{"id":116856,"date":"2026-09-29T19:03:07","date_gmt":"2026-09-29T12:03:07","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/29\/bi-rate-diprediksi-bakal-naik-lagi-demi-stabilkan-rupiah\/"},"modified":"2026-09-29T19:03:07","modified_gmt":"2026-09-29T12:03:07","slug":"bi-rate-diprediksi-bakal-naik-lagi-demi-stabilkan-rupiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/29\/bi-rate-diprediksi-bakal-naik-lagi-demi-stabilkan-rupiah\/","title":{"rendered":"BI Rate Diprediksi Bakal Naik Lagi Demi Stabilkan Rupiah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>PT Bank HSBC Indonesia memperkirakan pertumbuhan rupiah hingga 2027 akan tetap stabil dan BI Rate akan naik satu kali lagi hingga akhir 2026 sebelum mengakhiri siklus pengetatan moneter.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Chief Asia Economist HSBC Frederic Neumann menilai sebagian besar langkah stabilisasi rupiah telah dilakukan BI sehingga kenaikan berikutnya diperkirakan menjadi penyesuaian terakhir.<\/p>\n<p>\u201cKami memperkirakan masih akan ada satu kali kenaikan suku bunga lagi pada akhir tahun ini, tetapi setelah itu siklus pengetatan akan berakhir,\u201d kata Neumann dalam media briefing HSBC Indonesia Summit 2026 di The St. Regis Jakarta, Jakarta pada Selasa (29\/9\/2026).<\/p>\n<p>Selama ini, kenaikan BI Rate sudah cukup agresif untuk meredam rupiah. Bahkan, dampaknya sudah terlihat dari rupiah yang stabil dan arus modal yang mulai kembali masuk.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah melihat mulai munculnya stabilitas pada rupiah dan arus modal mulai kembali masuk. Karena itu, kami memperkirakan memasuki tahun depan rupiah akan bergerak dalam rentang yang relatif sempit,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Usai kenaikan setelah satu kali itu, selanjutnya BI masih memiliki ruang untuk menggunakan instrumen lain guna menyesuaikan kondisi moneter salah satunya melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menyerap sebagian likuiditas.<\/p>\n<p>\u201cApabila ada perubahan kebijakan setelah satu kali kenaikan suku bunga tersebut, kemungkinan BI sesekali akan menggunakan SRBI untuk menyerap sebagian dari likuiditas untuk menyempurnakan, pada dasarnya, kondisi moneter,\u201d kata Neumann.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan SRBI dinilai menjadi penyesuaian kecil dalam arah kebijakan moneter.<\/p>\n<p>\u201cNamun, ini hanya merupakan penyesuaian kecil,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sedangkan, dari sisi pertumbuhan ekonomi, Neumann tidak melihat kebijakan suku bunga yang lebih tinggi akan otomatis membatasi aktivitas domestik. Justru, pertumbuhan kredit perbankan masih terlihat menguat khususnya pada pada kredit investasi dan modal kerja.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>\u201cJika melihat pertumbuhan kredit perbankan, justru penyaluran kredit untuk investasi telah meningkat cukup signifikan. Kredit modal kerja juga meningkat,\u201d kata Neumann.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read637655\/bi-rate-diprediksi-bakal-naik-lagi-demi-stabilkan-rupiah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; PT Bank HSBC Indonesia memperkirakan pertumbuhan rupiah hingga 2027 akan tetap stabil dan BI Rate akan naik satu kali lagi hingga akhir 2026 sebelum mengakhiri siklus pengetatan moneter. Chief Asia Economist HSBC Frederic Neumann menilai sebagian besar langkah stabilisasi rupiah telah dilakukan BI sehingga kenaikan berikutnya diperkirakan menjadi penyesuaian terakhir. \u201cKami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116857,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-116856","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116856"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116856\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116857"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}