{"id":121266,"date":"2026-10-05T04:33:17","date_gmt":"2026-10-04T21:33:17","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/05\/prabowo-sedang-ubah-paradigma-ekonomi-berbeda-dari-era-jokowi\/"},"modified":"2026-10-05T04:33:17","modified_gmt":"2026-10-04T21:33:17","slug":"prabowo-sedang-ubah-paradigma-ekonomi-berbeda-dari-era-jokowi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/05\/prabowo-sedang-ubah-paradigma-ekonomi-berbeda-dari-era-jokowi\/","title":{"rendered":"Prabowo Sedang Ubah Paradigma Ekonomi Berbeda dari Era Jokowi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Tokoh pergerakan yang kini menjadi Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menyoroti arah transisi pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, Prabowo tengah berupaya membenahi sejumlah persoalan struktural yang diwariskan pemerintahan sebelumnya.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Pandangan tersebut disampaikan Syahganda saat menjadi bintang tamu dalam program siniar bersama Refly Harun yang ditayangkan Sabtu, 3 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Syahganda mengkritik arah kebijakan ekonomi pada era Presiden Joko Widodo. Ia menilai pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut belum memberikan manfaat yang cukup bagi masyarakat bawah.<\/p>\n<p>&#8220;Jokowi ini tidak ada gunanya untuk bangsa ini, karena dia menciptakan utang, memperkaya diri sendiri, dan rakyat itu tidak tahu untungnya di mana selama era Jokowi,&#8221; ungkap Syahganda.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti akumulasi kekayaan serta posisi strategis yang menurutnya diperoleh keluarga mantan presiden dalam waktu relatif singkat.<\/p>\n<p>Menurut Syahganda, pendekatan Prabowo saat ini berbeda dengan pemerintahan sebelumnya. Ia menyebut terdapat shifting paradigm atau pergeseran paradigma dalam kebijakan ekonomi.<\/p>\n<p>Syahganda menilai pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen pada era sebelumnya lebih banyak memberikan return kepada kelompok kapitalis. Kondisi tersebut, menurut dia, turut memperlebar ketimpangan sosial.<\/p>\n<p>Karena itu, ia melihat pemerintahan Prabowo sedang mengarahkan pertumbuhan ekonomi agar lebih inklusif. Buruh, petani, nelayan, dan masyarakat miskin kota diharapkan dapat merasakan dampak pembangunan secara langsung.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan sejumlah penyesuaian terhadap program pemerintah sebagai bentuk pendekatan tersebut. Salah satunya adalah rasionalisasi target Koperasi Desa Merah Putih dari rencana awal 81.000 gerai menjadi 30.000 gerai.<\/p>\n<p>Syahganda juga menyinggung penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sekitar Rp157 triliun. Menurut dia, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga ruang fiskal negara.<\/p>\n<p>&#8220;Prabowo ini secara individu mirip Soekarno. Dia mencari akhir hidupnya itu untuk rakyat. Dia selalu bilang ingin mati dengan melihat rakyat tersenyum karena hasil kerjanya,&#8221; tambah mantan aktivis mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.<\/p>\n<p>Namun, Syahganda mengakui Prabowo menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan agenda pemerintahannya. Salah satunya adalah kompromi politik dengan partai-partai pengusung.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti keberadaan pejabat yang disebutnya sebagai sisa atau carry over dari pemerintahan sebelumnya. Menurut Syahganda, kabinet saat ini belum sepenuhnya diisi figur teknokrat yang memahami gagasan ekonomi kerakyatan yang dibawa Prabowo.<\/p>\n<p>Meski demikian, Syahganda tetap melihat adanya ruang bagi Prabowo untuk melakukan pembenahan secara bertahap. Ia menilai penertiban kebocoran anggaran dan penguatan kembali peran negara dalam mengelola sumber daya strategis dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki persoalan yang diwariskan pemerintahan sebelumnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638512\/bahas-gibran-dengan-denny-indrayana-mahfud-md-saya-sudah-menerima-putusan-pilpres\">Bahas Gibran dengan Denny Indrayana, Mahfud MD: Saya Sudah Menerima Putusan Pilpres<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pandangan Syahganda mengenai perubahan paradigma pemerintahan Prabowo juga sejalan dengan pernyataannya dalam pembahasan politik sebelumnya, ketika ia menggambarkan pemerintahan saat ini bergerak ke arah yang lebih nasionalistik dan menekankan kembali peran negara dalam perekonomian.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Dengan berbagai tantangan tersebut, Syahganda menyatakan tetap optimistis terhadap pemerintahan Prabowo hingga 2029. Menurut dia, proses pembenahan membutuhkan langkah bertahap, terutama di tengah beban utang negara dan kompromi politik yang masih menjadi bagian dari pemerintahan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638681\/kepala-bakom-prabowo-sedang-ubah-paradigma-ekonomi-berbeda-dari-era-jokowi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Tokoh pergerakan yang kini menjadi Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menyoroti arah transisi pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, Prabowo tengah berupaya membenahi sejumlah persoalan struktural yang diwariskan pemerintahan sebelumnya. Pandangan tersebut disampaikan Syahganda saat menjadi bintang tamu dalam program siniar bersama Refly Harun yang ditayangkan Sabtu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":113982,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-121266","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121266","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121266"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121266\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113982"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121266"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121266"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121266"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}