{"id":113168,"date":"2026-09-24T21:32:45","date_gmt":"2026-09-24T14:32:45","guid":{"rendered":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/24\/48-emiten-dinilai-punya-fundamental-dan-kepatuhan-kuat-di-pasar-modal\/"},"modified":"2026-09-24T21:32:45","modified_gmt":"2026-09-24T14:32:45","slug":"48-emiten-dinilai-punya-fundamental-dan-kepatuhan-kuat-di-pasar-modal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/2026\/09\/24\/48-emiten-dinilai-punya-fundamental-dan-kepatuhan-kuat-di-pasar-modal\/","title":{"rendered":"48 Emiten Dinilai Punya Fundamental dan Kepatuhan Kuat di Pasar Modal"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n            <span class=\"float-start fw-bold me-1\">Wacana Berita, Jakarta &#8211; <\/span><\/p>\n<p>Sebanyak\u00a048 emiten di 11 sektor Bursa Efek Indonesia (BEI)\u00a0dinilai memiliki fundamental bisnis dan tingkat kepatuhan yang menjadi perhatian dalam pasar modal. Penilaian tersebut dilakukan melalui analisis fundamental dan evaluasi kepatuhan emiten sepanjang 2025 dalam ajang\u00a0EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Penilaian tidak didasarkan pada popularitas perusahaan. Emiten dibandingkan berdasarkan sektor dan papan pencatatan untuk menjaga\u00a0<em>level playing field<\/em>\u00a0antara emiten di Papan Utama (<em>Main Board<\/em>) dan Papan Pengembangan (<em>Development Board<\/em>).<\/p>\n<p>CEO EmitenNews Nicky Hogan mengatakan metodologi penilaian dirancang untuk melihat kualitas emiten dari sisi kinerja bisnis, kesehatan keuangan, kepemilikan investor, likuiditas saham, hingga tata kelola.<\/p>\n<p>\u201cSeleksi penerima penghargaan tidak didasarkan pada popularitas, melainkan objektif melalui analisis fundamental mendalam serta evaluasi tingkat kepatuhan emiten di sepanjang tahun 2025,\u201d kata Nicky Hogan dalam acara di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Rabu (23\/9\/2026).<\/p>\n<p>Menurutnya, pendekatan berbasis data tersebut digunakan untuk memastikan emiten yang masuk dalam daftar memiliki performa bisnis, manajemen risiko, serta komitmen terhadap tata kelola perusahaan (<em>Good Corporate Governance<\/em>\/GCG) yang dapat dievaluasi secara terukur.<\/p>\n<p>Penilaian terhadap 48 emiten tersebut menggunakan lima indikator utama yang menggabungkan aspek kuantitatif dan kualitatif.<\/p>\n<p>Pertama,\u00a0performa keuangan dan valuasi. Indikator ini melihat tren pertumbuhan fundamental perusahaan, termasuk aset, ekuitas, dan laba, serta kelayakan rasio valuasi secara sektoral.<\/p>\n<p>Kedua,\u00a0kontribusi dividen, yang digunakan untuk melihat rekam jejak pembagian dividen sebagai salah satu indikator kualitas likuiditas dan kesehatan arus kas perusahaan.<\/p>\n<p>Ketiga,\u00a0kepercayaan institusi, dengan melihat tingkat kepemilikan pemodal institusi seperti reksa dana dan manajer investasi (MI) pada suatu saham.<\/p>\n<p>Keempat,\u00a0porsi saham publik (<em>free float<\/em>), yang memperhitungkan rasio saham yang beredar di masyarakat dan kaitannya dengan likuiditas perdagangan saham.<\/p>\n<p>Kelima,\u00a0reputasi dan kepatuhan, yang menjadi bagian penting dalam menilai kualitas emiten dari sisi tata kelola. Indikator ini antara lain melihat rekam jejak perusahaan terhadap sanksi administratif maupun Notasi Khusus dari otoritas bursa.<\/p>\n<p>Dengan lima indikator tersebut, penilaian tidak hanya melihat seberapa besar perusahaan dari sisi ukuran bisnis, tetapi juga bagaimana kualitas fundamental, struktur kepemilikan, likuiditas saham, serta kepatuhan perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya di pasar modal.<\/p>\n<h3>Tersebar di 11 Sektor<\/h3>\n<p>Dari hasil penilaian tersebut, 48 emiten tersebar di 11 sektor BEI. Beberapa di antaranya berasal dari sektor barang baku seperti\u00a0PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)\u00a0dan\u00a0PT Timah Tbk (TINS); sektor energi seperti\u00a0PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)\u00a0dan\u00a0PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG); serta sektor keuangan seperti\u00a0PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)\u00a0dan\u00a0PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM).<\/p>\n<p>Sektor perindustrian mencakup\u00a0PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI)\u00a0dan\u00a0PT Astra International Tbk (ASII). Sementara sektor properti dan real estat mencakup\u00a0PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)\u00a0dan\u00a0PT Ciputra Development Tbk (CTRA).<\/p>\n<p>Di sektor teknologi terdapat\u00a0PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL)\u00a0dan\u00a0PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Adapun sektor transportasi dan logistik mencakup\u00a0PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)\u00a0dan\u00a0PT Blue Bird Tbk (BIRD).<\/p>\n<p>Daftar tersebut juga mencakup emiten dari sektor barang konsumen non-primer, barang konsumen primer, infrastruktur, kesehatan, serta sektor keuangan non-bank.<\/p>\n<p>Proses penilaian dikawal oleh dewan juri independen yang terdiri dari pakar pasar modal dan akademisi, yakni Dr. Yohanis Hans Kwee sebagai Ketua Tim Juri, Edhi A. Pranasidi, dan Nicky Hogan.<\/p>\n<p>Dokumen hasil penjurian selanjutnya direncanakan diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) oleh Pasardana.id selaku penasihat investasi terdaftar.<\/p>\n<p><!-- \/\/.adInArticle --><\/p>\n<p>Dengan demikian, ajang tersebut tidak hanya menjadi forum apresiasi, tetapi juga mempublikasikan hasil pemetaan terhadap emiten berdasarkan kinerja fundamental dan aspek kepatuhan di pasar modal sepanjang periode penilaian.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/wartaekonomi.co.id\/read636807\/48-emiten-dinilai-punya-fundamental-dan-kepatuhan-kuat-di-pasar-modal\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Berita, Jakarta &#8211; Sebanyak\u00a048 emiten di 11 sektor Bursa Efek Indonesia (BEI)\u00a0dinilai memiliki fundamental bisnis dan tingkat kepatuhan yang menjadi perhatian dalam pasar modal. Penilaian tersebut dilakukan melalui analisis fundamental dan evaluasi kepatuhan emiten sepanjang 2025 dalam ajang\u00a0EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026. Penilaian tidak didasarkan pada popularitas perusahaan. Emiten dibandingkan berdasarkan sektor dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":113169,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-113168","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breaking-news","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113168","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113168"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113168\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113168"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113168"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wacanaberita.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113168"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}