{"id":115489,"date":"2026-09-28T03:34:10","date_gmt":"2026-09-27T20:34:10","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/28\/ditolak-pada-2023-permintaan-impor-krl-bekas-kini-disetujui-komisi-vi-dpr\/"},"modified":"2026-09-28T03:34:10","modified_gmt":"2026-09-27T20:34:10","slug":"ditolak-pada-2023-permintaan-impor-krl-bekas-kini-disetujui-komisi-vi-dpr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/28\/ditolak-pada-2023-permintaan-impor-krl-bekas-kini-disetujui-komisi-vi-dpr\/","title":{"rendered":"Ditolak pada 2023, Permintaan Impor KRL Bekas Kini Disetujui Komisi VI DPR"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Rencana impor kereta rel listrik (KRL) bukan baru atau bekas kembali mencuat pada 2026. Langkah tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan KRL Jabodetabek yang terus meningkat.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Rencana impor KRL bekas sebenarnya bukan hal baru. Pemerintah dan DPR pernah menolak usulan serupa pada 2023. Saat itu, kebutuhan armada KRL akhirnya diarahkan melalui pengadaan kereta baru dari perusahaan China, produksi dalam negeri oleh PT INKA, serta retrofit terhadap kereta lama.<\/p>\n<p>Pada 2023, rencana impor KRL tidak dapat diwujudkan karena rekomendasi impor dari kementerian teknis dinilai belum lengkap. Selain itu, audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga menyarankan agar impor KRL bekas tidak dilakukan.<\/p>\n<p>Dalam catatan detikcom, Kementerian Perindustrian saat itu menyatakan Indonesia tidak perlu mengimpor KRL karena industri kereta api nasional dinilai mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.<\/p>\n<p>Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang saat itu berada dalam Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah akan mengikuti hasil audit BPKP yang tidak merekomendasikan impor KRL bekas dari Jepang.<\/p>\n<p>Pemerintah juga mendorong pelaksanaan retrofit terhadap KRL lama buatan PT INKA.<\/p>\n<p>Penolakan terhadap rencana impor KRL pada 2023 juga datang dari Komisi VI DPR. Salah satu anggota Komisi VI saat itu, Andre Rosiade, menyatakan penolakan terhadap rencana PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengimpor KRL bekas dari Jepang.<\/p>\n<p>Dalam rapat dengan jajaran KCI, KAI, dan INKA pada Senin (27\/3\/2023), Andre mempertanyakan alasan KCI memilih impor dibandingkan memesan kereta kepada PT INKA.<\/p>\n<p>Andre juga menyebut dirinya telah mengunjungi pabrik kereta PT INKA di Banyuwangi pada Desember 2020. Saat itu, Direktur Utama INKA Budi Noviantoro mempresentasikan kesiapan pabrik untuk beroperasi meski belum mendapatkan pesanan dari KCI.<\/p>\n<p>Menurut Andre, kapasitas produksi INKA dapat memenuhi kebutuhan KRL dengan waktu produksi sekitar 18 bulan sejak pengadaan alat dan suku cadang.<\/p>\n<p>Ia juga menyebut telah meminta KCI sejak Januari 2021 untuk melakukan pemesanan kepada PT INKA agar kebutuhan kereta dapat dipenuhi tanpa impor. Namun, pemesanan baru dilakukan pada 9 Maret 2023.<\/p>\n<p>Dengan waktu produksi sekitar 18 bulan, INKA baru dapat menyediakan kereta tersebut pada 2025. Andre menilai pemesanan sejak Januari 2021 dapat membuat kereta tersedia pada 2023 sehingga kebutuhan impor tidak perlu dilakukan.<\/p>\n<p>Memasuki 2026, rencana impor KRL bukan baru kembali dipertimbangkan. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan kebutuhan tambahan 23 trainset untuk melayani pengguna KRL Jabodetabek.<\/p>\n<p>Pengadaan tambahan armada tersebut akan dilakukan melalui skema impor kereta bukan baru atau bekas. Dari total 23 trainset, sebanyak 7 trainset akan menggunakan formasi 12 kereta atau SF12. Sementara 16 trainset lainnya menggunakan formasi delapan kereta atau SF8.<\/p>\n<p>Perbedaan formasi tersebut disesuaikan dengan kondisi infrastruktur pada masing-masing lintas. Sejumlah stasiun belum memiliki peron yang mampu mengakomodasi rangkaian dengan formasi SF12.<\/p>\n<p>Kebutuhan tambahan armada muncul seiring pertumbuhan jumlah pengguna KRL Jabodetabek. Pada semester I-2026, jumlah penumpang tercatat tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Rata-rata pengguna KRL kini mencapai sekitar 1,1 juta penumpang per hari dan dapat mencapai 1,3 juta penumpang. Pada saat yang sama, KAI juga membutuhkan penggantian sejumlah trainset lama yang telah berusia lebih dari 40 tahun.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read637195\/kai-impor-krl-bekas-dari-jepang-begini-syarat-yang-harus-dipenuhi\">KAI Impor KRL Bekas dari Jepang, Begini Syarat yang Harus Dipenuhi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berbeda dengan sikap pada 2023, Komisi VI DPR RI kini menyetujui usulan KAI untuk melakukan impor rangkaian KRL bukan baru.<\/p>\n<p>Kesimpulan tersebut dibacakan Andre Rosiade yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama KAI pada Rabu (23\/9\/2026).<\/p>\n<p>Persetujuan tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan kapasitas angkutan perkeretaapian, khususnya KRL Jabodetabek, dengan peningkatan industri lokal serta impor rangkaian kereta atau trainset bukan baru yang terintegrasi dan berkelanjutan.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Dengan keputusan tersebut, skema pemenuhan kebutuhan armada KRL Jabodetabek kini mencakup pengembangan industri lokal sekaligus pengadaan rangkaian KRL bukan baru melalui impor.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read637234\/ditolak-pada-2023-permintaan-impor-krl-bekas-kini-disetujui-komisi-vi-dpr\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Rencana impor kereta rel listrik (KRL) bukan baru atau bekas kembali mencuat pada 2026. Langkah tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan KRL Jabodetabek yang terus meningkat. Rencana impor KRL bekas sebenarnya bukan hal baru. Pemerintah dan DPR pernah menolak usulan serupa pada 2023. Saat itu, kebutuhan armada KRL akhirnya diarahkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":115490,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-115489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=115489"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115489\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115490"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=115489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=115489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=115489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}