"2026-10-05T08:07:41","date_gmt":"2026-10-05T01:07:41","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/05\/mengapa-prabowo-sulit-merombak-kabinet-secara-total-ray-rangkuti-ungkap-penyebabnya\/"},"modified":"2026-10-05T08:07:41","modified_gmt":"2026-10-05T01:07:41","slug":"mengapa-prabowo-sulit-merombak-kabinet-secara-total-ray-rangkuti-ungkap-penyebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/05\/mengapa-prabowo-sulit-merombak-kabinet-secara-total-ray-rangkuti-ungkap-penyebabnya\/","title":{"rendered":"Mengapa Prabowo Sulit Merombak Kabinet Secara Total? Ray Rangkuti Ungkap Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Ray Rangkuti menilai perombakan kabinet terbaru Presiden Prabowo Subianto belum menyentuh persoalan mendasar dalam komposisi pemerintahan. Menurutnya, pergantian sejumlah menteri masih berkutat pada pergantian figur tanpa mengubah keseimbangan politik di dalam kabinet.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Dalam pandangan Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) itu, reshuffle yang benar-benar strategis semestinya dirancang untuk mempercepat realisasi program dan target pemerintahan. Karena itu, perubahan yang dilakukan seharusnya tidak terbatas pada beberapa nama saja.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau reshuffle strategis substantif itu ya memang reshuffle yang dibuat dalam rangka untuk mewujudkan visi-misi presiden yang lebih cepat, hemat waktu, dan juga akseleratif,&#8221; kata Ray dalam diskusi PWJ bertajuk &#8220;Membedah Reshuffle Kabinet: Kepentingan Rakyat atau Elit?&#8221; di kawasan Jakarta Selatan, dikutip Senin (5\/10).<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638705\/ramai-dikaitkan-dengan-manuver-2029-ganjar-akhirnya-beberkan-topik-obrolannya-dengan-anies\">Ramai Dikaitkan dengan Manuver 2029, Ganjar Akhirnya Beberkan Topik Obrolannya dengan Anies<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ray mempertanyakan apakah kabinet saat ini benar-benar mencerminkan format pemerintahan ideal yang diinginkan Prabowo. Ia menilai jawabannya tidak.<\/p>\n<p>Ray berpendapat, salah satu kendala dalam penyusunan kabinet adalah sempitnya ruang gerak Presiden untuk menentukan figur menteri dari kalangan partai politik. Menurutnya, hanya beberapa pos tertentu yang relatif bebas dari pertimbangan politik, seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Kesehatan.<\/p>\n<p>Sementara itu, banyak jabatan lain dinilai lebih ditentukan oleh kebutuhan menjaga keseimbangan koalisi. Kondisi tersebut, kata Ray, membuat Presiden tidak sepenuhnya leluasa memilih sosok yang paling sesuai dengan preferensinya.<\/p>\n<p>&#8220;Nah, lainnya itu adalah orang yang diterima begitu saja oleh Pak Prabowo, karena enggak ada opsinya,&#8221; kata Ray.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan sejumlah ketua umum partai yang menduduki posisi strategis di kabinet. Keberadaan mereka, menurut Ray, merupakan bagian dari kompromi politik yang sulit dihindari dalam pemerintahan berbasis koalisi besar.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Ray menilai reshuffle terbaru belum menyentuh akar persoalan karena tidak mengubah porsi partai politik di dalam kabinet. Ia menyoroti pergantian Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang tetap digantikan oleh kader dari partai yang sama, yakni Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau kita lihat reshuffle yang terakhir ini, lagi-lagi tidak ada satu pun kursi partai yang dihilangkan, diganti oleh Pak Prabowo. Pak Agus Gumiwang yang diganti orang partai, tapi kan diganti tetap dari orang partai yang sama,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, fakta tersebut menunjukkan bahwa perubahan yang dilakukan masih sebatas pergantian figur, bukan penataan ulang konfigurasi politik di lingkar pemerintahan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638712\/spekulasi-pdip-merapat-ke-prabowo-menguat-guntur-romli-ungkap-fakta-soal-budi-gunawan\">Spekulasi PDIP Merapat ke Prabowo Menguat, Guntur Romli Ungkap Fakta soal Budi Gunawan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ray pun berkesimpulan bahwa reshuffle terkini belum dapat disebut sebagai perombakan yang strategis maupun substantif, karena belum menyentuh struktur politik yang menjadi fondasi pembentukan kabinet.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>&#8220;Kalau mau reshuffle strategis atau substantif, bisa-bisa 80 persen orang-orang ini diganti oleh Pak Prabowo. Dan itu enggak akan dilakukan,&#8221; katanya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638716\/mengapa-prabowo-sulit-merombak-kabinet-secara-total-ray-rangkuti-ungkap-penyebabnya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Ray Rangkuti menilai perombakan kabinet terbaru Presiden Prabowo Subianto belum menyentuh persoalan mendasar dalam komposisi pemerintahan. Menurutnya, pergantian sejumlah menteri masih berkutat pada pergantian figur tanpa mengubah keseimbangan politik di dalam kabinet. Dalam pandangan Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) itu, reshuffle yang benar-benar strategis semestinya dirancang untuk mempercepat realisasi program dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40026,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-121369","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121369","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121369"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121369\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}