{"id":118935,"date":"2026-10-02T03:36:20","date_gmt":"2026-10-01T20:36:20","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/02\/injury-time-2-menit-mendadak-jadi-7-menit-herdman-ungkap-kesalahan-wasit\/"},"modified":"2026-10-02T03:36:20","modified_gmt":"2026-10-01T20:36:20","slug":"injury-time-2-menit-mendadak-jadi-7-menit-herdman-ungkap-kesalahan-wasit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/10\/02\/injury-time-2-menit-mendadak-jadi-7-menit-herdman-ungkap-kesalahan-wasit\/","title":{"rendered":"Injury Time 2 Menit Mendadak Jadi 7 Menit! Herdman Ungkap Kesalahan Wasit"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengungkap drama tambahan waktu yang terjadi saat menghadapi Bangladesh pada laga terakhir fase grup FIFA ASEAN Cup 2026. Waktu tambahan yang semula hanya diberikan dua menit kemudian berubah menjadi tujuh menit setelah adanya protes dari kubu Garuda.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Keputusan awal tersebut membuat pemain dan jajaran pelatih Timnas Indonesia kebingungan. Pasalnya, pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1\/10\/2026), beberapa kali terhenti akibat pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR).<\/p>\n<p>Salah satu pemeriksaan VAR terjadi ketika gol Ole Romeny tidak disahkan. Selain itu, perangkat pertandingan juga sempat mengecek potensi kartu merah terhadap Elkan Baggott.<\/p>\n<p>Namun, papan tambahan waktu justru menunjukkan angka dua menit. Padahal, Indonesia masih membutuhkan tambahan gol karena Malaysia juga sedang mencetak banyak gol ke gawang Singapura.<\/p>\n<p>Herdman mengaku langsung menyadari adanya kejanggalan ketika melihat papan tersebut. Menurutnya, situasi pertandingan membuat tambahan waktu dua menit sulit dipahami.<\/p>\n<p>\u201cKetika mereka mengangkat papan (tambahan waktu) 2 menit itu, saya rasa setiap orang di stadion tahu bahwa itu sebuah kesalahan. Pasalnya telah terjadi beberapa kali pengecekan VAR,\u201d kata Herdman seusai pertandingan.<\/p>\n<p>Pelatih asal Inggris itu kemudian meminta penjelasan kepada ofisial keempat mengenai durasi tambahan waktu tersebut. Herdman menyebut sang ofisial mengakui bahwa angka dua menit yang diberikan merupakan sebuah kesalahan.<\/p>\n<p>\u201cJadi ketika menanyakan kepada ofisial keempat, &#8216;Apakah ini sebuah kesalahan?&#8217;, dia menjawab, &#8216;Ya.&#8217; Tetapi pada saat itu, lawan (Bangladesh) mencetak gol. Karena para pemain kebingungan. Mereka kehilangan fokus,\u201d ujar Herdman.<\/p>\n<p>Tambahan waktu akhirnya dikoreksi menjadi tujuh menit. Akan tetapi, perubahan tersebut tidak serta-merta membuat situasi Indonesia menjadi lebih mudah karena Bangladesh justru mampu mencetak gol pada awal masa tambahan waktu.<\/p>\n<p>Gol itu membuat skor berubah menjadi 7-2. Dalam kondisi tersebut, Indonesia harus kembali mengejar gol karena hasil pertandingan Malaysia kontra Singapura membuat Garuda membutuhkan tambahan produktivitas untuk mengamankan posisi teratas grup.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638292\/ronaldo-tinggalkan-timnas-portugal-cr7-janji-bongkar-kebenaran\">Ronaldo Tinggalkan Timnas Portugal, CR7 Janji Bongkar Kebenaran<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tekanan tersebut akhirnya dijawab para pemain Indonesia. Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6, sebelum Mitchell Baker menambah gol pada menit ke-90+7 untuk mengubah skor menjadi 9-2.<\/p>\n<p>Dua gol di penghujung laga tersebut memastikan Indonesia melewati perolehan gol Malaysia. Garuda pun berhak melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menyelesaikan fase grup dengan kemenangan besar atas Bangladesh.<\/p>\n<p>Meski mengungkap drama tambahan waktu tersebut, Herdman tidak ingin persoalan kepemimpinan wasit menjadi pembahasan utama. Dia justru memilih memberikan apresiasi kepada para pemain yang mampu merespons situasi sulit di penghujung pertandingan.<\/p>\n<p>\u201ckepemimpinan wasit malam ini sebaiknya bahkan tidak menjadi bagian dari percakapan. Saya rasa, kita baru saja melihat penampilan yang luar biasa berani dan gigih dari tim ini. Itu sudah dua laga berturut-turut,\u201d tutur Herdman.<\/p>\n<p>Herdman menilai respons para pemain setelah berada dalam situasi penuh tekanan menjadi hal yang jauh lebih penting. Apalagi, Indonesia tetap mampu mencetak dua gol setelah Bangladesh memperkecil ketertinggalan pada masa tambahan waktu.<\/p>\n<p>\u201cDan saya pikir itu momen yang sangat sulit bagi kami, tetapi kemudian menyaksikan anak-anak ini meresponsnya, respons mereka sungguh tidak masuk akal (luar biasa),\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Bagi Herdman, kemenangan tersebut bukan hanya soal jumlah gol yang tercipta. Dia melihat perjuangan pemain sepanjang pertandingan sebagai modal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya setelah Indonesia memastikan tempat di final.<\/p>\n<p>\u201cJadi, saya hanya ingin membicarakan tentang kami, membicarakan masa depan, yaitu tiga hari ke depan, dan bersemangat. Maksud saya, saya bangga sekali pada anak-anak ini. Mereka benar-benar banting tulang dan bekerja ekstra keras.\u201d<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Drama tambahan waktu akhirnya menjadi bagian dari pertandingan yang penuh tekanan bagi Timnas Indonesia. Dari papan dua menit yang kemudian berubah menjadi tujuh menit, Garuda mampu melewati situasi sulit dan menutup fase grup dengan kemenangan 9-2.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read638296\/injury-time-2-menit-mendadak-jadi-7-menit-herdman-ungkap-kesalahan-wasit\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengungkap drama tambahan waktu yang terjadi saat menghadapi Bangladesh pada laga terakhir fase grup FIFA ASEAN Cup 2026. Waktu tambahan yang semula hanya diberikan dua menit kemudian berubah menjadi tujuh menit setelah adanya protes dari kubu Garuda. Keputusan awal tersebut membuat pemain dan jajaran pelatih Timnas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104655,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-118935","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118935","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118935"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118935\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104655"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}