{"id":120902,"date":"2026-10-04T16:33:28","date_gmt":"2026-10-04T09:33:28","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/04\/modernland-realty-mdln-terjepit-utang-us2898-juta-aset-properti-jadi-taruhan\/"},"modified":"2026-10-04T16:33:28","modified_gmt":"2026-10-04T09:33:28","slug":"modernland-realty-mdln-terjepit-utang-us2898-juta-aset-properti-jadi-taruhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/04\/modernland-realty-mdln-terjepit-utang-us2898-juta-aset-properti-jadi-taruhan\/","title":{"rendered":"Modernland Realty (MDLN) Terjepit Utang US$289,8 Juta, Aset Properti Jadi Taruhan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>PT Modernland Realty Tbk (MDLN) melakukan perubahan atas surat utang Guaranteed Senior Notes Due 30 April 2027 yang diterbitkan anak usahanya, Modernland Overseas Pte Ltd (MLO).<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Perubahan tersebut mencakup pembayaran upfront fee kepada pemegang Notes, perpanjangan jatuh tempo utang, hingga pengalihan hak atas sejumlah aset perseroan dan anak usaha sebagai bagian dari penyelesaian kewajiban.<\/p>\n<p>Direktur Utama MDLN, William Honoris mengatakan perubahan Notes tersebut efektif sejak 30 September 2026. Pada tanggal tersebut, total Notes yang masih terutang mencapai US$289,81 juta.<\/p>\n<p>&#8220;Jatuh tempo utang yang sebelumnya ditetapkan pada 30 April 2027 kini diperpanjang hingga 30 Juni 2028,&#8221; kata William Honoris dalam keterbukaan informasi BEI, seperti diberitakan Minggu (4\/10\/2026).<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638362\/wika-jual-aset-rp55-triliun-demi-bayar-utang-hingga-2028\">WIKA Jual Aset Rp5,5 Triliun demi Bayar Utang hingga 2028<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, MDLN bersama anak usahanya akan mengalihkan hak atas sejumlah tanah yang sebelumnya menjadi bagian dari jaminan Notes kepada perusahaan yang dibentuk untuk kepentingan para pemegang Notes.<\/p>\n<p>&#8220;Aset yang akan dialihkan berasal dari kawasan Jakarta Garden City, Modern Hill, dan Bekasi. Pengalihan ditargetkan selesai paling lambat 30 Desember 2026 atau pada tanggal lain yang disetujui oleh Trustee. Namun, proses pengalihan tersebut baru dapat dilakukan setelah MDLN memperoleh fasilitas pendanaan baru,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p>Untuk menjalankan restrukturisasi tersebut, perseroan akan memperoleh fasilitas pendanaan baru dengan nilai minimal US$34 juta yang akan digunakan untuk membayar upfront fee sebesar 5% dari total Notes terutang, termasuk biaya transaksi yang berkaitan dengan pengalihan aset.<\/p>\n<p>Sementara itu, tingkat bunga Notes ditetapkan sebesar 3% per tahun, yang dapat dibayarkan dalam bentuk tunai dan\/atau payment-in-kind (PIK) berupa penerbitan surat utang tambahan.<\/p>\n<p>Bunga yang terakumulasi sejak tanggal efektif perubahan hingga batas waktu pengalihan aset akan dihapus setelah seluruh Notes dihapuskan. Adapun bunga yang timbul setelah batas waktu pengalihan hingga penyelesaian Notes akan diselesaikan secara terpisah.<\/p>\n<h2>MDLN Klaim Restrukturisasi Bisa Perbaiki Keuangan<\/h2>\n<p>MDLN menilai perubahan Notes tersebut dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan.<\/p>\n<p>Salah satunya adalah pengurangan kewajiban Notes melalui pengalihan aset kepada perusahaan penerima. perseroan menilai langkah tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap likuiditas.<\/p>\n<p>Selain itu, restrukturisasi diharapkan membuka akses MDLN terhadap sumber pembiayaan baru, memperbaiki struktur permodalan, serta meningkatkan rasio keuangan perseroan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638655\/7-konglomerat-terkaya-di-indonesia-pada-oktober-2026-low-tuck-kwong-nomor-wahid\">7 Konglomerat Terkaya di Indonesia pada Oktober 2026, Low Tuck Kwong Nomor Wahid<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638657\/kejagung-tetapkan-komisaris-amman-tersangka-korupsi-nikel-bagaimana-nasibnya\">Kejagung Tetapkan Komisaris Amman Tersangka Korupsi Nikel, Bagaimana Nasibnya?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>MDLN juga menyebut langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kelangsungan usaha (going concern) dan melindungi kepentingan pemegang saham publik.<\/p>\n<h2>Ada Risiko Kehilangan Aset<\/h2>\n<p>Di balik manfaat tersebut, restrukturisasi notes juga membawa sejumlah risiko bagi perseroan.<\/p>\n<p>Risiko terbesar adalah berkurangnya aset MDLN dan\/atau anak usaha karena sebagian aset dialihkan kepada perusahaan penerima. Pengalihan tersebut juga berpotensi mengurangi pendapatan yang sebelumnya dapat dihasilkan dari aset-aset terkait.<\/p>\n<p>Perseroan juga menghadapi risiko apabila pembayaran upfront fee tidak dapat dipenuhi atau fasilitas pendanaan baru tidak diperoleh. Kondisi tersebut dapat menghambat proses pengalihan aset dalam batas waktu yang telah ditentukan.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Selain itu, proses administrasi pertanahan, termasuk pelepasan jaminan dan pengalihan aset, berpotensi mengalami keterlambatan. MDLN juga memperhitungkan adanya risiko perpajakan yang mungkin muncul dari transaksi pengalihan aset.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638662\/modernland-realty-mdln-terjepit-utang-us2898-juta-aset-properti-jadi-taruhan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; PT Modernland Realty Tbk (MDLN) melakukan perubahan atas surat utang Guaranteed Senior Notes Due 30 April 2027 yang diterbitkan anak usahanya, Modernland Overseas Pte Ltd (MLO). Perubahan tersebut mencakup pembayaran upfront fee kepada pemegang Notes, perpanjangan jatuh tempo utang, hingga pengalihan hak atas sejumlah aset perseroan dan anak usaha sebagai bagian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":120903,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-120902","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120902","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120902"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120902\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120903"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}